Meskipun Founder FaceApp, Yaroslav Goncahrov sudah memberi pernyataan bahwa semua foto yang diunggah pengguna akan dihapus dari server setelah 48 jam waktu unggah, namun pihak AS nggak bisa taken for granted begitu saja atas jawaban pihak FaceApps. Menurut pihak AS, aplikasi ini masih belum melindungi ‘privacy’ pengguna. Ketidak percayaan muncul dari  pihak AS karena foto yang diunggah tidak dapat dibatalkan. 

Sebab itulah senator Partai Demokrat AS, Chuck Schumer, meminta FBI dan FTC untuk melakukan investigasi, karena dikhawatirkan FaceApp tetap bisa mengakses galeri foto pengguna tanpa persetujuan, terlebih lagi FaceApp berpusat di Rusia. Sebetulnya nggak hanya sekali ini saja pihak AS mencurigai Rusia, sebelumnya saat tahun 2015 dan 2016 komputer Komite Nasional Demokrat (DNC) pernah di-hack, Rusia menjadi negara tertuduh yang menjadi dalang bobolnya komputer DNC.

Penyebab FBI Diminta Lakukan Investigasi Aplikasi FaceApp

Pihak AS memang masih terdengar tidak puas atas pernyataan FaceApp, meskipun pihak perusahaan FaceApp sudah meyakinkan kalau foto akan dihapus dan pengguna bisa meminta langsung untuk dihapus melalui pesan pada fitur FaceApp, Chuck Schumer mengimbau kepada pengguna untuk melakukan pencegahan alias uninstall.

Namun, jika pernyataan FaceApp benar adanya (semua foto diproses melalui cloud) berarti nggak ada bedanya dong dengan aplikasi lainnya, seperti Facebook misalnya yang berpusat di Amerika. Tapi karena jadi simpang siur seperti ini, FaceApp memang dituntut untuk memberi penjelasan resmi  atas kontroversi ini. 

Jika kamu khawatir dan masih tetap ingin menggunakan aplikasi wajah tua alias FaceApp, lakukan langkah ini saja ya.

Caranya, ubah pengaturan pada iPhone atau Android milikmu, jika menggunakan iPhone, klik Setting > Slide ke bawah klik aplikasi FaceApp > lalu matikan tombol hijau Camera dan klik “Never” supaya FaceApp tidak bisa mengakses galeri fotomu. 

Jika menggunakan Android cukup ikuti cara ini, klik Settings > More Setting > App Manager > Matikan semua setting akses foto.