Menurut April Masini, seorang pakar hubungan dan pakar etiket New York dari Forum Saran Hubungan, ketika pasangan mengambil jeda dalam suatu hubungan, biasanya karena satu orang nggak yakin tentang nilai masa depan dari hubungan mereka.

Break seringkali digunakan kedua pasangan dengan perjanjian tertentu untuk sama-sama mengevaluasi dan menjernihkan pikiran masing-masing. Jika kamu sedang dalam masa jenuh dan ingin break sebelum memutuskan akan lanjut atau putus saja, ada 5 tipe break yang bisa kalian gunakan, Bela.

Berencana Break dari Pacar?  Intip 5 Caranya yang Bisa Kamu Pilih-

Bisa dibilang, blackout break ini yang paling ekstrem, Bela. Kalian menghilang dan nggak saling mengabari. Bahkan mungkin nggak saling tanya akan ke mana hubungan kalian. Kebanyakan hubungan seperti ini berakhir dengan menggantung. Saling menghilang merupakan bukan hal yang dewasa. Sudah sepatutnya kalian saling menjelaskan status hubungan masing-masing daripada saling menggantung.

Berencana Break dari Pacar?  Intip 5 Caranya yang Bisa Kamu Pilih-

Ada beberapa orang yang putus karena merasa kosong atau bosan sehingga membuatnya mencari sesuatu yang hilang atau kosong tersebut dari orang lain. Namun dengan orang baru ini kalian sama sekali nggak membuat status apapun dan kamu agak tertarik dengannya. Kebanyakan yang melakukan break seperti ini nggak pernah mengakui jika kalian jalan dengan yang lain. Karena nggak saling berdiskusi atau meminta izin, seringkali break jenis ini dikatakan berselingkuh.

Berencana Break dari Pacar?  Intip 5 Caranya yang Bisa Kamu Pilih-

Ada beberapa orang yang ingin putus namun bingung bagaimana caranya. Di satu sisi nggak mau menyakiti, di sisi lain sudah nggak mau bersama. Maka jalan tengahnya adalah dengan break. Selama masa break ini, kalian akan mencari cara atau alasan kalian ingin putus. Jenis break ini banyak dilakukan karena nggak mau menyakiti hati pasangannya.

Berencana Break dari Pacar?  Intip 5 Caranya yang Bisa Kamu Pilih-

Nah, break yang satu ini seringkali terjadi di saat kalian berdebat. Break ini nggak pernah dipikirkan matang-matang karena diucapkan ketika sedang emosi atau marah. Sejujurnya kalian masih saling menyayangi dan mencintai, hanya saja ketika emosi kata putus atau break tersebut terucap. Nggak lama kemudian kalian sudah memaafkan satu sama lain dan sudah kembali seperti biasa.

Break  dalam suatu hubungan merupakan hal yang  normal dan sehat kok, Bela. Saat break ini memberi kamu kesempatan untuk melihat apa yang mungkin nggak bisa kamu lihat saat kamu berada di dalam hubungan. Nggak ada yang tahu di mana break akan berlangsung sampai kalian yang mengambil keputusan. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah apakah akan putus atau saling memberi kesempatan. 

Baca Juga: Jangan Sedih, Ini 7 Cara Atasi Patah Hati Setelah Ditolak Gebetan