Rasa jenuh, tidak nyaman, atau alasan kesibukan membuatmu ingin sendiri dulu untuk sementara waktu. Kemudian kata ‘break’ muncul sebagai jalan keluar untuk menyegarkan pikiran. Namun sadarkah kamu, bahwa keputusan untuk break ternyata bisa menjadi awal perpisahan yang sesungguhnya.

1. Kata break hanyalah alibi

3 Tanda Ketika Break Menjadi  Awal Perpisahan yang Sesungguhnyaaroseoficeandfire.wordpress.com

Satu kata ini hanyalah alibi yang kalian bangun karena kata putus terlalu berat untuk diungkapkan. Ada perasaan yang sama-sama ingin kalian jaga, tapi tanpa sadar justru kamu dan dia saling merusak perasaan tersebut. Karena sebenarnya break ini hanyalah bentuk lain dari berkibarnya bendera putih dalam hubungan kalian.

2. Aturan yang kalian buat tak lagi berlaku

3 Tanda Ketika Break Menjadi  Awal Perpisahan yang Sesungguhnyaedequity.org

Langkah terbaik untuk break adalah dengan membuat aturan yang jelas apa saja yang perlu kalian lakukan setelah perpisahan sementara ini terjadi. Sejauh apa jarak dan kedekatan yang harus kalian jaga. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, jarak yang terbentuk justru akan semakin jauh. Karena kamu dan dia tak punya banyak waktu untuk berkomunikasi dan membicarakan perihal kelanjutan hubungan kalian.

3. Pasangan atau kamu berubah

3 Tanda Ketika Break Menjadi  Awal Perpisahan yang Sesungguhnyaplaybuzz.com

Setelah break terjadi, kamu dan dia akan menikmati lebih banyak waktu dengan orang lain. Entah itu teman, keluarga, atau bahkan kalian menemukan calon pendamping baru. Kalian akan mulai menemukan dunia lain yang terasa lebih membahagiakan. Dari sinilah, mungkin kamu atau pasanganmu mulai berubah. Sehingga jarak yang terbentang di antara kalian semakin jauh.

Well, sebenarnya break bukanlah jalan keluar dalam hubungan. Jalan terbaik untuk mengatasi setiap masalah dalam hubungan yaitu komunikasi. Kamu dan pasangan perlu bicara dari hati ke hati, mengungkapkan apa yang sesungguhnya kalian rasakan. Keberanian untuk saling jujur perihal perasaan masing-masing akan mempermudah kalian untuk menghadapi masalah. Karena kedua belah pihak telah paham betul bagaimana situasi yang terjadi.

 

BACA JUGA: Meski Menyakitkan, Patah Hati Juga Punya Manfaat dalam Hidupmu