Salah satu hal yang menentukan langgeng atau tidaknya sebuah hubungan adalah komunikasi yang baik. Ini benar. Tapi masalahnya, berkomunikasi tidaklah semudah kelihatannya. Tidak hanya sekadar saling berbicara atau mendengar karena cara orang mengkomunikasikan cintanya berbeda-beda.

Dr. Gary Chapman dalam bukunya The Five Love Languages: The Secret to Love That Lasts, memperkenalkan konsep ini dengan nama bahasa cinta. Ada lima bahasa cinta dan semuanya "menuntut" perlakuan yang berbeda dalam sebuah hubungan.

Mengenal lima bahasa cinta

Bukan Komunikasi, Ini Akar dari Setiap Pertengkaran Kamu dan Pasanganwww.pinterest.com/soompi

Ada lima bahasa cinta yaitu:

  1. Pelayanan: Bagi mereka mencintai adalah dengan meringankan beban tanggungjawab, misalnya dengan membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
  2. Waktu berkualitas: Bagi mereka mencintai adalah dengan meluangkan waktu bersama yang berkualitas tanpa gangguan.
  3. Pemberian: Bagi mereka mencintai adalah dengan memberikan sesuatu, tidak harus barang mewah, yang penting bermakna.
  4. Pujian: Bagi mereka mencintai adalah dengan memberikan pujian dan membuat pasangannya merasa dicintai.
  5. Sentuhan fisik: Bagi mereka mencintai adalah dengan berpegangan tangan, berciuman, berpelukan, dan sebagainya.

Kita bisa punya lebih dari 1 bahasa cinta dan bisa berubah

Bukan Komunikasi, Ini Akar dari Setiap Pertengkaran Kamu dan Pasanganwww.twiter.com/tvN

Mungkinkah memiliki dua bahasa cinta? Mungkin sekali. Bahkan bahasa cinta kita bisa berubah seiring dengan makin banyaknya hal yang kita alami dalam setiap hubungan yang kita jalani. 

Berbeda bahasa cinta, akar pertengkaran kita

Bukan Komunikasi, Ini Akar dari Setiap Pertengkaran Kamu dan Pasanganwww.pinterest.com/soompi

Pasangan kita memiliki bahasa cinta "pelayanan", dia selalu membantu meringankan beban tanggungjawab kita misalnya dengan memasakkan makanan. Padahal bagi kita itu hal yang tidak terlalu penting, di hati mungkin kita berkata "Ih, ngapain segitunya sih". Di sisi lain kita berharap dia memberikan "pujian" terhadap baju yang kita pilih untuk berkencan seperti yang biasa kita lakukan padanya. Tapi kita tidak pernah mendapatkannya.

Akhirnya kita dan pasangan sama-sama mengklaim masing-masing sebagai orang yang tidak perhatian, tidak pengertian, egois, ingin menang sendiri. Lihat, kan? Bahasa cinta menjadi akar pertengkarannya. Kita tidak akan pernah nyambung meski terus berkomunikasi kalau bahasa kita berbeda dan kalau tidak tahu bahasa kita berbeda.

Padahal beda bahasa cinta itu wajar sekali, lho, Bela! Kalau kita sama-sama tahu dan sadar bahwa bahasa cinta kita berbeda, kita akan lebih mudah menjalin komunikasi. Kita akan lebih menghargai usaha pasangan untuk mencintai dan tidak cepat kecewa saat usaha kita mencintai belum dihargai.

Baca Juga: Kenali 5 Bahasa Cinta yang Bikin Hubunganmu Makin Lengket