Setiap orang pasti ingin mendapatkan kesuksesan atas pekerjaan yang digelutinya. Tak jarang, mereka pasti akan selalu meningkatkan kinerjanya agar hal tersebut bisa segera tercapai. Tapi sayangnya, tidak semuanya bisa dicapai dengan begitu saja. Ada beberapa kebiasaan yang bisa membawa kita kepada kesuksesan di dunia kerja ataupun malah sebaliknya. Berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan di dunia kerja yang berdampak pada kinerja seorang karyawan.

Mulai Saat Ini Perbaiki Kinerjamu Pakai 5 Cara Ini
 
Tak bisa dipungkiri lagi bahwa penampilan merupakan salah satu aspek yang menjadi daya tarik seorang karyawan. Manfaat yang lebih, biasanya akan didapatkan bagi karyawan dengan penampilan yang cukup menarik. Beberapa studi juga menyatakan bahwa karyawan yang memiliki penampilan menarik akan memiliki kinerja yang lebih tinggi. Mereka biasanya memiliki rasa percaya diri yang tinggi sehingga mudah untuk mendapatkan kepercayaan dari atasannya. Walaupun begitu, bukan berarti kamu harus menjadi orang cantik ataupun menggunakan make up tebal seperti akan pergi ke pesta, ya.
 
Mulai Saat Ini Perbaiki Kinerjamu Pakai 5 Cara Ini
 
Bagi sebagian orang, kondisi meja kerja memiliki pengaruh besar terhadap tingkat penyelesaian pekerjaan. Ada yang suka meja kerjanya rapi dan ada juga yang suka dengan meja kerja yang berantakan. Untuk orang dengan tipe meja kerja yang rapi sudah bisa dipastikan bahwa orang tersebut memiliki sistem kerja yang terorganisir. Sehingga, pekerjaannya pun akan lebih mudah dilakukan dan terselesaikan dengan baik.

Tetapi, apakah kamu pernah menemukan rekan kerja yang mejanya berantakan? Jangan salah, lho, menurut hasil penelitian, pemilik meja kerja yang berantakan mampu untuk berpikir lebih sederhana serta fokus untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cara yang tidak rumit. So, jangan takut dibilang pemalas jika kamu memiliki meja kerja yang berantakan. Malah, kamu mungkin akan dinilai sebagai pekerja yang kreatif.

Mulai Saat Ini Perbaiki Kinerjamu Pakai 5 Cara Ini
 
Sebagian besar kantor menerapkan jam istirahat makan siang selama satu jam. Tentunya, kamu tidak akan menghabiskan waktu satu jam untuk hanya makan siang saja, kan? Ada baiknya di sisa waktu istirahat tersebut dipakai untuk tidur siang selama 15-20 menit. Kebiasaan ini disinyalir bisa meningkatkan kinerja seseorang ketika nanti mereka kembali bekerja setelah jam istirahat selesai.

Selain itu, tidur selama beberapa menit juga sangat disarankan oleh seorang ahli enzim. Menurutnya, dengan melakukan tidur sejenak atau power nap dapat mengembalikan fungsi-fungsi tubuh agar kembali normal. Seperti sistem aliran darah, sistem saraf, sekresi, dan aliran getah bening. Faktanya, ketika sedang bekerja, kamu berpotensi menguras enzim yang ada dalam tubuh dan berujung pada kelelahan.

Mulai Saat Ini Perbaiki Kinerjamu Pakai 5 Cara Ini
 
Menjadi karyawan yang berdedikasi tinggi itu memang hal yang baik. Akan tetapi, tidak selalu harus dibuktikan dengan bekerja terus-menerus tanpa mengenal waktu. Bekerja selama delapan jam sehari merupakan waktu ideal yang bisa diterima oleh tubuh. Lembur sesekali memang diperlukan jika memang ada pekerjaan yang mendesak. Akan tetapi, jika kamu sering lembur, bahkan setiap hari dilakukan, tentunya tidak akan berakibat baik bagi kesehatan.

Beberapa hasil studi menyatakan bahwa karyawan yang sering lembur akan memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami stress bahkan depresi. Tingkat kesehatannya pun akan menurun karena jam kerja yang berlebihan sedangkan tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup. Akibatnya, di keesokan hari, mereka akan mengalami kelelahan yang luar biasa dan pastinya berpengaruh terhadap turunnya produktivitas kerja.

Bersosialisasi Dengan Rekan Kerja

Menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja merupakan salah satu etika yang harus dilakukan. Bagaimanapun, mereka adalah tim kerjamu walaupun mungkin beberapa di antaranya ada yang menganggap kamu sebagai saingan kerja. Sesekali mengobrol atau makan siang bersama biasanya dilakukan untuk mendekatkan hubungan sesama rekan kerja. Walaupun kadang obrolan itu berujung pada ajang curhat atau bergosip ria mengenai rekan kerja yang lain atau bahkan atasan.

Tapi, hati-hati, ada kalanya kebiasaan ini juga bisa mengganggu kinerja juga, lho. Keseringan bergosip kadang bisa menurunkan tingkat kepercayaan orang lain.Kamu  akan dianggap sebagai orang yang tidak kompeten atau berkepribadian tidak baik jika suka membicarakan orang lain. Oleh karena itu, penting sekali untuk memosisikan diri sebagai rekan kerja dan karyawan yang baik, tanpa harus terbawa arus yang malah membawamu pada penurunan kualitas diri.

 

BACA JUGA: Saat Berkarier, Bentuk Citra Dirimu Melalui 5 Langkah Ini

Mulai Saat Ini Perbaiki Kinerjamu Pakai 5 Cara IniInfo lebih lengkapnya, kamu bisa cek di sini