Setelah tanggal 3 Maret lalu, Asosiasi Promotor Indonesia meramaikan media sosial dengan surat terbuka mereka kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kali ini insan perfilman ikut angkat bicara terkait bantuan stimulus dan subsidi, termasuk perlindungan hukum dan kesehatan, terutama di masa pandemi.

Surat terbuka yang bisa kamu lihat di bawah ini, ditebuskan kepada Kementerian Koordinator Bidan Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata dan ekonomi Kreatif, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jajaran Kabinet Indonesia Maju, hingga Satuan Tugas Covid-19.

Menyusul Para Promotor, Insan Perfilman Turut Mengirim Surat ke JokowiInstagram.com

Mungkin kamu sudah melihatnya sejak Jumat malam (5/3/2021), Bela. Berbagai kalangan yang bergelut di dunia perfilman seperti aktor hingga sutradara, beramai-ramai mengunggah surat tersebut secara serentak. 

Mereka menjelaskan di dalam surat, "Keberhasilan industri film di sebuah negara adalah investasi besar. Film tidak hanya menyumbangkan kontribusi pada perekonomian, tapi juga memberikan kekuatan nilai terhadap identitas dan strategi budaya."

Jika pemerintahan terkait menyadari, betapa industri film di negara seperti Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang hingga India dengan Bollywood milik mereka, telah memberikan bukti nyata kalau film bisa memberikan kekuatan nilai terhadap identitas dan strategi budaya, seperti yang disebutkan di atas. 

Pada pokok permintaan, mereka menuliskan, "Kami sangat berharap koordinasi pemerintah Indonesia melalui kementerian yang terjadi di Kabinet Indonesia Maju dan Satuan Tugas Covid-19 untuk bisa memberikan bantuan kepada perfilman Indonesia melalui berbagai paket stimulus, subsidi, serta perlindungan hukum dan kesehatan."

Mereka pun mengunggah caption yang sama, dengan kesimpulan, "Film Indonesia bukan saja hiburan, tapi juga penyandang budaya. Kami ingin kembali bisa berkarya, untuk bisa menginspirasi dan membuka mata. Kami memohon dukungan Bapak Presiden Joko Widodo @jokowi. Dan seluruh rakyat Indonesia."

Menyusul Para Promotor, Insan Perfilman Turut Mengirim Surat ke Jokowiunsplash.com/JeremyYap

Sampai pada hari ini, Sabtu (6/3/2021), Presiden Jokowi belum mengeluarkan pernyataan apapun, baik terhadap surat terbuka dari Asosiasi Promotor Indonesia, maupun insan perfilman Indonesia. Namun, Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, telah memberikan tanggapan pada Kamis lalu (4/3/2021).

"Terima kasih untuk bapak Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda yang mengangkat isu yang berkaitan dengan konser musik dan beberapa event lain, dari musik, teater, film bisa dibuka secara bertahap dan kami sangat bersepakat," ungkap Sandiaga Uno dalam siaran pers.

Melalui sebuah rapat koordinasi,Kemenparekraf dan Polri sedang menyusun panduan dalam pelaksanaan seni pertunjukan, yang tetap berkonsentrasi pada protokol kesehatan yang ketat serta disiplin yang meliputi kebersihan, kesehatan, keselamatan dan pelestarian lingkungan (CHSE).

Pada sebuah kesempatan sebelum bertolak ke Kupang, Sandiaga Uno juga sempat bertemu dna berdiskusi secara formal dengan produser dan sutradara Indonesia, terkait industri perfilman di tengah pandemi ini.

"Mendengarkan apa yang menjadi harapan mereka, dan kita sama-sama berkolaborasi menghadirkan solusi agar industri perfilman kita bisa bangkit," tulisnya pada caption.

Semoga setiap pekerja seni maupun pegawai perkantoran, bisa kembali aktif menjalani pekerjaan dan aktivitas mereka, agar roda perekonomian Indonesia bisa kembali berputar tanpa tersendat-sendat, ya, Bela.

Baca Juga: Setahun Pandemi, Asosiasi Promotor Indonesia Kirim Surat ke Jokowi

Baca Juga: Ingin Kerja di Dunia Perfilman? 8 Profesi Ini Bisa Jadi Pilihan

Baca Juga: Pakar Kesehatan Sebut COVID-19 Bisa jadi Endemik, Apa Artinya?