Mereka adalah perempuan yang istimewa.  Keberhasilan mereka menorehkan prestasi melalui karya, perjuangan dan juga kepedulian kepada sesama membuat nama-nama mereka hingga kini masih harum di mata masyarakat dunia. Bahkan BBC History Magazine telah merangkum 100 nama perempuan istimewa dan inilah tujuh kandidat terbaik menurut Popbela.

1. Joan of Arc, Pemimpin Militer (1412-1431)

7 Sosok Perempuan Paling Berpengaruh dalam Sejarah americamagazine.org

Jeanned'Arc merupakan pahlawan perempuan dari Perancis, ia sering disebut La Pucelle yang artinya sang dara atau perawan. Keinginannya berjuang demi negeri muncul ketika Joand'Arc merasa mendapatkan petunjuk dari Sang Maha Kuasa untuk memperjuangkan negerinya. Gairah berperang kemudian ia hembuskan bersama pasukan Charles VII untuk merebut kembali wilayah kekuasaannya yang dikuasai Inggris dan Burgundy. Ia melakukan pengepungan terhadap Orleans sebagai upaya pembebasannya. Joan of Arc pun wafat di usia yang masih sangat muda yaitu 19 tahun di Normandia, Perancis pada 30 Mei 1431.

2. Mary Shelley, Penulis Novel Frankenstein (1797-1851)

7 Sosok Perempuan Paling Berpengaruh dalam Sejarah thenational.ae

Bakat menulis Mary Shelley hadir sejak ia masih berusia 18 tahun. Namun inspirasinya untuk menulis fiksi horor muncul ketika dirinya bersama kedua sahabatnya, Percy B dan Lord Byron memutuskan mengadakan kompetisi penulisan kisah horor terbaik. Setelah melalui perjalanan dari Eropa hingga Swiss kemudian ide menulis tentang Frankenstein datang. Frankenstein sendiri mengisahkan tentang seorang yang bereksperimen menciptakan monster yang identik dengan wajah penuh jahitan. Tak disangka kisah tersebut kini telah mendunia dan banyak sekali diadaptasi menjadi film.

3. Putri Diana, Anggota Keluarga Kerajaan Inggris (1961-1997)

7 Sosok Perempuan Paling Berpengaruh dalam Sejarah time.com

Putri Diana merupakan istri dari Pangeran Charles, anak sulung dari Ratu Elizabeth II yang merupakan pewaris takhta kerajaan Britania Raya dan 15 negara Persemakmuran Inggris. Melalui pernikahannya dengan Charles, Diana dianugerahi gelar Putri Wales. Dari pernikahannya tersebut Putri Diana dikaruniai dua orang putra, Pangeran William dan Harry. Berbeda dengan putri pada umumnya, ia berkarisma, rendah hati, memiliki jiwa sosial yang tinggi dan sering membantu kaum yang lemah. Tetapi Putri yang memesona ini wafat di usia yang masih cukup muda yaitu 36 tahun pada 31 Agustus 1997 karena kecelakaan lalu lintas di Paris.

4. Jane Austen, Penulis Sense and Sensibility & Pride and Prejudice (1775-1817)

7 Sosok Perempuan Paling Berpengaruh dalam Sejarah biography.com

Sejak kecil Jane dididik oleh Ayah dan kakaknya membaca untuk memperluas cakrawala pengetahuannya dan menulis. Karyanya yang fenomenal adalah Sense and Sensibility dan Pride and Prejudice. Namun beberapa karya apik lainnya yang Jane tulis yaitu Mansfield Park, Emma dan kedua karya lainnya yang diterbitkan setelah kematiannya pada 18 Juli 1817 di usianya yang ke 41 tahun yaitu Northanger Abbey dan Persuasion. 

5. Margaret Thatcher, Perdana Menteri Wanita Pertama Inggris (1925-2013)

7 Sosok Perempuan Paling Berpengaruh dalam Sejarah biography.com

Margaret Hilda Thatcher merupakan perempuan pertama yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris sejak tahun 1979 hingga 1990 dan merupakan Pemimpin Partai Konservatif. Sebagai Perdana Menteri, Margaret juga menerapkan kebijakan yang dikenal sebagai Thatcherism. Bahkan seorang jurnalis asal Soviet kemudian menjulukinya The Iron Lady karena gaya kepemimpinannya dan kehidupan politiknya yang tak kenal kompromi.

6. Marie Curie, Ilmuwan Ahli Radioaktif (1867-1934)

7 Sosok Perempuan Paling Berpengaruh dalam Sejarah theweek.co.uk

Perempuan kelahiran Warsawa, 7 November 1867 ini sangat besar di dunia pendidikan. Pada  tahun 1891, ia ke Paris untuk melanjutkan studinya di Sorbonne dan memperoleh Lisensiat dalam Fisika dan Ilmu Matematika. Di tempat inilah Marie bertemu dengan jodohnya Pierre Curie, Profesor di Sekolah Fisika pada tahun 1894 dan kemudian menikah. Marie kemudian menjabat sebagai Kepala Laboratorium Fisika dan meraih gelar Doctor of Science. Sepeninggal sang suami di tahun 1906, Marie juga meraih gelar sebagai Profesor Fisika Umum di Fakultas Sains dan Direktur Laboratorium Curie di Institut Radium, Universitas Paris. Namun penelitian yang selalu ia lakukan bersama suaminya tentang radioaktif tetap ia lanjutkan termasuk pengembangan metode pemisahan radium dari residu radioaktif. Sepanjang hidupnya Marie aktif mempromosikan penggunaan radium untuk mengurangi penderitaan dan selama Perang Dunia I.

Inspiring banget ya!

Baca Juga: Diperingati Setiap Tahun, Ini Sejarah Hari Perempuan Internasional