Pernah merasa iri nggak sama teman atau saudara kamu yang sekarang tinggal di luar negeri? Hidup di luar negeri memang enak, namun sebenarnya banyak momen yang membuat hal yang menyenangkan tersebut menjadi menyedihkan.

Kamu juga pasti nggak bisa membayangkan kalau sedekat apapun kamu dengan dia, tinggal di luar negeri pasti punya kesedihan tersendiri lho dan ini pasti pernah dialami oleh sebagian besar orang yang pernah tinggal di luar negeri. Nah, ini dia sisi nggak enaknya tinggal di luar negeri yang perlu kamu sadari

Kesepian

Tinggal di Luar Negeri Nggak Seenak yang Kamu Pikirkan Lho, Ini Alasannyaunsplash.com
 

Meskipun orang tersebut sangat menginginkan tinggal di luar negeri, namun ada kalanya tinggal di luar negeri menjadi pilihan yang sangat egois. Merasakan kesepian itu lumrah saat kita tidak memiliki teman untuk diajak bicara atau hang out bersama. 

Kadang ada saatnya di mana orang yang tinggal di luar negeri melihat orang lain bersenang-senang dengan teman dan keluarga, mereka jadi cemburu karena pada dasarnya kamu bisa melakukan hal yang sama saat pulang ke kampung halaman. Bagaimana pun mereka tetaplah sendirian di negeri orang

Merasa bersalah meninggalkan orang-orang tersayang

Tinggal di Luar Negeri Nggak Seenak yang Kamu Pikirkan Lho, Ini Alasannyaunsplash.com
 

Mimpi untuk keluar negeri terkadang adalah pilihan terburuk untuk orang-orang terdekat terutama keluarga sendiri. Seberapa tegar dan kuatnya mereka, keluarga pasti adalah satu-satunya yang akan sangat sedih kalau terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan saat seseorang berada di luar negeri nantinya. 

Mereka pastinya banyak bersyukur karena punya orang terdekat yang mampu menyembunyikan perasaan terdalamnya saat orang tersebut mengemukakan ingin tinggal di luar negeri dan bersembunyi di balik kata asal kamu bahagia kita juga bahagia. Ini mungkin akan sangat membebani orang tersebut nantinya, karena separah-parahnya hidup orang tersebut di luar negeri pasti mereka tidak ingin membuat orang yang mereka cintai menjadi sedih. 

Sudah harus siap menerima kabar buruk atau kabar bahagia

Tinggal di Luar Negeri Nggak Seenak yang Kamu Pikirkan Lho, Ini Alasannyaunsplash.com
 

Bayangkan kalau orang terdekatmu meninggal, di mana kamu tengah sibuk-sibuknya di luar negeri? Bagaimana pun karena keterbatasan waktu, kamu sudah harus siap menerima kabar buruk kalau kamu tidak bisa selalu menyaksikan dengan mata kepala kamu sendiri hal-hal tersebut. Hal ini yang dirasakan orang yang tinggal di luar negeri saat ini.

Terkadang berita bahagia seperti teman baik melangsungkan pernikahan pun bisa jadi berita buruk bagi mereka, karena sekali lagi kamu tidak bisa menyaksikan hal bahagia tersebut. 

Merasa tidak cocok dengan lingkungan sekitar

Tinggal di Luar Negeri Nggak Seenak yang Kamu Pikirkan Lho, Ini Alasannyaunsplash.com
 

Bagi mereka yang pertama kali tinggal di luar negeri, pasti pernah merasakan hal ini. Seberapa fasihnya mereka dengan bahasa sekitar, ia pasti akan merasa tidak memiliki kecocokan dengan tempat baru tersebut. 

Semuanya terasa asing baik itu makanan, jalanan, moda transportasi dan lainnya yang semuanya menuntut orang tersebut untuk mempelajari segala hal dalam satu waktu dan ini yang kadang membuat mereka stres sendiri sehingga kadang mereka berpikir kalau mereka tidak cocok dengan tempat tersebut. 

Kehilangan teman

Tinggal di Luar Negeri Nggak Seenak yang Kamu Pikirkan Lho, Ini Alasannyaunsplash.com
 

Kamu tidak akan tahu tentang waktu. Mungkin karena kamu sudah berteman dengannya dari kecil atau pernah liburan bareng, kamu mungkin tidak akan percaya kalau teman kamu yang sedang berada di luar negeri sekarang perlahan-lahan bisa menjadi orang asing bagi kamu sendiri.

Tinggal di luar negeri mungkin tidak akan membuat mereka kehilangan teman secara drastis, namun sama seperti pepatah teman pun memiliki seleksi alam. Dengan kehilangan teman, mereka akan kehilangan beberapa bagian dan sejarah dalam hidup mereka namun percayalah semua yang worth it akan selalu awet dalam waktu yang lama.

 

BACA JUGA: Alasan Kamu Harus Berhenti Membuat Rencana Terlalu Banyak di Usia 20-an