Di balik acara yang seru, ada banyak kerja keras orang-orang kreatif yang membuat rencana hingga mengeksekusikannya. Mulai dari planing, budgeting, ketemu banyak klien, hingga mengurus izin, tiket, dan konsumsi para panitia harus dipikirkan secara masak agar nggak ada masalah muncul yang mengacaukan acara. Beberapa dari kamu mungkin pernah melakukanya saat di bangku sekolah dan kuliah.

Walaupun capek, nyatanya banyak yang ketagihan dan menjadikannya sebagai profesi utama. Ternyata, ini suka dan dukanya bekerja menjadi EO!

Latar belakang apapun nggak masalah

Bekerja Sebagai EO? Suka dan Duka Ini Pasti Pernah Kamu Rasakanunsplash.com/Slava Keyzman

Beberapa profesi seperti dokter, teknik, Auditor, dan pengacara menuntut kamu untuk memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai. Namun, untuk membuat sebuah acara kamu nggak harus memiliki ilmu teori yang sejalan lho. Sebenarnya, yang dibutuhkan justru kerja keras, kreatif, dan manajemen perencanaan yang bagus untuk membuat acara berjalan lancar!

Banyak pengalaman seru

Bekerja Sebagai EO? Suka dan Duka Ini Pasti Pernah Kamu Rasakanunsplash.com/Anete Lūsiņa

Semua event yang dibuat punya cerita yang berbeda. Ada yang sukses, ada yang garing, klien yang ribet, hingga guest star yang kooperatif membuat pekerjaan ini nggak terasa membosankan. Meski melakukan hal yang sama, namun dengan orang-orang yang berbeda membuat kamu paham untuk mengatasi masalah yang bisa muncul tiba-tiba!

Tingkat stres yang tinggi

Bekerja Sebagai EO? Suka dan Duka Ini Pasti Pernah Kamu Rasakanunsplash.com/Felix Russell-Saw

Acara yang seru kerap menjadi tolak ukur keberhasilan para event organizer. Kamu harus memastikan semua detail dan kebutuhan tersedia dengan budget yang ada. Selain itu, kamu pun harus mengikuti jadwal yang sudah dibuat sebelumnya. Target yang harus dicapai, properti, peminjaman venue, hingga mencari MC dan kualitas sound menjadi tanggung jawabmu. Nggak heran kalau kamu bisa pusing sendiri untuk memikirkan seluruhnya dalam waktu yang bersamaan.

Waktu kerja yang fleksible

Bekerja Sebagai EO? Suka dan Duka Ini Pasti Pernah Kamu Rasakanunsplash.com/Brooke Cagle

Bagi kamu yang nggak suka bekerja 9-5 di depan layar komputer, event organizer bisa menjadi profesi impian. Kamu bisa masuk dan pulang jam berapa saja selama tugas dan tanggung jawabmu sudah dilaksanakan. Kamu bisa saja baru bertemu klien saat jam makan siang, namun harus melakukan gladi resik hingga tengah malam!

Ketemu banyak orang baru

Bekerja Sebagai EO? Suka dan Duka Ini Pasti Pernah Kamu Rasakan unsplash.com/Andrew Neel

Target yang berbeda, klien yang berbeda, begitu juga tamu yang akan hadir. Kamu harus memastikan masing-masing sesuai konsep agar nggak salah memilih hiburan dengan DJ sebagai bintang tamu untuk acara peluncuran produk dengan target bapak-bapak. Di satu sisi, kamu akan bertemu dengan banyak orang baru mulai dari vendor, bintang tamu, hingga komunitas yang bisa menjadi relasi baru.

Hampir sama dengan kuli

Bekerja Sebagai EO? Suka dan Duka Ini Pasti Pernah Kamu Rasakanunsplash.com/Joanna Kosinska

Sebagai pembuat acara, kamu tentu harus turun langsung untuk memastikan semuanya terkendali. Bukan hanya menunjuk orang lain, kamu bahkan harus memastikan sendiri hidangan makanan, briefing mc, hingga mencari properti yang sesuai dengan kemauan dan tema acara yang dibuat. Angkat-angkat barang, check sound, hingga pergi ke pasar bisa jadi pekerjaanmu juga. Saking banyaknya yang kamu urus dan energi yang terbuang membuat kamu nggak beda jauh sama kuli!

Nggak punya waktu istirahat

Bekerja Sebagai EO? Suka dan Duka Ini Pasti Pernah Kamu Rasakanunsplash.com/Joanna Kosinska

Handphone menjadi benda penting untuk berkomunikasi dengan banyak orang. Nggak kenal waktu, kamu bisa saja dapat email penting atau telepon dadakan di akhir pekan atau bahkan malam hari. Sebagai penanggung jawab acara, kamu tentu wajib untuk menjawab secepat mungkin. Jangan heran kalau waktu istirahatmu sangat sedikit!

Bisa sambil traveling

Bekerja Sebagai EO? Suka dan Duka Ini Pasti Pernah Kamu Rasakanunsplash.com/Giulia Bertelli

Acara di tempat yang berbeda memungkinkan kamu terbang hingga keluar kota atau bahkan luar negeri! Semua tergantung klien dan target acara yang kamu bikin. Walaupun capai, nyatanya kamu tetap bisa menyempatkan waktu untuk berkeliling di kota yang nggak pernah kamu kunjungi sebelumnya. Seru kan?

 

BACA JUGA: Bukan Percantik Website, Ini Lho Tugas Seorang UX Designer