Meski kedekatan dengan keluarga dan hubungan semacam itu sangatlah baik, hal tersebut juga dapat menghambat jalinan kasih kamu dan pasangan. Terutama apabila keluarga si dia nggak menyetujui hubungan kamu bersama pasangan. 

Jadi apa yang harus kamu lakukan, ya, apabila pasangan kamu lebih menghargai pendapat keluarganya dibanding pendapatmu, Bela.

Kalian sudah menjalin hubungan berapa lama?

Lakukan Ini, Jika Dia Lebih Menghargai Pendapat Keluarga Daripada KamuFreepik.com

Meski tidak dapat disangkal apabila pasangan kamu lebih menghargai pendapat keluarga mereka di atas pendapatmu dapat menjadi masalah penting dalam hubungan, penting juga untukmu mengingat berapa lama kamu telah bersamanya menjalin tali kasih. 

Apabila hubungan yang kamu jalani bersama pasangan masih berada pada tahap awal dan belum terlalu lama, itu adalah tanda yang tepat jika pasangan kamu lebih mempertimbangkan pendapat keluarganya. 

Tetapi, apabila kamu berada dalam sebuah hubungan jangka panjang dan telah memupuk komitmen bersama dalam waktu yang cukup lama, itulah indikasi penting untuk kamu perhatikan bahwa si dia nggak benar-benar menghormati kamu sebagai seorang pasangan dan nggak menghargai komitmen yang telah lama kalian sepakati bersama. 

Nah, hal yang perlu kamu lakukan ketika mengetahui bahwa pasangan kamu lebih mendengar pendapat serta masukan dari keluarganya adalah cobalah untuk mengutarakannya secara terbuka dan terimalah dengan lapang dada fakta yang sesungguhnya memang kurang mengenakkan ini. Tentu saja, kamu tidak dapat berbuat banyak dengan meminta seseorang untuk memilih antara keluarganya atau dirimu, Bela, karena itu bukanlah hal yang baik dan pantas untuk dilakukan.

Bantu dia memahami apa yang kamu harapkan dalam hubungan

Lakukan Ini, Jika Dia Lebih Menghargai Pendapat Keluarga Daripada KamuFreepik.com

Suatu hubungan adalah lingkungan di mana seseorang dapat belajar lebih mengenal dan mengerti tentang diri mereka sendiri dan juga orang lain. Terkadang, apa yang perlu kamu pelajari adalah apa yang perlu kamu tingkatkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan untuk berkompromi dan berkomunikasi yang baik, misalnya.

Apabila apa yang terjadi saat ini bagimu adalah sebuah masalah yang mengganggu, akan lebih bijak jika kamu mendiskusikannya langsung bersama pasangan. Katakan dengan jujur dan terbuka mengenai segala hal yang kamu rasakan. 

Namun, apabila pasangan kamu menanggapi dengan bersikap defensif, cobalah untuk menanyakan kembali kepada si dia apakah mereka terbuka apabila diajak berbicara dengan seseorang yang kamu percaya sebagai pihak ketiga yang dapat menengahi hubungan kalian. Sebaliknya, jika pasangan kamu cukup terbuka untuk berdiskusi denganmu seorang diri, maka ceritakan apapun yang kamu pikirkan dan rasakan dengan leluasa. Bantu si dia agar dapat memahami apa yang kamu harapkan dari sebuah hubungan dan perhatikan baik-baik bagaimana caranya memberikan tanggapan kepadamu.

Refleksikan hubungan kamu dan pasangan

Lakukan Ini, Jika Dia Lebih Menghargai Pendapat Keluarga Daripada Kamuhttps://www.pexels.com/@luccas-frizzi-1366276

Proses yang satu ini memang berkelanjutan dan cenderung panjang. Satu kali sesi diskusi bersama pasangan nggak akan cukup untuk dapat menyelesaikan permasalahan dan menemukan titik tengah. Nah, jika kamu tidak menemukan adanya suatu perubahan yang signifikan pada pasangan pasca diskusi panjang bersamanya, maka lakukan upaya yang lain dengan membicarakannya secara serius. 

Apabila dengan obrolan ringan dan santai nggak mampu memecah konflik yang ada, sepertinya cara yang satu ini patut untuk kamu coba. Namun, jika belum juga menemukan titik terang, pertimbangkan kembali apakah hubungan ini masih cocok dan ideal untukmu atau justru sebaliknya. Cobalah untuk melakukan refleksi terhadap diri sendiri dan percaya terhadap insting apapun yang kamu rasakan.

Kalau kamu masih ragu untuk berpisah dengannya dan nggak yakin atas apa pun yang kamu rasakan, bersikaplah jujur dan terbuka dengan pasangan tentang bagaimana pandanganmu mengenai permasalahan yang saat ini terjadi dan jelaskan kepadanya apa yang kamu harapkan serta butuhkan darinya sebagai seorang pasangan. 

Meski jenis percakapan seperti ini sulit dan kerap membuatmu nggak nyaman, tetapi cara yang satu ini berpotensi untuk membawamu kembali dekat dengan pasangan. Apa pun hasilnya, percayalah, Bela, bahwa kamu layak untuk memiliki dan berada dalam suatu hubungan yang benar-benar memenuhi kebutuhan kamu. Lakukan apa saja yang kamu rasa tepat untukmu!

Baca Juga: Keluarga dan Teman Remehkan Wabah Corona? Ini Cara Beritahu Mereka

Baca Juga: 5 Tips Menghadapi Teman yang Selalu Curhat Soal Masalah Hubungannya

Baca Juga: Gaya Kompak Keluarga Artis Indonesia Selama Karantina Diri