Apakah kamu ingat beberapa waktu lalu, di beberapa daerah di Indonesia sempat terjadi kelangkaan susu kaleng karena beredar kabar jika susu tersebut mampu mencegah COVID-19? Dari fenomena tersebut, didapatkan fakta menarik pula bahwa konsumsi susu segar dalam negeri meningkat cukup pesat di tahun ini, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Karena fenomena tersebut, peternak sapi perah lokal punya peluang besar untuk berkontribusi dengan meningkatkan produksi dan kualitas susu segar dalam negeri. Peluang ini tidak hanya terbuka bagi peternak laki-laki, tapi juga bagi peternak perempuan yang selama ini hanya membantu pengelolaan peternakan sapi perah lokal.

Maka dari itu, untuk mendukung dan mengoptimalkan potensi peternak perempuan, FrieslandCampina bersama afiliasinya di Indonesia, PT Frisian Flag Indonesia (FFI), menginisiasi program Women Empowerment in Dairy ‘Kartini Peternak Indonesia’. Bagaimana program ini berjalan? Berikut penjelasannya.

Menggelar rangkaian pelatihan intensif kepada peternak perempuan

‘Kartini Peternak Indonesia’, Optimalkan Peran Peternak PerempuanDok. FrieslandCampina

Program Women Empowerment in Dairy dengan nama ‘Kartini Peternak Indonesia’, adalah inisiatif FFI di bawah Dairy Development Program (DDP). Mereka bekerjasama dengan mitra koperasi dan menggelar serangkaian pelatihan intensif kepada peternak perempuan. Pelatihan ini termasuk program-program pendampingan dan pemantauan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas susu segar dalam negeri, sekaligus meningkatkan kualitas dan taraf hidup para peternak perempuan di Indonesia.

Pengumuman sekaligus peresmian program ‘Kartini Peternak Indonesia’ ini digelar secara secara virtual pada 22 Desember 2021 lalu dan dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Perwakilan Kedutaan Besar Belanda, serta media.

Potensi pasar peternakan sapi perah tergolong tinggi di Indonesia

‘Kartini Peternak Indonesia’, Optimalkan Peran Peternak PerempuanPexels.com/Cottonbro

Menteri Pertanian yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI drh. Makmun, M.Sc juga menambahkan potensi pasar peternakan sapi perah saat ini masih sangat besar. Namun, masih terbatas dari sisi ketersediaan bibit.

Oleh karena itu, Makmun mengajak masyarakat untuk mengembangkan pembibitan sapi perah karena ini menjadi ruang usaha yang punya potensi besar. Selain itu, saat ini 90% peternakan sapi perah dikelola oleh peternakan rakyat.

"Bersama kita harus mengupayakan kesejahteraan peternak. Saya berharap apa yang dilakukan oleh FFI dapat mendorong pihak swasta lainnya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternak yang lebih merata," katanya.

Program Women Empowerment in Dairy dorong kesetaraan gender di bidang peternakan

‘Kartini Peternak Indonesia’, Optimalkan Peran Peternak PerempuanDok. FrieslandCampina

Menurut Asisten Deputi Pengarustamaan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Eni Widiyanti, S.E., MPP., M.S.E, program ini membuka pengarustamaan dan pembangunan gender yang pada hakikatnya adalah mewujudkan gender equality.

Program Kartini Peternak Indonesia adalah program yang ‘responsif terhadap gender’, yakni memberikan akses partisipasi kontrol dan membuka kesempatan bagi peternak perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama seperti peternak laki-laki.

“Harapannya program Kartini Peternak Indonesia dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perempuan peternak sapi perah serta mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Selain itu, para Kartini Peternak Indonesia juga akan menghasilkan susu yang berkualitas. Itu juga akan berkontribusi kepada peningkatan gizi bagi ibu hamil, bayi, dan menekan angka kematian ibu, kematian bayi dan prevalensi stunting. Program Kartini Peternak Indonesia punya potensi yang besar untuk berkontribusi pada peningkatan GDP Indonesia,” ujar Eni.

Meningkatkan kapabilitas dan kualitas peternak perempuan di Indonesia

‘Kartini Peternak Indonesia’, Optimalkan Peran Peternak PerempuanPexels.com/Cottonbro

FFI yang merupakan bagian dari FrieslandCampina sangat optimis melihat potensi dan peluang pengembangan kapasitas, serta kapabilitas peternak perempuan. FFI percaya bahwa program ini juga akan meningkatkan kinerja peternak sapi di Indonesia secara umum.

Program Women Empowerment in Dairy ‘Kartini Peternak Indonesia’ adalah program yang didesain berdasarkan pengamatan FFI terhadap kebutuhan, potensi dan peran peternak perempuan dalam upaya memenuhi kebutuhan susu segar dalam negeri. FFI mengambil pelajaran terbaik dari FrieslandCampina yang telah melakukan pengelolaan peternakan sapi perah selama 150 tahun yang juga banyak dilakukan oleh peternak perempuan.

"Peternak perempuan Indonesia punya potensi yang sangat besar karena perempuan Indonesia adalah sosok yang tangguh, Ibu yang pantang penyerah dan pekerja yang kuat. Perempuan Indonesia juga kreatif, pandai menciptakan peluang-peluang yang mendatangkan beragam masukan dan menghasilkan inovasi," ungkap Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro.

Targetkan 1.500 peternak perempuan

‘Kartini Peternak Indonesia’, Optimalkan Peran Peternak PerempuanPexels.com/Cottonbro

Program Kartini Peternak Indonesia adalah bagian dari inisiatif Dairy Development Program (DDP). Yakni kemitraan FFI dengan koperasi yang berlangsung sejak tahun 1996. Fokus dari DDP adalah meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar di peternakan-peternakan sapi perah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Program ini secara tidak langsung juga membantu meningkatkan taraf hidup para peternak sapi perah lokal. Program DDP ini juga didukung oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda, melalui Proyek Facility for Sustainable Entrepreneurship and Food Security (FDOV).

Program Kartini Peternak Indonesia diharapkan mampu menjangkau 1500 peternak yang ada di Jawa Barat dan Jawa Timur, yang akan dilakukan oleh Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV), organisasi nirlaba Belanda yang membantu perkembangan sektor pertanian, energi terbarukan, air bersih, sanitasi dan kebersihan di negara berkembang.

Melihat pelatihan ini, menjadi peluang cukup besar untuk kamu yang sedang menempuh pendidikan teknik peternakan, bukan?

Baca Juga: 7 Daftar Lagu ‘Women Empowering Women’ yang Bikin Jadi Tangguh

Baca Juga: Women Empowerment: Pendapatmu Bisa Tersampaikan Jika Kamu Mengetahui Caranya

Baca Juga: 15 Kutipan Tentang Kesetaraan Yang Akan Menginspirasimu Para Perempuan