Beberapa tahun belakangan, industri fesyen lokal di Indonesia semakin berkembang pesat ya, Bela? Semakin banyak brand fesyen lokal, terutama di level Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kualitas produknya nggak kalah bagus dengan brand asing. Popbela bangga banget deh! 

Tapi nggak hanya Popbela aja yang bangga. Produsen serat viscose, Asia Pacific Rayon (APR) dan Jakarta Fashion Hub (JFH) juga ikutan bangga lho. Nah, salah satu bentuk apresiasi APR dan JFH kepada para UMKM fesyen lokal ini adalah dengan berpartisipasi dalam program pembinaan UMKM yang diinisiasi oleh Bank Central Asia (BCA).

Kegiatan kolaborasi antara APR, JFH, dan BCA tersebut dibahas dalam seremoni BCA Bangga Lokal: Fashioning the Future yang diselenggarakan di Grebe, Puri Indah Mall, Jumat (25/3) kemarin. Ingin tahu informasi mendalamnya? Langsung simak artikel ini yuk, Bela!

1. Ada 115 UMKM yang berpartisipasi dalam program ini

Keren! Ini Cara APR & JFH Dukung UMKM Fesyen Lokal Naik KelasDok. APR

BCA Bangga Lokal memberikan pelatihan, mentoring dan fasilitas yang dibutuhkan oleh para UMKM fesyen yang diharapkan dapat mendorong lebih banyak UMKM untuk naik kelas dan go global. Sebanyak 115 UMKM ikut dalam program mentorship yang dibuka sejak tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, ada 76 peserta hadir dan 27 diantaranya telah terdaftar sebagai mitra. Adapun, dari jumlah itu hanya 5 mitra terpilih yang berhak mengikuti keseluruhan program dan produknya dipajang di Grebe selama 25 Maret hingga 25 April 2022.

“Kegiatan Fashioning the Future 2022 menjadi momentum yang tepat bagi rekan-rekan UMKM untuk menampilkan hasil karya kekinian dan memiliki daya jual tinggi. Semoga dengan adanya kegiatan ini memberikan peluang yang baik bagi perekonomian bisnis lokal di Indonesia,” kata I Ketut Alam Wangsawijaya, Executive Vice President Transaction Banking BCA.

2. APR dan JFH bantu akses sourcing bahan viscose-rayon untuk para UMKM

Keren! Ini Cara APR & JFH Dukung UMKM Fesyen Lokal Naik KelasDok. APR

Head of Marketing Communication Asia Pacific Rayon, Sheila Rahmat pun menyambut baik program inisiatif dari BCA ini. Menurutnya, kegiatan ini bisa memfasilitasi dan mendorong para mitra UMKM fesyen naik kelas. “Selaras dengan visi APR untuk mendukung penggunaan produk yang berasal dan dibuat dari dalam negeri yakni ‘Everything Indonesia’,” kata dia.

Dalam kolaborasi ini, APR dan JFH turut membantu menyediakan akses bahan viscose-rayon bagi para UMKM. Tak hanya itu, mereka juga bekerjasama dengan BCA dan Clara Indonesia dalam menggagas berbagai kelas pelatihan seperti pengembangan produk, akses mendapatkan bahan baku, hingga strategi marketing.

3. Tantangan membuat produk berbahan viscose-rayon yang ramah lingkungan dari APR

Keren! Ini Cara APR & JFH Dukung UMKM Fesyen Lokal Naik KelasDok. APR

Lima mitra UMKM fesyen yang sebelumnya sudah terpilih kemudian diberi sebuah tantangan untuk membuat produk menggunakan bahan viscose-rayon dari APR yang mereka ambil dari Jakarta Fashion Hub. 

Kalau biasa bahan viscose-rayon identik dengan produk pakaian, maka dalam program ini tidak semua mitra UMKM menghasilkan pakaian lho, Bela! Justru ada yang membuatnya menjadi sepatu dan aksesori. Wow, kreatif banget ya!

Keren! Ini Cara APR & JFH Dukung UMKM Fesyen Lokal Naik KelasDok. APR

Brand yang berhasil menyulap bahan viscose-rayon menjadi sepatu tersebut adalah Privet. Sang pemilik, Krisnayanti Aditasari mengatakan sangat senang bisa menjadi bagian dalam program ini. Apalagi bisa bekerja sama dengan APR.

“Rasanya excited banget sih bisa berkolaborasi sama kain-kain dari APR. Ini pertama kalinya Privet menggunakan kain viscose-rayon. Ciri khas produk Privet adalah sepatu dengan warna-warna netral. Nah di program ini, kami ditantang untuk mengeluarkan produk baru dengan tema summer spring yang identik dengan warna-warna colorful,” kata Krisnayanti.

Keren! Ini Cara APR & JFH Dukung UMKM Fesyen Lokal Naik KelasPopbela.com/Asri Muspita Sari

Tak hanya Krisnayanti, Joenathan Tanumihardja yang mengelola brand aksesori Attelier juga merasa sangat tertantang menggunakan bahan viscose-rayon dari APR. Ia pun memilih untuk mengaplikasikan bahan tersebut ke dalam produk scarf dan bros.

“Kebetulan ini pertama kalinya Attelier menggunakan viscose-rayon. Pihak APR dan JFH sangat membantu kami dalam pemilihan bahan yang pas untuk scarf-nya,” jelas Joenathan.

4. Bahan viscose-rayon dari APR cocok untuk modest fesyen

Keren! Ini Cara APR & JFH Dukung UMKM Fesyen Lokal Naik KelasPopbela.com/Asri Muspita Sari

Karena sifatnya yang sejuk, nyaman, ringan dan mudah dikombinasikan dengan bahan lainnya, bahan viscose-rayon cocok diaplikasikan sebagai modest fashion. Seperti yang dilakukan Ayu Ginarani, pemilik label busana muslim dengan metode printing bernama Hana Aisha. 

Selama program pembinaan berlangsung, Ayu ditantang untuk mengaplikasikan material viscose-rayon ke dalam produk busana muslimnya. Ayu pun cukup terkejut ketika mengetahui hasil cetakan dari kain tersebut ternyata memiliki perbedaan hingga 30% dari kain yang biasanya digunakan. Terlepas dari hal itu, menurut Ayu viscose adalah bahan yang ringan, lembut, dan cocok digunakan untuk pakaian muslim sehari-hari.

Keren! Ini Cara APR & JFH Dukung UMKM Fesyen Lokal Naik KelasPopbela.com/Asri Muspita Sari

Senada dengan Ayu, Darin Emira, pemilik brand pakaian muslim Maritza mengatakan bahwa bahan viscose-rayon memang pas digunakan sebagai daily wear. Darin pun baru pertama kali pertama menggunakan bahan ramah lingkungan ini sebagai material utama produknya. 

Ia ditantang untuk membuat pakaian muslimah yang elegan dengan bahan tersebut. Padahal sebelumnya, Darin hanya menggunakan kain berbahan licin seperti satin untuk produk fesyennya.

Keren! Ini Cara APR & JFH Dukung UMKM Fesyen Lokal Naik KelasDok. APR

Sementara Diani yang menjalankan brand pakaian batik berlabel Nokanik, memilih untuk mengombinasikan produk batik tulisnya dengan material viscose-rayon dari APR. Hasilnya pun sangat apik. Apalagi menurut Diani, bahan viscose-rayon milik APR sudah terjamin ramah lingkungan.

“Kainnya APR 'kan sudah bersertifikat sustainable (ramah lingkungan) ya. Kalau batiknya sendiri terbuat dari katun. Kemudian saya kombinasikan keduanya. Tentu saja kalau pakai kain yang ramah lingkungan dari APR bikin konsumen jadi semakin percaya sama produk saya,” tutur Diani.

Yap, serat viscose-rayon yang dihasilkan APR memang bersifat ramah lingkungan sehingga sejalan dengan pendekatan sustainable fashion yang saat ini mulai banyak diterapkan oleh para pegiat fesyen di Tanah Air maupun di seluruh dunia.

Wah, ternyata bahan viscose-rayon banyak banget kelebihannya ya, Bela. Apalagi material yang ramah lingkungan ini juga bisa dikreasikan menjadi produk fesyen apapun. Nah, untuk para UMKM fesyen lokal yang sedang membaca artikel ini, mulai sekarang coba pakai viscose-rayon dari APR untuk produk kalian yuk! (WEB)

Baca Juga: Deretan Brand Fashion Lokal Indonesia yang Tembus Pasar Mancanegara

Baca Juga: 5 Brand Lokal yang Jual Cheongsam Modern dan Fashionable 

Baca Juga: Deretan Brand Lokal yang Jual Hijab Instan Modern