Siapa di antara kamu yang merasa bersyukur banget dengan adanya e-commerce, Bela? Yap, Popbela yakin banyak di antara kita yang hobi banget belanja sampai berjualan di e-commerce. Apalagi kamu yang punya bisnis kecil-kecilan, nggak perlu lagi pusing bayar sewa toko. Terlebih lagi mudahnya sebuah website e-commerce digunakan bagi penjual. Nggak heran kalau di antara kita juga cenderung menggunakan e-commerce untuk bertransaksi karena kepraktisannya.

Tapi, pernah terpikir nggak Bela selain sang CEO, tim mana yang mendesain sebuah website e-commerce bisa digunakan dengan mudah oleh user atau pengguna? Ya, tanpa User Experience (UX) Designer kita nggak akan bisa merasakan kemudahan menggunakan sebuah website, Bela. Begitu juga sebaliknya, tanpa user, UX Designer pun nggak akan bisa tahu apakah desain website yang mereka rancang rumit digunakan oleh user atau justru mudah.

Saphira Amethysta, sang UX Designer di Tokopedia ini pun mengakui kalau profesinya ini memang memberi tantangan buatnya, Bela. "Karena profesi ini bukan mempercantik website aja, tapi juga berusaha untuk reach user," ucap Saphira ketika ditemui Popbela di kantor Tokopedia.

Lalu bagaimana Saphira langsung jatuh cinta berprofesi sebagai UX Desainer ya? Dan seperti apa sih job desk alumnus Chiba University Jepang ini? Kita simak yuk Bela supaya kamu memahami seperti apa profesi UX Designer.

1. Memang tertarik kerja di e-commerce?

Bukan Percantik Website, Ini Lho Tugas Seorang UX DesignerDok. Saphira


"Target awal saya pengen kerjanya di startup, bukan e-commerce. Banyak alasannya kenapa pengen di dunia startup, salah satunya kita dinamis, improvisasinya cepat, encourage improvement, kalau salah nggak apa-apa asalkan bisa belajar dari kesalahan dan bisa berkembang lagi untuk mengembangkan produk. Rata-rata kerja di sini satu generasi, pemikiran sama kita pengen maju, pengen bikin sesuatu." 

2.  Sebetulnya bagaimana pekerjaan UX Designer secara general?

Bukan Percantik Website, Ini Lho Tugas Seorang UX DesignerDok. Saphira

"Kalau profesi UX Designer kan kita membuatnya berdasarkan kebutuhan user kita. UX Designer juga berangkatnya dari kebutuhan penjual dan pembeli, kita riset membuat sesuatu untuk membantu mereka (user)."

3. Memang sedari awal kamu sudah ingin menjadi UX Designer kah?

Bukan Percantik Website, Ini Lho Tugas Seorang UX DesignerDok. Saphira


"Passion saya di desain. Dan UX kan membuat produk digital, perkembangannya sangat cepat kita juga bisa berimprovisasi dengan cepat dengan langsung mengambil data. Jadi kalau sebagai UX Designer, kita jadi tahu hasil yang kita kerjakan, apa impactnya positifkah?"

4. Benar nggak sih kalau stigma UX Desainer itu didominasi para cowok?

Bukan Percantik Website, Ini Lho Tugas Seorang UX DesignerDok. Saphira


"Nggak, sama aja. UX kan masih ilmu pengetahuan baru, dulu UX desainer memang berangkat dari tekno, tapi kita sekarang lebih ke general, jadi semua field study juga bisa masuk UX. Jadi ini bukan soal gender."

5. Pernah nggak kesulitan buat tools?

Bukan Percantik Website, Ini Lho Tugas Seorang UX DesignerDok. Saphira


"Lebih chalenging, karena goalsnya untuk mempermudah user kita, dan kita harus yakin mempermudah bukan mempersulit user. Challengenya adalah benar-benar harus interaksi ke banyak user kita, mengerti kebutuhan mereka seperti apa. Nggak cuma subyektif. Dengan komunikasi dengan user, kita tahu problemnya ada di mana, kalau produk launching kita tahu keberhasilannya."

6. Lalu bagaimana kamu konsisten dengan deadline?

Bukan Percantik Website, Ini Lho Tugas Seorang UX DesignerDok. Saphira

"Teamwork, soalnya produk desain  itu nggak hanya UX Desainer, tapi juga ada User Interface (UI),  front end, dan product manager. Tapi sebagai UX, kita harus bisa atur diri dan waktu, karena kalau dikasih project, bisa langsung lima sampai 10 project dan harus beres selama tiga bulan, jadi ya kita harus atur prioritasnya."

7. Saphira, kamu tipe pekerja seperti apa ketika lagi alami kesulitan?

Bukan Percantik Website, Ini Lho Tugas Seorang UX DesignerDok. Saphira


"Ngobrol sama tim, kalau misal dikasih projek, kita harus satu visi dan misi, dan harus tahu konsep. Lalu sharing, gimana opini dari tim, kalau kehabisan ide, kita bisa cari opini dari kolega yang lain."

8. Saat ini adakah target karier?

Bukan Percantik Website, Ini Lho Tugas Seorang UX DesignerDok. Saphira


Passion-ku itu  aku suka sharing, pengen sharing ke ilmu saya sebagai UX. Di Tokopedia kan ada produk akademi, jadi saya berusaha jadi coach juga.

Sudah familiar kah Bela setelah tahu bagaimana profesi UX Desainer berdasarkan pengalaman dari Saphira? Jadi diingat ya, Bela. UX Desainer itu nggak memperindah visual websitenya aja, tapi mereka juga harus melakukan riset, analisis, design, dan produksi. Jadi apa yang mereka kerjakan bukan berdasarkan selera mereka lho, Bela. Tetapi benar-benar berdasarkan pengumpulan data dari pengalaman user.

 

BACA JUGA: Nggak Nyangka! Ternyata Perusahaan Start Up Ini Dimiliki oleh Para Selebritas