Kehadiran media sosial membuat beberapa istilah dalam hubungan percintaan menjadi semakin viral, seperti salah satunya yaitu 'pelakor'. Tapi tahukah kamu, sebenarnya sejumlah istilah yang viral di kalangan anak muda saat ini sudah ada sejak zaman dulu, lho. Nah, berikut 9 istilah dalam cinta yang tak lekang oleh waktu.

9 Bahasa Gaul tentang Cinta Ini Ternyata Sudah Ada Sejak Dulu, Lho

Istilah pelakor saat ini begitu viral di dunia maya. Jika mau hiperbola, bisa dibilang, tahun 2017 adalah tahun yang dipenuhi drama pelakor, terutama dari dunia selebritas. Pelakor sendiri merupakan sebuah akronim dari kalimat perebut lelaki orang. Lazimnya, istilah ini digunakan untuk menyebut para wanita yang menjadi orang ketiga dalam hubungan rumah tangga seseorang. Pelakor secara khusus merujuk pada wanita, karena yang direbut adalah lelaki orang. Terlepas dari kata pelakor, sebenarnya zaman dulu juga sudah ada istilah untuk menggambarkan seorang wanita yang menjadi orang ketiga, lho! Dulu, istilahnya adalah WIL, atau wanita idaman lain. Meskipun sebenarnya maksudnya sama, istilah ini terkesan lebih halus dari pelakor. Saat ini, istilah WIL ini sudah mulai ditiggalkan dan berganti menjadi pelakor. Hanya sebagian orang saja yang masih menggunakan istilah WIL, biasanya yang sudah berusia diatas 30 tahun.
 
9 Bahasa Gaul tentang Cinta Ini Ternyata Sudah Ada Sejak Dulu, Lho

Pernah dengar istilah jagain jodoh orang? Itu lho istilah yang diberikan pada orang yang sudah pacaran lama tapi nikahnya sama orang lain. Akhir yang kurang mengenakkan itu sudah acap kali terjadi. Tren kalimat itu sebenarnya sudah lama ada, namun sejak putusnya Raisa dan Keenan Pearce yang sudah berjalan empat tahun dan Raisa yang kemudian menikah dengan Hamish Daud, kalimat itu menjadi kembali viral. Bermula dari postingan Keenan pada 23 Mei 2017 di akun Instagramnya mengenai promo salah satu ojek online. Banyak netizen yang justru menuliskan komentar agar Keenan menyusul mantannya menuju ikatan halal. Agar kejadian yang sama tak terulang kembali, yaitu jagain jodoh orang.
 
9 Bahasa Gaul tentang Cinta Ini Ternyata Sudah Ada Sejak Dulu, Lho

Di akhir 2017, Twitter viral dengan sekumpulan jomblo yang membalas tweet cewek-cewek. Kalau ketahuan, biasanya bakal disahutin "Pepet terus, jangan kasih kendor!". Kadang-kadang disingkat jadi petrus juga. Sebenarnya istilah ini sudah populer cukup lama yaitu istilah bagi para cowok yang sedang melakukan PDKT dengan gebetannya.
 
9 Bahasa Gaul tentang Cinta Ini Ternyata Sudah Ada Sejak Dulu, Lho

Buaya darat adalah istilah yang sudah viral cukup lama. Biasanya julukan ini disematkan pada cowok-cowok yang sering berganti pasangan. Predikat ini cenderung sangat buruk bagi cowok, sebab julukan ini konon diciptakan oleh para cewek yang merasa dirugikan dalam hubungannya bersama cowok yang telah mempermainkan perasaan mereka. Tapi sebenarnya sebelum istilah buaya darat ini populer, cowok yang sering berganti pasangan lebih dikenal dengan istilah playboy.
 
9 Bahasa Gaul tentang Cinta Ini Ternyata Sudah Ada Sejak Dulu, Lho

Nggak ada sejarah pasti yang mengungkapkan asal mula istilah kucing garong ini. Ada yang menyebut istilah ini untuk para cewek yang berkelakuan seperti kucing liar. Tapi berkat lagu dangdut dengan judul yang sama dengan istilah ini, maka kucing garong diperuntukkan kaum cowok yang suka mempermainkan cewek. Sebab kucing liar semacam ini akan kabur ketika ada masalah atau ketika dirinya terancam dan akan menyerang ketika lawan lengah. Sama persis seperti cowok atau cewek yang melakukan kecurangan dalam hubungan.
 
9 Bahasa Gaul tentang Cinta Ini Ternyata Sudah Ada Sejak Dulu, Lho

Menurut sejarah yang beredar, istilah hidung belang ini sudah ada sejak zaman penjajahan di Indonesia. Remy Sylado dalam Kompas menjelaskan sejarah istilah hidung belang ini berasal dari zaman VOC, di mana para penjajah (Belanda) menjalankan pergundikan terhadap cewek-cewek pribumi. Dalam buku Vrouwen naar Jacatra karangan Hertog, seorang gadis pribumi yang terperangkap dalam cinta lelaki dari Belanda ini adalah Saartje Specx. Ia merupakan anak angkat dari Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen yang jatuh cinta pada pengawalnya sendiri, Pieter Corthenhoeff. Pada suatu ketika, sepasang kekasih ini kepergok oleh Sang Gubernur saat sedang berhubungan badan. Sang Gubernur lantas menghukum ajudannya dengan alasan berzina. Lalu Cortenhoeff digantung di tengah kota, dengan sebelumnya dicorengi hidungnya dengan menggunakan arang. 
 
9 Bahasa Gaul tentang Cinta Ini Ternyata Sudah Ada Sejak Dulu, Lho

TTM itu kepanjangan dari Teman Tapi Mesra. Istilah ini diperuntukan untuk sejoli yang membina kedekatan mereka tanpa berkomitmen. Konon istilah ini terjadi karena ledekan atau sindiran dari beberapa orang disekitarnya, maka disebutlah teman tapi mesra. Pada tahun 2005, dua grup band Ratu yang kala itu masih beranggotakan Maia Estianty dan Mulan Kwok (nama panggung Mulan Jameela saat masih di Ratu -red) membuat single lagu yang berjudul “Teman tapi Mesra”. Lagu tersebut kembali mengangkat istilah teman tapi mesra di kalangan masyarakat.
 
9 Bahasa Gaul tentang Cinta Ini Ternyata Sudah Ada Sejak Dulu, Lho

Setiap orang yang sedang menjalin kasih pasti pernah dengar istilah wakuncar. Istilah yang satu ini menjadi istilah yang disingkat. Wakuncar yang punya kepanjangan waktu kunjung pacar ini menjadi tren dan beken untuk kalangan anak muda yang ingin pergi bersama pacar mereka. Istilah ini ada sejak era 60an karena dijadikan sebuah lagu dangdut dan dipopulerkan oleh banyak penyanyi seperti Camelia Malik, Ira Swara, dan Inul Daratista.
 
9 Bahasa Gaul tentang Cinta Ini Ternyata Sudah Ada Sejak Dulu, Lho

Istilah apel nggak cuma berarti upacara pagi yang dilakukan sama aparat negara, dan entah mengapa bisa digunakan sama orang pacaran yang mau jemput pasangannya. Istilah ini menjadi buah bibir dan salah satu kebanggaan muda-mudi di tahun 70an. Apel atau ngapel sendiri mirip seperti wakuncar. Jadi kepanjangan dari apel sendiri itu “ wajib hadir di rumah kekasih”. Seperti yang dikatakan di atas kalau apel itu sebenarnya adalah sebuah upacara yang wajib dilakukan oleh aparat negara. Lalu di tahun 70-an akhirnya kata ini tercetus karena setiap  orang wajib untuk ngapelin atau berkunjung ke rumah pacar setiap malam Minggu.

Baca Juga : Cara Menghadapi Pelakor & 5 Hal Penting Tentangnya