Kita semua paham kalau retail internasional merupakan kompetitor terbesar bagi para desainer lokal di sini. Terlebih buat mereka (desainer lokal)  yang memang berfokus pada penjualan ready-to-wear. Menyalahkan keberadaan kompetitor juga tidak menyelesaikan dilema. Besides, memiliki saingan dalam sebuah industri banyak memiliki sisi positifnya, seperti memotivasi, mengenal karakter pembeli, hingga yang paling penting bisa memunculkan pemikiran yang inovatif. Seperti pada malam ini, di IPMI Trend Show 2017, Barli Asmara bersama rekannya Kukuh, lewat lini ready-to-wear terbarunya yang bernama All The Horses (ATH), menghadirkan sebuah brand yang siap menandingi para retail internasional. "Kita mau membuka mata para anak muda supaya mau mengenakan produk lokal, ketimbang lebih memilih beli baju ke retail internasional. Lewat ATH kita juga menghadirkan banyak pilihan dengan produk yang lebih modern, lebih bagus dan berkualitas. Baik secara material yang nice dan ada value-nya. Detailnya pun nggak kalah dengan apa yang dijual oleh label internasional," jelas Kukuh.

#IPMI2017 Barli Asmara : All The Horses Siap Bersaing dengan Retail Internasional

Debut koleksi yang diberi judul Fair Ground, langsung menghidupkan suasana muda ditengah berbagai show tradisional sebelumnya. Permainan DJ Winky berhasil mengiringi koleksi yang memang secara pandang "internationally" terlihat pretty nice. Alih-alih para retail internasional sering men-copy beberapa items milik desainer dan rumah mode besar - today, seperti Balenciaga, Vetements, hingga yang selalu tak luput di copy, Céline -  All The Horses hadir dengan koleksi yang cukup fresh. Memang tidak terlalu original, karena unsur boho ala Isabel Marant, sentuhan rock n roll khas Hedi Slimane hingga kesan glamor Balmain's army cukup terasa walau tidak menonjol. Well, thanks to eksekusinya yang tepat. Very local friendly.

#IPMI2017 Barli Asmara : All The Horses Siap Bersaing dengan Retail Internasional

Urusan detail, All The Horses langsung tak kalah saing dengan apa yang sedang hits di butik-butik retail sekarang ini. Embroidery patches, checked. Tassel, checked. Aksen laser cut hingga studded detail, done. Ruffle top yang sedang kekinian, lace dress, koleksi denim dalam mixing material yang menarik, hingga leather jacket - noted genuine leather - menjadi peluru dari ATH untuk mengambil hati para fashionista tanah air. Tapi malam ini jaket kanvas berdetail stud yang dikenakan oleh Ayla Dimitri saat menghadiri show ATH menjadi It jacket yang begitu standout.

#IPMI2017 Barli Asmara : All The Horses Siap Bersaing dengan Retail Internasional

Koleksinya menjawab apa yang dibutuhkan para anak muda untuk tampil trendi. Sangat light, sejalan dengan arus mode, walau price point-nya tergolong premium - dimana ini agak tricky, mengingat "toko sebelah" dengan nama yang sudah dikenal menawarkan model dan harga yang sudah diterima secara lokal - well koleksi ATH sendiri sudah tersedia di allthehorses.id. Show ditutup oleh Widika Sidmore yang malam itu menjadi muse dari All The Horses, mengenakan sheer dress hitam yang dikombinasikan dengan celana panjang, rok fringe studded belt, dan lace up ankle boots. Full of attitude! 

#IPMI2017 Barli Asmara : All The Horses Siap Bersaing dengan Retail Internasional

#IPMI2017 Barli Asmara : All The Horses Siap Bersaing dengan Retail Internasional

#IPMI2017 Barli Asmara : All The Horses Siap Bersaing dengan Retail Internasional

BACA JUGA: #JFW2017 Toton : Sebuah Kisah Perpisahan Dibalik Koleksinya