Dari masa ke masa industri fashion dikenal sebagai pasar besar yang punya pengaruh pada ekonomi dunia. Bahkan, seorang Michele Obama mengakui bahwa fashion adalah sebuah bisnis ataupun karir yang melibatkan perhitungan tepat serta ilmu pengetahuan yang tidak mudah. Kali ini Popbela mengajak kamu belajar dari 5 lini high fashion yang sukses bersinar lagi setelah mengalami masa sulit. Get inspired, Bela!

Ini Dia 5 Lini High Fashion yang Sukses Bersinar Lagi Setelah Mengalami Masa Sulitartpartner.com


Rumah mode asal Florence, Italia ini muncul di tahun 1921 ketika pemiliknya Guccio Gucci memutuskan untuk menjual tas kepada pelanggan saddle kudanya. Perselisihan keluarga di sekitar tahun 1970-an dan 1980-an membuat kondisi bisnis Gucci kacau dan sempat hampir bangkrut di tahun 1993. Thanks to Tom Ford, pada tahun 1994 dia ditunjuk sebagai direktur kreatif Gucci. Bersama De Sole, presiden dan chief executive rumah mode ini, mereka fokus mengembangkan busana wanita Gucci sampai pendapatan per-tahun 2015 berada di angka 4 miliar Euro. Impresif!

Ini Dia 5 Lini High Fashion yang Sukses Bersinar Lagi Setelah Mengalami Masa Sulitthe6milliondollarstory.com


Tahukah Bela kalau lini fashion ikonik sekelas Chanel juga pernah mengalami masa sulit di tahun 1945? Pada masa pertengahan perang dunia kedua itu, Chanel terpaksa menutup couture house-nya sembari masih memproduksi parfum dan aksesoris. Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar yaitu 9 tahun buat Chanel untuk kembali lagi ketika lini fashion ini memperkenalkan jaket tweed di tahun 1954. Chanel berada di momen fashion lagi saat Karl Lagerfield ditunjuk sebagai direktur kreatif lini ini di tahun 1983 sampai sekarang. Tercatat pada 2014, Chanel meraih pendapatan sebesar 7,5 miliar US dollar. 

Ini Dia 5 Lini High Fashion yang Sukses Bersinar Lagi Setelah Mengalami Masa Sulit024grille.com


Di usia yang sangat muda yaitu 18 tahun, Tommy Hilfiger memulai bisnis fashion-nya pada akhir tahun 1970. Belum berdiri lama, lini pakaian pria ini terkena krisis dan hampir bangkrut karena kurangnya perencanaan finansial serta overexpansion. Baru deh pada 1985, Tommy kembali berada di radar industri fashion dengan menggandeng para investor baru. Tommy Hilfiger mencatat sejarah sebagai perusahaan fashion pertama yang terdaftar di New York Stock Exchange yaitu di tahun 1992. 

Ini Dia 5 Lini High Fashion yang Sukses Bersinar Lagi Setelah Mengalami Masa Sulitartpartner.com


Salah satu tantangan besar rumah mode dalam bisnis fashion adalah saat ditinggalkan oleh desainer-nya. Inilah yang terjadi pada Balmain ketika Oscar de la Renta meninggal dunia di tahun 2014. Balmain menghadapi kemungkinan bangkrut karena seorang investor tidak memenuhi komitmennya. Satu tahun kemudian, pemilik Balmain memutuskan untuk menggunakan wajah baru yaitu Christophe Decarnin sebagai direktur kreatifnya. Sekarang, figur milenia Olivier Rousteing yang masih berusia 24 tahun mulai membawa Balmain bersinar lagi dengan meningkatkan penjualan sampai 121,5 juta Euro di tahun 2016. 

Ini Dia 5 Lini High Fashion yang Sukses Bersinar Lagi Setelah Mengalami Masa Sulitdrinkblackwater.com


Dengan mengusung gaya minimalis, perjalanan bisnis Calvin Klein terlihat mulus di awal kemunculannya pada tahun 1977. Tampak sukses di permukaan, ternyata lini fashion ini terhimpit banyak hutang dan hampir bangkrut di tahun 1992. Thanks to David Geffen, seorang pebisnis dunia hiburan yang membawa nuansa baru lewat iklan underwear CK yang cukup kontroversial. Yang jelas, tercatat Calvin Klein menghasilkan 2,9 miliar US dollar tahun lalu. Dengan semangat baru, CK akhirnya punya chief creative officer pertama bernama Raf Simons.

"Fall seven times, stand up eight"

Ini Dia 5 Lini High Fashion yang Sukses Bersinar Lagi Setelah Mengalami Masa Sulittheimpression.com


BACA JUGA: 5 Perusahaan Fashion Dinobatkan Sebagai Kantor Paling Cool