Kabar akan diberlakukannya new normal atau gaya hidup baru kian banyak dibicarakan. Tak hanya di tempat umum, transportasi umum, pusat perbelanjaan dan lokasi wisata, new normal ini nantinya juga akan diterapkan di lingkungan kerja.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi mengeluarkan Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemik.

Simak Aturan Lengkap New Normal di Tempat Kerja dari KemenkesIDNTimes.com/Hana Adi Perdana

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, bahwa dunia usaha dan masyarakat pekerja punya kontribusi besar untuk memutus penularan virus corona karena banyaknya populasi pekerja dan mobilitasnya.

“Tempat kerja sebagai lokus interaksi dan berkumpulnya orang merupakan faktor risiko yang perlu diantisipasi penularannya,” katanya melalui keterangan tertulis, Sabtu (23/5), seperti dikutip dari IDNTimes.com.

1. Dunia kerja tidak mungkin melakukan pembatasan terus menerus

Simak Aturan Lengkap New Normal di Tempat Kerja dari KemenkesIDNTimes.com/Arief Rahmat

Peraturan Pemerintah nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 telah menyatakan jika PSBB dilakukan, salah satu kebijakannya adalah dengan meliburkan tempat kerja.

Namun, dunia kerja tidak mungkin selamanya melakukan pembatasan, sebab menurut dia roda perekonomian harus tetap berjalan.

“Untuk itu usai pemberlakuan PSBB dengan kondisi pandemik COVID-19 yang masih berlangsung, perlu dilakukan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja secara optimal sehingga dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi COVID-19 atau 'new normal',” ujarnya.

2. Kebijakan manajemen dalam pencegahan penularan COVID-19

Simak Aturan Lengkap New Normal di Tempat Kerja dari KemenkesIDNTimes.com/Feny Maulia Agustin

Berikut adalah panduan pencegahan penularan COVID-19 yang dilansir melalui situs sehatnegeriku.kemkes.go.id, Minggu (24/5).

A. Kebijakan Manajemen dalam Pencegahan Penularan COVID-19

1) Pihak manajemen agar senantiasa memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang COVID19 di wilayahnya. (Secara berkala dapat diakses di http://infeksiemerging.kemkes.go.id dan kebijakan Pemerintah Daerah setempat).

2) Pembentukan Tim Penanganan COVID-19 di tempat kerja yang terdiri dari Pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas Kesehatan yang diperkuat dengan Surat Keputusan dari Pimpinan Tempat Kerja.

3) Pimpinan atau pemberi kerja memberikan kebijakan dan prosedur untuk pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai COVID-19 (gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak napas) untuk dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan.

4) Tidak memperlakukan kasus positif sebagai suatu stigma.

5) Pengaturan bekerja dari rumah (work from home).

6) Menentukan pekerja esensial yang perlu tetap bekerja/datang ke tempat kerja dan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan dari rumah.

3. Jika ada pekerja esensial yang harus tetap bekerja

Simak Aturan Lengkap New Normal di Tempat Kerja dari KemenkesDok.IDNTimes.com/Istimewa

B. Jika ada pekerja esensial yang harus tetap bekerja selama PSBB berlangsung

1) Di pintu masuk tempat kerja lakukan pengukuran suhu dengan menggunakan thermogun, dan sebelum masuk kerja terapkan Self Assessment Risiko Covid-19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit Covid-19.

2) Pengaturan waktu kerja tidak terlalu panjang (lembur) yang akan mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan/imunitas tubuh.

3) Untuk pekerja shift:

a) Jika memungkinkan tiadakan shift 3 (waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari)

b) Bagi pekerja shift 3 atur agar yang bekerja terutama pekerja berusia kurang dari 50 tahun.

4) Mewajibkan pekerja menggunakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah, dan selama di tempat kerja.

5) Mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja, pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu, dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin C.

6) Memfasilitasi tempat kerja yang aman dan sehat:

a) Higiene dan sanitasi lingkungan kerja

• Memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan disinfektan yang sesuai (setiap 4 jam sekali). Terutama pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainnya.

• Menjaga kualitas udara tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan filter AC.

b) Sarana cuci tangan

• Menyediakan lebih banyak sarana cuci tangan (sabun dan air mengalir).
• Memberikan petunjuk lokasi sarana cuci tangan.
• Memasang poster edukasi cara mencuci tangan yang benar.
• Menyediakan hand sanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70% di tempat-tempat yang diperlukan (seperti pintu masuk, ruang meeting, pintu lift, dll).

c) Physical Distancing dalam semua aktivitas kerja. Pengaturan jarak antar pekerja minimal 1 meter pada setiap aktivitas kerja (pengaturan meja kerja/workstation, pengaturan kursi saat di kantin, dll).

d) Mengampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui Pola Hidup Sehat dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja sebagai berikut:

• Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Mendorong pekerja mencuci tangan saat tiba di tempat kerja, sebelum makan, setelah kontak dengan pelanggan/pertemuan dengan orang lain, setelah dari kamar mandi, setelah memegang benda yang kemungkinan terkontaminasi.

• Etika batuk Membudayakan etika batuk (tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam) dan jika menggunakan tisu untuk menutup batuk dan pilek, buang tisu bekas ke tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelahnya.

• Olahraga bersama sebelum kerja dengan tetap menjaga jarak aman, dan anjuran berjemur matahari saat jam istirahat.

• Makan makanan dengan gizi seimbang

• Hindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat salat, alat makan, dan lain lain.

4. Sosialisasi dan edukasi pekerja mengenai COVID-19

Simak Aturan Lengkap New Normal di Tempat Kerja dari KemenkesIDNTimes.com/Uni Lubis

C. Sosialisasi dan Edukasi pekerja mengenai COVID-19

1) Edukasi dilakukan secara intensif kepada seluruh pekerja dan keluarga agar memberikan pemahaman yang benar terkait masalah pandemi COVID-19, sehingga pekerja mendapatkan pengetahuan untuk secara mandiri melakukan tindakan preventif dan promotif guna mencegah penularan penyakit, serta mengurangi kecemasan berlebihan akibat informasi tidak benar.

2) Materi edukasi yang dapat diberikan:

a) Penyebab COVID-19 dan cara pencegahannya.

b) Mengenali gejala awal penyakit dan tindakan yang harus dilakukan saat gejala timbul.

c) Praktek PHBS seperti praktik mencuci tangan yang benar, etika batuk.

d) Alur pelaporan dan pemeriksaan bila didapatkan kecurigaan.

e) Metode edukasi yang dapat dilakukan: pemasangan banner, pamphlet, majalah dinding, dll di area strategis yang mudah dilihat setiap pekerja seperti di pintu masuk, area makan/kantin, area istirahat, tangga serta media audio & video yang disiarkan secara berulang. SMS/WhatsApp blast ke semua pekerja secara berkala untuk mengingatkan.

Untuk kamu yang sudah mulai masuk ke kantor kembali, ada baiknya dibaca dan perhatikan baik-baik aturan dari Kemenkes ini ya, Bela. Hal ini dilakukan agar kesehatan dan keselamatan bersama tetap terjaga.

Disclaimer: artikel ini sudah pernah tayang di laman IDNTimes.com dengan judul "Ini Aturan Lengkap New Normal di Tempat Kerja dari Kemenkes"

Baca Juga: Ini Aturan Presiden Jokowi untuk Disiplinkan Warga Jelang New Normal

Baca Juga: Bahaya Gelombang Kedua COVID-19 Saat New Normal Berlaku, Ini Buktinya

Baca Juga: Berdamai dengan Corona, Inilah 6 Tips Menjalani New Normal