ROH mempersembahkan pameran tunggal dari seniman Syaiful Aulia Garibaldi atau akrab yang disapa Tepu dalam tajuk "tumbuh" di ruang barunya di Mentang, Jakarta. Karya dan praktik Syaiful Aulia Garibaldi telah memikat pihak galeri sejak pameran tunggal perdananya, Regnum Fungi (2012), di ruang alternatif Bandung, Padi Art Ground.

Syaiful Aulia Garibaldi sendiri terkenal akan pemaparannya yang kompleks dari ide ke dalam banyak kemungkinan. Dengan media kerja di atas kertas, instalasi patung hidup, hingga mural, Garibaldi sering mengawinkan seni rupa dengan sains - terutama yang berkaitan dengan ilmu hayati. Pada "tumbuh", sang seniman mengarahkan perhatiannya kepada Eleusine indica atau dalam bahasa Sunda disebut Carulang, tanaman gulma yang tumbuh di sekitar studio miliknya.

Galeri ROH Persembahkan 'tumbuh', Karya Syaiful Aulia Garibaldidok. ROH

Eksplorasi terhadap tanaman ini diterjemahkan melalui pembesaran, penggandaan, serta tangkapan dan alih bentuk representasional yang dipaparkan secara abstrak. Menyambut para penikmat, akar rumput berlapis emas dipajang di area tembok depan galeri ini. Lalu ada juga instalasi video yang mendalam tentang bagaimana tanaman ini "beraksi" di bawah lensa mikroskop berhasil menghipnotis mata dan telinga, berkat audio visual yang menggema. Menuju Gallery Orange, instalasi kertas yang merentangkan 4.000 monoprint/cetak tunggal pada kertas, serta sepilihan karya lukis yang mengungkap cabang baru dari ketertarikan Garibaldi ini. Menikmati karya "tumbuh" ibarat kita terbawa dalam alam imajinasi metafisika tanpa batas yang bersifat ambigu.

Galeri ROH Persembahkan 'tumbuh', Karya Syaiful Aulia Garibaldidok. ROH

ROH dan Garibaldi sangat beruntung menerima dukungan dari salah satu pemikir dan pemuka budaya Indonesia, Goenawan Mohamad, untuk berbicara dengan Syaiful Aulia Garibaldi mengenai ketertarikan dan eksplorasi artistiknya pada pameran ini. Melalui serangkaian korespondensi tertulis, Mohamad memantik sejumlah percakapan yang mengurai simpul-simpul sains pada praktik kesenian Garibaldi dan mengaitkannya dengan tafsir dan simpulan yang menghubungkan karya-karya Garibaldi dengan karya seniman dan gagasan lain.

Dalam salah satu responnya kepada Mohamad, Garibaldi mengutarakan bagaimana riset dan penjelajahannya mengantarkan kepada penemuan akan “alelopati”, sebuah fenomena alam yang terjadi ketika suatu organisme, dalam hal ini Eleusine indica, berada dalam ancaman. Dalam kondisi bahaya, organisme ini akan mengeluarkan alelokimia, sejenis zat yang menyerang hidup dan tumbuh tanaman-tanaman di sekitarnya. Alelopati yang dalam bahasa Yunani bermakna “menderita bersama”, dianggap sebagai infeksi biokimia yang berbahaya bagi kelangsungan hidup organisme lain. Namun di sisi lain, Garibaldi melihat fenomena ini sebagai cara ekosistem dan ekologi untuk bertahan melalui berbagai kondisi lingkungan, alih-alih membahayakan atau menyakiti - dengan berbagi penderitaan. Melalui lensa mikroskop yang mengizinkan berbagai derajat pembesaran untuk melihat dunia tak kasat mata, Garibaldi mengajak kita melihat kerumitan lapisan dunia yang memikat, jika kita mau memperhatikan dan melihat lebih dekat.

Galeri ROH Persembahkan 'tumbuh', Karya Syaiful Aulia Garibaldidok. ROH

Pameran tunggal Syaiful Aulia Garibaldi, "tumbuh", dibuka untuk publik mulai Selasa, 21 Juni 2022 hingga Minggu, 31 Juli 2022.

Galeri ROH Persembahkan 'tumbuh', Karya Syaiful Aulia Garibaldidok. ROH
Galeri ROH Persembahkan 'tumbuh', Karya Syaiful Aulia Garibaldidok. ROH

Baca Juga: Awal Tahun, Museum MACAN Hadirkan Dua Pameran Besar

Baca Juga: Intip Aksi Para Selebgram Di Pameran Museum MACAN x Yayoi Kusama

Baca Juga: ROH Membuka Ruang Pamer Barunya di Jalan Surabaya, Menteng