Tepat sepekan penayangan perdana, Money Heist: Korea - Joint Economic Area masih mencuri perhatian. Serial bergenre aksi-kriminal ini menggandeng sejumlah aktor dan aktris papan atas Korea seperti Yoo Ji Tae, Jun Jong Seo hingga Park Hae Soo.

Alur cerita berfokus pada aksi Professor (Yoo Ji Tae) dan kawanannya untuk melakukan pencurian berskala besar di Semenanjung Korea. Money Heist: Korea mencetak prestasi cukup mengesankan di luar negeri. Serial ini menduduki posisi teratas di 16 negara, termasuk Indonesia.

Namun, kondisi berbeda di Korea, Money Heist: Korea justru banjir kritikan. Apa yang membuat Money Heist: Korea tidak sesuai harapan warga Korea? Penasaran, kan. Melansir dari berbagai sumber, Popbela berikan sedikit bocorannya di sini. 

1. Adegan pembuka dianggap kurang greget

Banjir Kritik, 5 Alasan 'Money Heist: Korea' Tak Disukai WarganetHancinema.net

Di episode pertama, Money Heist: Korea dibuka dengan adegan Tokyo (Jeon Jong Seo). Ia  menetap di Korea Utara. Tokyo digambarkan sebagai salah satu penggemar berat BTS dan tengah mengikuti tarian dari lagu "DNA"

Selain itu, Tokyo juga bertugas sebagai tentara perempuan untuk Korea Utara. Sayangnya, warganet Korea menilai jika adegan pembuka Tokyo di Money Heist: Korea kurang greget dan terlalu berlebihan. 

Warganet menambahkan adegan Tokyo, seolah-olah ingin memperjelas asal negara serial tersebut dengan menggunakan nama BTS. Banyak warganet Korea merasa malu atas adegan itu. 

2. Hubungan asmara Tokyo dan Rio

Banjir Kritik, 5 Alasan 'Money Heist: Korea' Tak Disukai WarganetHancinema.net

Salah satu adegan paling dinanti dari Money Heist: Korea adalah hubungan asmara antara karakter Tokyo dan Rio. Di serial aslinya, love line Tokyo dan Rio diperankan Miguel Herran dan Ursula Corbero. Keduanya memiliki banyak adegan intim dan lebih hot

Begitu ditayangkan, aksi Lee Hyun Woo - Jeon Jong Seo mulai dibandingkan dengan pemeran asal Spanyol. Warganet menilai romansa Tokyo dan Rio versi Korea cenderung lebih sehat dan menggemaskan. 

Namun, ada warganet yang mempertanyakan adegan ciuman dan menyayangkan adegan romansa kedua karakter tersebut minim sentuhan. Di bagian kedua, mereka berharap bisa lebih banyak kontak fisik. 

3. Alur cerita mirip dengan versi asli

Banjir Kritik, 5 Alasan 'Money Heist: Korea' Tak Disukai WarganetInstagram.com/netflixkr

Sesuai dengan judulnya yang merupakan serial remake asal Spanyol, Money Heist: Korea memang memiliki alur cerita mirip dengan aslinya. Meski, konflik dan pemeran mengalami penyesuaian. 

Hanya saja, kritikan kembali berdatangan. Mereka menganggap konflik kedua negara sebagai inti cerita tidak menarik. Hal ini disebabkan oleh banyaknya warga Korea yang sudah menonton versi aslinya. 

Tampaknya, warganet Korea mengharapkan remake Money Heist lebih seru, ada plot twist, dan tambahan cerita yang tidak ada di versi aslinya. Salah satu pujian yang dilontarkan warganet terkait serial ini, hanya pada kostum para pemain yang mengganti topeng Dali dengan topeng khas Korea, Hahoetal.  

Malahan, warganet menyarankan agar Money Heist: Korea lebih fokus pada budaya dan masalah yang terjadi di Korea Selatan, bukan fokus ke aspek seni kreatif. 

4. Akting para pemain dinilai canggung

Banjir Kritik, 5 Alasan 'Money Heist: Korea' Tak Disukai WarganetHancinema.net

Hampir semua hal di dalam Money Heist: Korea tidak luput dari komentar kurang sedap warganet Korea. Kali ini, berhubungan dengan akting para pemain. Mereka menyebutkan bahwa akting pemeran Money Heist: Korea kurang totalitas dan menjiwai karakter dari serial aslinya. 

Parahnya, ada warganet mengatakan bahwa para aktor dan aktris ternama ini tidak paham karakter Money Heist dan dianggap sebagai sebuah kekecewaan besar. Pembagian jumlah episode oleh Netflix semakin memperparah kritikan. Bagian pertama berisi enam episode, sedangkan akhir kisah Money Heist: Korea ada di bagian kedua. 

5. Mencetak rating rendah di situs IMDb

Banjir Kritik, 5 Alasan 'Money Heist: Korea' Tak Disukai WarganetImdb.com

Penayangan Money Heist: Korea ini semakin miris saat menerima rating rendah di situs luar negeri. Menurut situs IMDb, serial remake asal Spanyol ini hanya menerima ulasan sebesar 5.1 dari 10. 

Dari 2.500 orang yang berpartisipasi dalam evaluasi, lebih dari 820 orang atau sekitar 32.7% dari total memberikan skor rendah, yaitu 1 poin. Para evaluator yang memberikan poin tinggi atas serial ini hanya sekitar 29.6% dari total. 

5.1 merupakan skor terburuk di antara konten asli Korea lainnya, yang sering menerima popularitas dan ulasan positif setelah dirilis.

Banjir Kritik, 5 Alasan 'Money Heist: Korea' Tak Disukai WarganetFlixpatrol.com

Rating bisa saja rendah di situs luar negeri, tetapi Money Heist: Korea menuai prestasi yang patut diapresiasi. Serial ini mencatat 33.74 juta jam tayang dalam kurun waktu 3 hari usai dirilis. 

Money Heist: Korea juga berada di posisi puncak kategori Netflix Global Top 10 TV untuk tayangan berbahasa non-Ingrris dan berada di peringkat Top 10 di 51 negara antara lain Italia, Thailand, Meksiko, hingga Mesir. 

Kisah Money Heist: Korea - Joint Economic Area masih terus berlanjut di bagian kedua dan direncanakan tayang akhir tahun 2022 atau awal tahun 2023. 

Setiap versi remake pasti diwarnai pro dan kontra. Terlepas dari kritikan warganet, Money Heist: Korea tetap menjadi tontonan yang layak untuk dinikmati. Apakah kamu sependapat dengan warganet Korea, Bela? 

Baca Juga: Jadi Profesor di 'Money Heist: Korea', Ini 8 Fakta Yoo Ji Tae

Baca Juga: 5 Kritikan 'Alchemy of Soul', Dituduh Plagiat Drama Tiongkok

Baca Juga: Multitalenta, Ini 7 Fakta Pemeran 'Money Heist Korea' Jang Yoon Joo