Indonesia di awal tahun 2019, sudah mulai disibukkan dengan kampanye calon presiden dan wakil presiden. Nggak hanya membuat suasana menjadi lebih ramai, tetapi juga sedikit "panas" dan penuh sensitivitas karena adanya perbedaan yang muncul ke permukaan. Ada kubu pemilih si A dan kubu pemilih si B. Sebagian orang dapat bersikap damai dan santai menghadapi perbedaan cara pandang dan sosok yang dipilih, sebagian lainnya menanggapi hal itu dengan serius sehingga dapat memicu perdebatan penuh emosi.

Perbedaan itu dapat ditemukan di mana saja, salah satunya di kantor. Mungkin kamu nggak ingin membahas soal debat presiden yang baru saja berlangsung, atau menghindari perbincangan yang mengangkat topik seputar politik. Namun, rekan kerjamu sering melibatkan dirimu dalam diskusi, bahkan menanyakan pendapatmu. Lantas, apa yang harus dilakukan?

5 Tips Menghadapi Diskusi Politik dengan Rekan Kerja di Kantor

Melansir dari Glassdoor, salah satu cara yang dapat dilakukan ketika seorang rekan kerja mengajakmu mengobrol soal politik adalah menemukan kesamaan dengannya atau membuat lawan bicara menyetujui sesuatu yang sama denganmu. Sebab dengan melakukan hal itu, lawan bicara akan lebih terbuka untuk mempertimbangkan pendapat dan merasa kecenderungan untuk menerima opini alternatif darimu.

Dalam berbicara politik, mengatakan "Ya" bukan berarti kamu menyetujui sepenuhnya keberpihakan orang lain. Kamu hanya perlu menemukan kesamaan yang netral atau keyakinan yang kalian berdua setujui. Misalnya, ketika membahas kebijakan pemerataan fasilitas pendidikan di Indonesia, kamu dan lawan bicara dapat setuju dengan pernyataan seperti, "Penting sekali memberikan fasilitas pendidikan yang baik untuk anak-anak di seluruh Indonesia." Ketika kamu dan rekan kerja saling setuju, unsur negatif dalam perbincangan akan menghilang. Karena kalian telah setuju, diskusi mengenai pro dan kontra dapat berjalan lebih produktif dan damai.

5 Tips Menghadapi Diskusi Politik dengan Rekan Kerja di Kantor

Mungkin kamu ingin mengajak rekan kerja lain yang masih bingung, untuk bergabung bersama dirimu memberikan dukungan pada pihak yang sama. Namun jika pendekatan dilakukan dengan agresif dan dipenuhi emosi negatif, kamu hanya membuat rekan kerjamu menjauh dan memberikan pandangan negatif pada orang-orang yang memiliki semangat berpolitik seperti dirimu. Jadi, coba untuk mengubah caramu, Bela.

Madu lebih menarik lalat ketimbang cuka, dan prinsip yang sama terjadi dalam diskusi politik. Marah, frustasi, dan sarkasme memang membuatmu merasa lebih baik dalam jangka pendek, namun itu akan membuat rekan kerja menjadi lebih defensif dan membangun batasan serta perlindungan terhadap pendapat mereka sendiri. Kalau mengharapkan pembicaraan politik dan ingin mengubah hati beberapa orang, fokus dengan cara yang tenang dan perilaku yang menyenangkan sehingga orang lain dapat menikmati obrolan politik denganmu.

5 Tips Menghadapi Diskusi Politik dengan Rekan Kerja di Kantor

Nggak memungkiri, diskusi politik dapat memicu suasana 'panas' sehingga membuatmu sulit bersikap manis. Jika memang terjadi seperti itu, usahakan untuk nggak memaksakan pandanganmu pada orang lain. Sebab, pertama, itu merusak aturan utama kalau kamu dan rekan kerja nggak setuju pada hal yang sama. Kedua, pembicaraan itu nggak akan mengubah pandangan seseorang. Dale Carneige, expert sales dan interpersonal communicator mengatakan kalau seseorang yang setuju denganmu karena terpaksa, itu adalah konsesi dangkal. Kamu sama saja merusak hubungan baik dengan rekan kerjamu.

5 Tips Menghadapi Diskusi Politik dengan Rekan Kerja di Kantor

Masing-masing pihak nggak bisa membatasi atau melarang seseorang memilih calon presiden yang ia dukung. Jika diskusi politik dengan rekan kerja berujung pada hasil negatif, seperti bullying, ada baiknya untuk diselesaikan di luar lingkungan kerja agar nggak mengundang masalah yang lebih besar di dalam perusahaan. Sebab, nggak semua masalah pegawai dapat atau boleh diselesaikan oleh perusahaan. Ada sebagian perusahaan yang mengatur tata-cara berpolitik dalam lingkungan kerja. Ada juga perusahaan yang nggak membuat kebijakan tersebut sehingga itu semua diserahkan pada masing-masing pihak.

5 Tips Menghadapi Diskusi Politik dengan Rekan Kerja di Kantor

Akan sangat sulit untuk menahan opini pribadi, apalagi ketika sedang ditanya oleh rekan kerja. Namun kadang, ada baiknya untuk bersikap seolah nggak memberi dukungan pada siapapun. Kamu bisa mengatakan pernyataan seperti, "Nggak peduli siapa yang menang, kuharap Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya." Dengan begitu, kamu bisa lolos dari diskusi politik dan kembali pada pekerjaan yang perlu diselesaikan. Komentar ini nggak terlihat pasif atau lemah, Bela. Malah, ini jadi cara terbaik untuk mengurangi tekanan dan meningkatkan kemampuanmu untuk mengalihkan pembicaraan. After all, tujuan dari sistem politik adalah untuk membuat negaranya berjaya—kita hanya terbagi untuk mewujudkan tujuan itu dengan cara yang terbaik.

Politik adalah salah satu topik yang cukup sensitif dibicarakan di kantor, terutama saat sedang masa pemilihan presiden berlangsung. Kamu bisa menghindarinya, namun nggak selamanya dapat lari dari pembahasan itu. Coba lima tips ini untuk mengubah diskusi politik menjadi lebih produktif, lebih damai, dan jauh dari perdebatan kusir yang dapat merusak hubungan baik dengan teman.

Baca Juga: Cek! Hal Unik Ini Bisa Kamu Temukan di Debat Capres 2019 Pertama