Berpengalaman menjadi pengacara selama 5 tahun dan pernah memberi bantuan hukum pro bono atas sengketa tanah kepada seorang warga Jakarta, Shinta Nurfauzia pun sadar, bahwa ilmu yang ia miliki ternyata bisa bermanfaat dan dapat membantu orang lain. Setelah mendapat beasiswa dan lulus S2 dari Harvard Law School jurusan Hukum Bisnis, Shinta pun kukuh ingin mendedikasikan hidupnya buat orang lain dengan cara menciptakan bisnis e-commerce Lemonilo.com. Dari bisnisnya tersebut, Shinta berharap dapat mengubah mindset orang Indonesia, bahwa pentingnya mengonsumsi makanan sehat dan menggunakan produk natural buatan lokal.  

"Ya, harapanku bisa mengubah masyarakat Indonesia untuk lebih aware dengan kesehatan mereka. So, aku juga bisa membantu para produsen untuk menjual produk mereka, dan pelan-pelan menanamkan rasa percaya kepada konsumen bahwa produk lokal itu kualitasnya bagus," jelas sosok yang tertarik terjun ke dunia politik ini.

Inilah jawaban Shinta ketika ditanyakan beberapa pertanyaan mengenai Woman Empowerment oleh Popbela. 

Shinta: Dalam Berbisnis, Kegagalan Bukan Akhir. And You Have to be Humble #BanggaJadiPerempuan

Aku baca komen positif dari user dan merchant, karena bisa membuatku sadar pengetahuan yang aku miliki ternyata bisa membantu orang dan bisa menyemangatiku untuk keep me going. Aku bersyukur dan menghitung betapa beruntungnya kita. Dan cara lainnya aku pasti olahraga.
 

Shinta: Dalam Berbisnis, Kegagalan Bukan Akhir. And You Have to be Humble #BanggaJadiPerempuan

Sukses itu kita bisa membantu banyak orang.

Shinta: Dalam Berbisnis, Kegagalan Bukan Akhir. And You Have to be Humble #BanggaJadiPerempuan

Kegagalan itu bukan akhir dari berbisnis. Seringkali dari bisnis yang aku jalani dulunya beberapa kali gagal, tujuan bisnis itu kamu harus keep going, meski dapat complain dari user, padahal kita udah berusaha sebaik mungkin, but its ok. Kegagalan bukan akhir and always to be humble.

Shinta: Dalam Berbisnis, Kegagalan Bukan Akhir. And You Have to be Humble #BanggaJadiPerempuan

Saya berharap perempuan Indonesia tahu bahwa untuk bisa sukses, kita nggak harus memilih antara karier atau keluarga. Justru kita harus membuat keluarga untuk memahami impian yang kita kejar. Aku percaya konsep lean in, saling mendukung, nggak boleh judging, dan gender equality.

Shinta: Dalam Berbisnis, Kegagalan Bukan Akhir. And You Have to be Humble #BanggaJadiPerempuan

Menjual produk yang tidak membantu orang lain, karena merasa ide saya yang paling brilian, dan tanpa bertanya produk apa yang dibutuhkan kepada user Lemonilo. Dan nggak tahunya, nggak ada orang yang beli. Pelajaran yang aku dapat yang paling penting itu adalah mendengarkan pendapat orang lain.

Shinta: Dalam Berbisnis, Kegagalan Bukan Akhir. And You Have to be Humble #BanggaJadiPerempuan

Bangun jam 5, aku langsung olahraga sepeda statis selama 45 menit, sambil nonton berita politik dan bisnis. Dan do meditation pakai aplikasi Heart Space, minum air putih dan mandi, spare waktu sama keluarga dan suami. 

Shinta: Dalam Berbisnis, Kegagalan Bukan Akhir. And You Have to be Humble #BanggaJadiPerempuan

Optimistic, learner, persistence.

Shinta: Dalam Berbisnis, Kegagalan Bukan Akhir. And You Have to be Humble #BanggaJadiPerempuan

Mendapatkan kesempatan belajar dan berkarya dimanapun dan kapanpun yang kita mau.

Shinta: Dalam Berbisnis, Kegagalan Bukan Akhir. And You Have to be Humble #BanggaJadiPerempuan

Disaat menjadi pebisnis dan produknya nggak working, waktunya beralih ke satu fokus yang baru, setelah mencoba berkali-berkali. 

 

BACA JUGA: Azalea: "Aku Tertantang Mengubah Ekonomi dan Perspektif Masyarakat Flores" #BanggaJadiPerempuan