Kita, millenials, pertama kali dikenalkan dengan konsep media sosial saat friendster mulai tenar. Darisana kita mulai keranjingan mengganti foto, mendesain laman profil hingga kepo akun-akun yang melihat laman pribadi kita. Setelahnya, kita mulai dihadapkan dengan berbagai media sosial seperti Facebook, Twitter, Path hingga Instagram. 

Kehadiran brand smartphone seperti Blackberry, Samsung dan Apple menjadi titik balik ketenaran aplikasi media sosial mengingat sebelumnya handphone hanya bisa dibagi menjadi dua bagian yakni monophonic dan polyphonic yang paling banter hanya bisa main 'uler-uleran'.

Selama beberapa tahun terakhir, media sosial sudah mulai bisa diakses berbagai kalangan hanya dengan satu alat dalam genggaman. Dengan hanya tekanan jari, kamu bisa mengunggah foto langsung dari smartphone kamu dan membalas komentar teman dan kerabat di laman Instagram. Sangat gampang di jaman sekarang untuk terhubung dengan berbagai kalangan namun dampak negatifnya hubungan personal kamu juga bisa semakin memburuk.

Pemandangan duduk satu meja dengan handphone masing-masing sudah menjadi hal biasa. Belum lagi kebiasaan mengunggah foto makanan dan kutipan-kutipan yang mengungkapkan perasaan hati di laman insta story. Menggunakan media sosial bukannya dilarang namun kalau insta story kamu sudah kaya jahitan baju kayanya kamu perlu menghadapi kenyataan hidup deh bukan kenyataan virtual yang hanya bisa dilihat dan dikomentari pengikut akun media sosial kamu. Berikut beberapa hal yang bisa kamu coba untuk mengontrol ketergantungan kamu pada media sosial.

Bisa! Begini Cara Perlahan-lahan Lepas dari Media Sosial

Ketika kamu menonaktifkan pemberitahuan di laman media sosial smartphone kamu, lebih gampang rasanya untuk konsentrasi dengan hal yang kamu lakukan setiap harinya tanpa distraksi. Notifikasi adalah pengingat yang konstan terjadi di dunia virtual yang secara psikoogis tidak ingin kamu tinggalkan. 

Manfaatnya ketika kamu memang sedang lenggang, kamu bisa mengecek semua notikasi tersebut secara bersamaan dan pengalaman yang diberikan biasanya akan jauh lebih menyenangkan dibandingkan mendapatkan notifikasi secara bertahap.

Bisa! Begini Cara Perlahan-lahan Lepas dari Media Sosial

Hal ini cuma kamu yang bisa mengaturnya. Kalau selama ini kamu mengecek handphone setidaknya 15 menit sekali cobalah untuk membuat alarm setiap 30 menit sekali atau 45 menit sekali tergantung dari seberapa besar keadiktifan kamu terhadap media sosial.

Coba juga untuk membuat timer dan hitung berapa lama biasanya kamu menghabiskan waktu untuk bermain media sosial. Ketika kamu hanya memiliki waktu 15 menit, patuhilah jarak waktu yang kamu buat itu. Hal ini adalah ujian untuk tekad kamu mengurangi waktu yang sia-sia untuk kegiatan semu di media sosial.

Bisa! Begini Cara Perlahan-lahan Lepas dari Media Sosial

Kamu mungkin punya banyak waktu luang jika saja kamu mau memotong waktu yang kamu gunakan untuk bermain media sosial, jadi kenapa tidak coba untuk punya hobi baru? Kamu mungkin bisa jogging, masak atau bahkan membaca atau melukis di waktu luang kamu tersebut. 

Pada akhirnya kamu pasti akan menyadari kalau ternyata kamu bisa melakukan banyak hal dibanding mengecek akun beranda di laman Facebook atau mengecek satu persatu laman insta story teman-teman kamu. Nilai plusnya, hobi baru kamu tadi juga pasti akan jadi hal pertama dalam pikiran kamu ketika kamu sedang ingin-inginnya bermain media sosial.

Bisa! Begini Cara Perlahan-lahan Lepas dari Media Sosial

Dibanding saling berbalasan chat dengan teman atau keluarga hanya dari whatsapp atau line, kenapa tidak bertemu langsung dan menghabiskan waktu bersama mereka. Jika memang jarak memisahkan kamu terlalu jauh, berbicaralah lewat telepon atau panggilan video lebih lama dengan mereka dan ceritakan hal-hal yang terjadi belakangan ini padamu serta tanyakan juga kabar mereka.

Buatlah hubungan kamu dengan orang-orang terdekat semakin intim dengan berbagi cerita . Tidak semua hal perlu kamu dokumentasikan dengan cara ber-selfie dan posting di laman insta story, kan?

Bisa! Begini Cara Perlahan-lahan Lepas dari Media Sosial

Buatlah keberadaan media sosial seakan-akan sebuah ancaman bagi diri kamu sendiri. Banyak orang yang karena melihat orang lain di laman media sosial akhirnya terpengaruh melakukan sesuatu kegiatan atau mengadakan pembelian. Ayo, ingat-ingat lagi kapan terakhir kalinya kamu makan fancy hanya karena melihat teman-teman kamu makan di tempat tersebut?

Jadi, mulailah berpikir kalau media sosial hanya bisa kamu akses setelah kamu mendapatkan sesuatu atau melakukan sesuatu yang produktif. Hal ini akan mengubah cara pandangmu bertingkah laku melalui media sosial.

Bisa! Begini Cara Perlahan-lahan Lepas dari Media Sosial

Ada banyak cara untuk bertemu dengan orang baru di dunia nyata. Kamu bisa bergabung dengan klub, menghadiri seminar atau bahkan sekedar pergi ke tempat umum seperti pasar atau tempat rekreasi. Apapun aktifitas yang kamu pilih, kamu selalu punya kesempatan berhubungan dengan orang baru setiap harinya. Hal ini jauh lebih produktif dibanding kepoin akun gosip atau insta story mantan, kan?

Bisa! Begini Cara Perlahan-lahan Lepas dari Media Sosial

Kalau ketergantungan media sosial kamu sudah menjadi-jadi mending akses internetnya kamu matikan aja deh. Toh, kamu masih bisa berhubungan dengan orang terdekat kamu melalui telepon kalau ada sesuatu yang penting. Cara lain adalah menghapus aplikasi media sosial secara temporer tergantung kamu mau puasa media sosialnya berapa lama. 

Kamu biasa menentukan berapa lama kamu tidak akan mengakses media sosial, memberitahu teman kamu kalau kamu akan rehat sebentar dan hapuslah aplikasinya. Jika biasanya kamu menghabiskan waktu dua jam per harinya di depan media sosial kini selama seminggu kamu mendapatkan ekstra 14 jam untuk melakukan apa yang kamu ingin lakukan termasuk menambah penghasilan seperti menjadi freelancer. Bermanfaat kan dibandingkan nyinyirin orang di media sosial?

 

BACA JUGA: Meski Terlihat Sederhana, 5 Postingan Ini Bikin Kamu Dijauhi di Media Sosial