Kamu pasti pernah mengalami saat-saat ketika terjebak di antar tidak ingin melukai perasaan seseorang tetapi juga tak ingin berpura-pura lebih lama. Ghosting memang bukan konsep baru. Bahkan, dalam urusan asmara, hal yang satu ini justru semakin umum di berbagai kalangan.

Pada dasarnya istilah ghosting dapat diartikan dari sudut pandang yang berbeda-beda. Namun, secara umum, ghosting adalah keadaan di mana pasangan atau gebetan kamu menghilang tanpa penjelasan. Yap, fenomena ini biasanya ditandai dengan si dia yang bersikap cuek dan pergi begitu saja layaknya hantu.

Menurut kebanyakan orang, ghosting bukanlah tindakan yang tepat. Percayalah, ada begitu banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk membahas dan berkomunikasi secara langsung dengan orang yang bersangkutan ketika menemukan adanya ketidakcocokan. Tetapi, mungkin juga ada beberapa pengecualian, di mana ghosting menjadi halal alias sah dan baik-baik saja untuk dilakukan.

1. Kamu nggak pernah bertemu dengannya

6 Kondisi yang Membuatmu Boleh Melakukan Ghosting Terhadap Seseoranghttps://www.pexels.com/@olly

Kondisi ini dapat memudahkan kamu untuk benar-benar pergi tanpa melalui banyak drama. Bahkan, ketika itu adalah sebuah persahabatan! Kamu nggak memiliki kewajiban untuk mengomunikasikan kepadanya secara langsung tentang ketidakcocokan yang kamu rasakan, kok. Karena biasanya, ketika kamu belum pernah bertemu secara langsung, waktu dan usaha yang diinvestasikan untuk satu sama lain tidaklah terlalu banyak. So, don't worry.

2. Sesuatu terjadi saat kencan pertama

6 Kondisi yang Membuatmu Boleh Melakukan Ghosting Terhadap Seseoranghttps://www.pexels.com/@vlada-karpovich

Apabila kencan pertama kamu dengan seseorang berjalan kacau. Nggak perlu ragu untuk memilih pergi tanpa memberi si dia penjelasan, ya. Terkadang, kamu perlu memberi orang lain waktu untuk mengevaluasi kembali penilaian dan persepsi mereka tentang sesuatu. Dengan begitu, si dia dapat belajar dan bergerak maju.

3. Si dia menakutkan, tak sopan, atau kasar

6 Kondisi yang Membuatmu Boleh Melakukan Ghosting Terhadap Seseoranghttps://www.pexels.com/@polina-zimmerman

Sebagian besar dari kamu, tentu memiliki pengalaman di mana seseorang berbeda dari ketika kali pertama ditemui. Mungkin, dengan penuh obsesi mereka muncul di tempat-tempat yang tidak pernah kamu ceritakan sebelumnya. Atau, barangkali, si dia yang belakangan kamu kencani itu, bertindak kasar dan nggak sopan. Inilah saat yang tepat untukmu segera pergi! Kamu nggak berutang penjelasan terhadap orang yang demikian, Bela. Sekali lagi, dalam kondisi seperti ini, sama sekali bukan masalah besar jika kamu bertindak ghosting kepadanya.

4. Kamu menangkap basah mereka tengah berbohong

6 Kondisi yang Membuatmu Boleh Melakukan Ghosting Terhadap Seseoranghttps://www.pexels.com/@heitorverdifotos

Seseorang yang memiliki keberanian untuk berbohong, nggak pantas untuk mendapatkan penjelasan mengapa kamu tiba-tiba berhenti bicara dengan mereka. Percayalah, hal ini dapat menjadi pukulan telak baginya bahwa berpura-pura dan menutupi kebenaran adalah sesuatu yang salah.

5. Kamu memiliki firasat yang buruk tentangnya

6 Kondisi yang Membuatmu Boleh Melakukan Ghosting Terhadap Seseoranghttps://www.pexels.com/@ba-tik

Kita semua nggak terkecuali kamu, tampaknya, perlu lebih banyak menggunakan intuisi. Terkadang, kamu harus percaya bahwa kata hati dan firasat akan menyelematkan kamu dari banyak hal. Apabila ada gelagat aneh dari si dia, percayalah, itu merupakan suatu pertanda.

Namun, jika memang mereka nggak menyadari apa yang mungkin dilakukan atau dikatakan. Maka, seharusnya akan baik-baik saja jika kamu memutuskan untuk berhenti berbicara dengannya tanpa aba-aba. Ghosting bukanlah sesuatu yang salah ketika dilakukan pada kondisi yang tepat, kok.

6. Si dia melampaui batasan yang telah kamu tetapkan

6 Kondisi yang Membuatmu Boleh Melakukan Ghosting Terhadap Seseoranghttps://www.pexels.com/@trinitykubassek

Setiap orang memiliki batasannya masing-masih dalam menolerir berbagai hal. Apalagi, saat batasan tersebut terlampaui oleh orang lain. Perasaan tidak aman akan segera menyelimuti diri. Sehingga, apabila hal tersebut terjadi pula terhadapmu, ketika seseorang mencapai titik di mana mereka melampaui batasan yang telah kamu tetapkan. It's okay untuk pergi menghilang darinya, kok. Seharusnya, tanpa penjelasan pun, si dia dapat menerima ketika kamu memutus hubungan secara sepihak.

Baca Juga: 6 Tipe Laki-laki yang Ghosting Kepadamu

Baca Juga: 7 Cara Menyikapi Cowok yang Lakukan Breadcrumbing

Baca Juga: Kenali Cookie Jarring, Jangan Sampai Terjebak dalam Gaya Pacaran Ini!