Danjyo Hiyoji dikenal dengan koleksi yang unisex! Sengaja atau tidak, sang desainer dari dulu memang selalu menampilkan koleksi yang bisa dikenakan oleh pria atau pun wanita. Jika kita kilas balik ke koleksi di musim-musim sebelumnya, pasti kita bisa deh menemukan beberapa pieces yang potongannya masuk untuk pria dan wanita - terutama yang bersiluet kebesaran. Kesan unisex yang sudah melekat memang menjadi karakter dari Danjyo Hiyoji, yang membuatnya terkenal dikalangan pecinta gaya street. Tapi sekarang, Dana Maulana dan Liza Mashita berniat menghapus anggapan "label unisex" tersebut. Kini keduanya, memisahkan mana yang untuk pria dan mana yang untuk wanita, lewat koleksi kolaborasinya dengan Zalora, malam ini, pesan tersebut diutarakan dengan lantang. Panggung JFW pun terasa hidup dengan musik upbeat yang selalu... dan selalu... dihadirkan hanya dari Danjyo Hiyoji. Pertama dibuka oleh para model pria yang mengenakan jubah "We are Danjyo Hiyoji", dan diteruskan oleh parade koleksi warna-warni (yes, warna-warni), yang playful untuk Spring/Summer 2017.

#JFW2017 Danjyo Hiyoji : Koleksi yang (Surprisingly!) Tidak Bergaya Unisex

Motif garis-garis pada koleksi sebelumnya menjadi sebuah starting point. Namun menjadi sesuatu yang baru ketika Dana dan Liza menghadirkan koleksi yang penuh dengan warna-warni. Kadar playful-nya kali ini begitu shocking. In the same way, permainan layering dan proporsi menjadi sesuatu yang masih melekat - gaya asimetris, tumpuk-menumpuk bahan, pada atasan, celana, hingga rok di-finishing dengan unfinished detail yang sudah menjadi ciri khas. Karena koleksi "Uniformity in Diversity" ini dibagi menjadi dua, pada koleksi pria-nya, atasan dan kemeja bersiluet maskulin dalam tabrak warna yang masih netral, tepat menggambarkan karakter cowok-nya Danjyo Hiyoji. Sementara yang menarik adalah saat melihat siluet pada koleksi wanita yang benar-benar berubah total, menjadi begitu fitted. Menonjolkan lekuk tubuh wanita menjadi eksplorasi terbaru yang menarik. Pemakaian obi belt dan potongan celana high waist membuat karakter cewek-nya Danjyo Hiyoji tampak feminin dan berbeda. Mission accomplished.

#JFW2017 Danjyo Hiyoji : Koleksi yang (Surprisingly!) Tidak Bergaya Unisex

Koleksi yang sudah tersedia di Zalora ini, sepertinya menjadi statement penegas kalau Danjyo Hiyoji bisa bermain warna, tidak bergaya unisex lagi, ready stock, bisa sangat wearable, dengan harga yang affordable.

Keputusannya untuk menghadirkan warna warni menjadi sesuatu yang fresh tapi cukup beresiko. Dampaknya bisa dilihat dari para influencers dan penggemar Danjyo Hiyoji yang mungkin terlihat terkejut dengan gaya koleksi yang "mendadak" colorful - apalagi bagi mereka yang "mendewakan" feed monokrom pada Instagram-nya - beberapa dari mereka mengaku tetap suka eksekusi kreatif dari Danjyo Hiyoji, walau secara warna kurang begitu klik.

But in the end, Dana dan Liza menjadi salah satu desainer di JFW 2017 yang berani berinovasi. Tidak hanya bagi labelnya, tapi juga untuk kultur mode street di tanah air. Sebuah karakter memang tidak bisa berubah dalam semalam. Market butuh penyesuain dan action yang berkala. Tapi jika dinilai dari point-point di atas, rasanya koleksi ini tetap mampu menggambil hati banyak orang.

#JFW2017 Danjyo Hiyoji : Koleksi yang (Surprisingly!) Tidak Bergaya Unisex

#JFW2017 Danjyo Hiyoji : Koleksi yang (Surprisingly!) Tidak Bergaya Unisex

#JFW2017 Danjyo Hiyoji : Koleksi yang (Surprisingly!) Tidak Bergaya Unisex

BACA JUGA: #JFW2017 Lotuz : Progress Kesya Moedjenan Di Industri Fashion!