Belum reda duka yang dirasakan para korban teror bom di 3 gereja Surabaya dan rusunawa Sidoarjo yang terjadi Minggu (13/5) kemarin, masyarakat di ibukota Jawa Timur ini kembali dikejutkan oleh ledakan yang terjadi di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Dari rekaman CCTV di Polrestabes Surabaya, bom yang dibawa oleh pengendara motor ini meledak pagi ini sekira pukul 08.50 WIB. 

Aksi teror yang melanda Surabaya ini juga berimbas pada daerah lain, termasuk Jakarta sebagai ibukota Indonesia. Bahkan, Polda Metro Jaya menyatakan status Jakarta Siaga 1. Selain itu, inilah 5 fakta yang dilakukan pihak terkait di wilayah kota Jakarta, imbas dari teror bom Surabaya. 

Imbas dari Teror Bom Surabaya, Pemerintah Jakarta Lakukan 5 Hal Ini

Pasca ledakan yang terjadi di kota Surabaya, kemarin Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Aziz, menerbitkan telegram rahasia (TR) terkait kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) saat ini. Dalam TR tersebut, Idham menyebut status kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya Siaga 1 dan meminta seluruh jajaran Polda Metro Jaya untuk meningkatkan kesiagaan demi menciptakan situasi, keamanan, dan ketertiban masyarakat yang aman serta kondusif. Meski begitu, Idham menghimbau warga untuk tetap tenang dan melaporkan kepada polisi jika ada hal-hal yang mencurigakan.

Imbas dari Teror Bom Surabaya, Pemerintah Jakarta Lakukan 5 Hal Ini

Menanggapi TR yang diterbitkan oleh Kapolda Metro Jaya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut menginstruksikan seluruh jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan di seluruh wilayah Jakarta. Instruksi tersebut diunggah dalam laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, ppid.jakarta.go.id, Minggu (13/5) kemarin. Salah satu petikan instruksi yang disampaikan oleh Anies Baswedan ialah meningkatkan kewaspadaan, pengawasan, dan penjagaan lingkungan, terutama objek vital, dan titik kumpul massa.

Imbas dari Teror Bom Surabaya, Pemerintah Jakarta Lakukan 5 Hal Ini

Selain menginstruksikan pada pejabat terkait di wilayah Jakarta, Anies Baswedan juga berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI untuk menerjunkan 36 ribu aparat keamanan guna menjaga berbagai objek vital dan rumah ibadah di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta juga telah berkoordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengawasi pergerakan terorisme di sekitaran Jakarta. Dengan demikian, Jakarta disebut telah dikawal oleh para personel keamanan negara. 

Imbas dari Teror Bom Surabaya, Pemerintah Jakarta Lakukan 5 Hal Ini

Berbagai pihak segera merespons aksi teror yang menyerang masyarakat kota Surabaya. Salah satunya ialah PT Kereta Api Indonesia (persero) Daerah Operasi 1 Jakarta. Executive Vice President Daerah Operasi 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah, mengaku telah meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pengawasan di wilayah Jakarta. Pihaknya akan memfokuskan pengawasan utama pada Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen karena kedua stasiun tersebut merupakan awal pemberangkatan dan kedatangan kereta api jarak menengah dan jarak jauh. Guna memperketat pengawasan, mereka menambah jumlah personel keamanan di stasiun tersebut. 

Imbas dari Teror Bom Surabaya, Pemerintah Jakarta Lakukan 5 Hal Ini

Bukan hanya PT KAI yang memberikan respons, serangan teror yang terjadi di Surabaya ini juga membuat Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Budi Kaliwono, menginstruksikan semua petugas untuk memperketat pengamanan di seluruh halte dan bus Transjakarta. Pihaknya akan melakukan pengawasan melalui kamera pengawas CCTV yang terpasang di halte Transjakarta dan bus Transjakarta sehingga tindakan kriminal dapat dicegah.

Bagaimanapun, aksi teror yang menewaskan banyak orang yang tidak bersalah sama sekali nggak bisa dibenarkan. Mari kita doakan semoga setelah ini tidak ada lagi terorisme seperti ini, ya, Bela.

BACA JUGA: 5 Fakta yang Harus Kamu Tahu dari Insiden Bom Gereja di Surabaya