Hustle culture merupakan gaya hidup seseorang yang mana terus bekerja sebanyak mungkin sehingga hanya memiliki waktu istirahat yang singkat. Orang yang menerapkan budaya ini biasa disebut workaholic atau gila kerja. Mereka percaya semakin banyak mereka bekerja maka semakin membuat dirinya sukses.

Menurut sebagian orang, budaya hustle culture sangatlah buruk karena tidak terdapat keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan lain (work life balance). Hustle culture juga dinilai dapat mengganggu kesehatan mental seseorang karena tidak adanya work life balance tersebut hingga terjadilah burn out

Namun, tak sepenuhnya hustle culture adalah budaya yang buruk. Dalam acara Indonesia Millenial and Gen-Z Summit (IMGS) 2022, Vina Muliana mengungkap hustle culture merupakan budaya yang positif asal dilakukan sesuai dengan porsinya. 

#IMGS2022: Dampak Positif Hustle Culture Menurut Vina MulianaDok. IDN Media

"Ada kata yang saya highlight ya, sesuai porsi yang kita punya. Jadi, teman-teman bukan hanya tau apa saja yang dikerjakan tapi juga tau kapan harus berhenti mengerjakannya," kata Vina.

"Jadi itu yang didefinisikan hustle culture yang baik. Yang tidak baik adalah ketika teman-teman tidak tau batas kita tuh sampai mana sih. Dan kemudian kita akhirnya crossing the limit, yang akhirnya kita burn out," tambahnya. 

Lalu, bagaimana caranya kita tahu batasan kita dalam hustle culture? Vina Muliana mengungkap caranya dengan menyisihkan waktu untuk ngobrol dengan diri sendiri. 

#IMGS2022: Dampak Positif Hustle Culture Menurut Vina MulianaDok. IDN Media

"Coba teman-teman sisihkan waktu untuk ngobrol sama diri kita sendiri. Sering kali, kita itu tidak punya limit karena kita banyak menghabiskan waktu untuk melihat limit-nya orang lain. Padahal belum tentu limit-nya kita sama, sama dia," tutur Vina.

"Jadi teman-teman harus paham, sisihkan waktu ngobrol sama diri sendiri, seberapa lama sih, seberapa besar limit yang saya punya untuk mengerjakan pekerjaan ini. Dan jangan merasa bersalah kalau misalnya teman-teman cuma bisa sampai situ. Bukan berarti teman-teman kalah, tapi gimana cara teman-teman setiap harinya bisa progressing," pungkasnya. 

Menurut Vina, sukses bukanlah tentang seberapa banyak uang yang dihasilkan dengan bekerja, melainkan seberapa banyak dampak positif yang dapat diberikan untuk orang lain. 

"Sukses adalah ketika saya bisa memberikan apa yang saya miliki dengan maksimal untuk kebahagiaan orang lain. Seperti yang tadi saya bilang, uang bukan standar kesuksesan melainkan hanya alat untuk mencapai purpose, yang mana purpose itulah yang sebenarnya yang harus dicari," katanya.

Baca Juga: #IMGS2022: JKT 48 New Era, Konsep Terbaru yang Siap Hibur Fans

Baca Juga: #IMGS2022: Cara Aktualisasi Diri Judithya Pitana dalam Berkarier 

Baca Juga: #IMGS2022: Hal Positif dari Kepemimpinan Perempuan ala Alina Darmadi