Siapa sih yang tidak mengenal Mark Zuckerber? Penemu situs jejaring sosial terkenal Facebook yang kini jadi filantropis yang drop out dari Harvard? Yes, kamu pasti mengenal nama itu dengan baik. Tapi, sudahkah kamu mengenal buku apa saja yang jadi favoritnya? Popbela merangkum 3 buku favorit Mark yang ia anggap sebagai buku terbaik. Buku-buku ini disebutnya sebagai buku yang bisa memacu kreativitasnya untuk terus menciptakan inovasi dan mendorongnya untuk jadi filantropis. Apa aja ya? Simak yuk!


Sudah Tahu Belum? Ini Dia 3 Buku Terbaik Menurut Mark Zuckerberg Buku Creativity, Inc karya presiden animasi Pixar dan Disney ini disebut Mark sebagai buku yang mampu memberikan inspirasi baginya untuk terus berkarya. Isi dari buku berjudul lengkap Creativity, Inc: Overcoming the Unseen Forces that Stand in the Way of True Inspiration ini adalah percobaan dan dokumentasi usaha perusahaan untuk menciptakan budaya untuk kreatif dan terus berinovasi. Ia bahkan merekomendasikan buku ini bagi para pemimpin bisnis dan inivator untuk bisa melihat sisi kreatif di perusahaannya.
“Saya suka membaca buku karya orang dalam yang bisa menceritakan bagaimana orang-orang membangun perusahaan seperti Pixar dan bisa memupuk inovasi dan kreativitas. Teori Catmull adalah setiap orang pada dasarnya kreatif, tapi banyak halangan yang membuat orang tidak bisa mengerjakan yang terbaik dari pekerjaannya,” - Mark.
Sudah Tahu Belum? Ini Dia 3 Buku Terbaik Menurut Mark Zuckerberg The Muqaddimah, atau jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya “Pembuka” merupakan karya sejarahwan Islam Khaldun tahun 1933. Buku berjudul lengkap The Muqaddimah, An Introduction to History, The Classic Islamic History of The World ini dipandang Mark sebagai buku yang mampu menghapus keraguan serta menyebarkan elemen kemanusiaan universal. Pandangan Khaldun yang mampu menulis sejarah dengan sudut pandang ilmu pengetahuan ini membuat ia ditahbiskan sebagai bapak sosiologi dan sejarah modern.
Sudah Tahu Belum? Ini Dia 3 Buku Terbaik Menurut Mark Zuckerberg Buku yang terbit 2012 ini berisi catatan dari 15 tahun penelitian yang dilakukan ekonom MIT Daren Acemoglu dan peneliti politik Harvard James Robinson. Penulis berpendapat bahwa pemerintahan ekstraktif menggunakan kontrol untuk kekuatan semata, sedangkan pemerintahan inklusif membuat pasar bebas dan mengijinkan warganya untuk menghabiskan dan menginvestasikan uangnya secara bebas, tingkat ekonomi naik tidak selalu sehat untuk sebuah negara.
 

Wah, bacaan yang cukup berat ya? Tapi, buku ini ternyata bisa membangkitkan keinginan Mark untuk menjadi seorang filantropis. Ia menggunakan buku ini agar ia makin mengerti masalah kemiskinan global yang jadi fokusnya.

Itu dia 3 rekomendasi buku dari Mark Zuckerberg. Orang yang sudah sukses dan kaya raya seperti dia saja masih rajin membaca buku. Yuk baca buku juga mulai dari sekarang!