“Namaku Ralph, dan aku adalah orang jahat. Uh, coba lihat.. tinggiku 9 kaki, berat badanku 643 pounds. Aku sedikit temperamental. Passionku sangat sederhana, aku rasa, aku nggak akan berbohong. Apa lagi ya? Uh.. aku seorang perusak. Aku merusak segalanya, secara profesional. Maksudku, aku sangat jago melakukannya. Mungkin yang terbaik di bidang itu,” ujar Ralph memperkenalkan dirinya pada pembuka film.

Film yang bercerita tentang kehidupan permainan video arcade ini memiliki nuansa yang berbeda dari mayoritas film animasi lainnya. Sinema yang diperuntukkan semua usia ini pun kental dengan nilai moral di dalamnya. 

Film ‘Wreck-It Ralph’ Ajari Kita Mencintai Diri Sendiriimdb

Hidup nggak hanya soal menang atau kalah. Begitulah kira-kira makna tersirat yang ingin disampaikan dalam film yang dirilis tahun 2012 ini. Dibandingkan dengan ‘Fix It Felix’, karakter Ralph memang terkesan kurang disukai.

Sosoknya yang terlihat garang dan profesinya yang mengganggu kehidupan kota adalah penyebabnya. Alur permainan mereka selalu sama. Ralph menghancurkan gedung-gedung perkotaan, Felix datang bak pahlawan memperbaiki kerusakan. Kemudian warga kota menyoraki Felix dan memberikan medali atas kepahlawanannya.

Sorak sorai dari warga kota kepada Felix dan sikap permusuhan mereka kepada Ralph ternyata juga terjadi di balik layar. “Hanya saja, aku harus mengatakannya, agak sulit untuk mencintai pekerjaanmu.. ketika semua orang terlihat nggak menyukainya,” ujar Ralph.

Ralph merasa kesepian dan sesekali ingin tampil sebagai pahlawan. Ia pun mengadakan perjalanan jauh mengunjungi game-game lainnya yang ada di arcade. Saat itulah dia bertemu dengan Vanellope.

Ketika Ralph menghilang semua orang pun menyadari bahwa kehadirannya itu penting. Felix nggak bisa memperbaiki apapun karena nggak ada barang yang hancur. Dalam kata lain, permainan itu ‘rusak’ seharian.

“Apa yang dia katakan? Aku akan menghancurkannya!” kata Felix meniru dialog Ralph. Palu ajaibnya gagal menghancurkan gedung dan justru menambah tinggi bangunannya. “Kenapa aku selalu memperbaiki apapun yang kusentuh?” keluhnya.

Film ‘Wreck-It Ralph’ Ajari Kita Mencintai Diri Sendiriimdb

Dalam kehidupan nyata, beberapa dari kita mungkin bertanya-tanya tentang hal ini. Mengapa harus ada orang yang menderita dan nggak semua orang merasa bahagia? Untuk menjawab pertanyaan itu, beberapa orang mencoba menjawabnya dengan menceritakan kisah kepahlawanan si baik melawan si jahat.

Padahal jika kita renungkan kembali, kita nggak bisa memiliki satu karakter saja. Kita adalah Ralph, Kita adalah Felix. Dan, kita juga bisa menjadi seorang warga kota biasa.

Terkadang, ada hari di mana kita menghancurkan apapun yang kita sentuh seperti Ralph. Di kemudian hari, kita menjelma menjadi pahlawan super yang dapat membantu kehidupan orang lain. Namun, pada hari-hari lainnya kita hanyalah warga biasa yang berpasrah pada keadaan dan berharap akan kehadiran pahlawan.

Kita juga bisa mengambil pelajaran dari cerita Vanellope. Sebagai sebuah karakter game yang nggak sempurna dia memiliki berbagai kelebihan yang nggak ditawarkan karakter lainnya. Passion yang kuat nggak menghalanginya untuk memenangkan pertandingan. Ketika dia akhirnya menang, semua orang pun mengingat kalau dia adalah pembalap yang hebat sebelum mengalami kerusakan.

Ada kalanya kita juga seperti itu. Melupakan kelebihan yang ada pada diri kita dan bahwa kita semua memiliki peran tak terbatas dari Sang Pencipta.

Film ‘Wreck-It Ralph’ Ajari Kita Mencintai Diri Sendiriimdb

Film dengan segmentasi anak-anak ini menghadirkan jawaban dari pertanyaan yang sering muncul di kepala orang dewasa. Ada harapan juga pelajaran penting yang terkandung dalam film berdurasi 1 jam 41 menit ini.

“Aku buruk, dan itu hal yang baik! Aku nggak akan pernah jadi baik, dan itu bukan sesuatu yang buruk! Nggak ada peran di dunia ini yang kuinginkan... selain jadi diriku,” tutur Ralph sambil menggenggam erat medali pertama yang didapatkan dari Vanellope.

“You’re my hero”, begitu bunyi tulisan yang ada pada medalinya. Lalu, kamu sudah nonton film Wreck it Ralph 2? Apa pesan moral di film versi kedua itu?

 

Penulis : Tyas Hanina

Baca Juga: Payung Teduh Isi Soundtrack Wreck It Ralph 2 dengan Vocalis Perempuan