Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama. Mereka dapat mendominasi dalam peran kepemimpinan politik, otoritas moral, hak sosial dan penguasaan properti.

"Kalau di Indonesia (budaya patriarki) kesannya hopeful, ya," itulah kata pertama yang disampaikan Nova Riyanti Yusuf ketika ditanya tentang kultur patriarki dalam panggung Future Is Female hari kedua Jumat (30/9/2022).

Masih dalam Indonesia Millennial and Gen-Z Summit 2022, dalam talkshow yang mengusung tema 'How to Gain A Respected Position in A Patriarchal Culture' tersebut, Nova juga menyampaikan ada sisi dimana budaya patriarki dalam sistem pendidikan di Indonesia terasa sangat kental. Namun, tetap ada beberapa sektor yang sudah mulai mengikis budaya patriarkinya.

"Ada sendi-sendi di kita (masyarakat) yang memang sudah tidak ada, yang sudah mulai terkikis budaya patriarkinya. Di politik not bad, banyak sekali (perempuan) yang menjadi leader," ucap perempuan yang akrab disapa Noriyu.

Lantas, bagaimana karakteristik budaya patriarki menurut seorang Nova Riyanti Yusuf? Check this out!

Karakteristik patriarki

#IMGS2022: Mengenal Budaya Patriarki Bersama Nova Riyanti YusufDok. IDN Media

Menurut Nova, dalam budaya patriarki terdapat beberapa karakteristik yang kerap ditimbulkan dalam masyarakat. Salah satunya adalah dominasi laki-laki dalam berbagai bidang kehidupan.

"Somehow masih ada male identification bahwa laki-laki yang seperti ini seperti ini (ada standar khusus) gitu, ya. Kalau caring itu berarti you're weak gitu, kan, kemudian ada obsession with control, ya, ada juga semacam male centredness," jelas penulis Mahadewa-Mahadewi.

Perempuan dalam evolusi patriarki

#IMGS2022: Mengenal Budaya Patriarki Bersama Nova Riyanti Yusuf

Dalam sebuah penelitian tentang nilai patriarki, ternyata pada kelompok laki-laki yang lebih muda sudah mulai ada pergeseran nilai-nilai patriarkinya. Hal ini terlihat dalam struktur pengambilan keputusannya yang sudah mulai 'kurang patriarki'.

Walaupun demikian, penelitian itu tetap menunjukkan bahwa sebenernya kaum perempuan tetap ingin memiliki peran penting dalam perubahan budaya patriarki.

"Jadi perempuan-perempuannya yang memang lebih more up to change. Jadi mereka yang lebih berharap menjadi evolusi yang lebih mendobrak budaya patriarki tadi," ucap Nova Riyanti.

Baca Juga: #IMGS2022: Kisah Febby Rastanty Alami Sandwich Generation Burden

Baca Juga: #IMGS2022: Inisiasi APRIL Group dalam Membangun Bumi yang Sehat

Baca Juga: #IMGS2022: 10 Quotes dari Panggung Future is Female yang Ngena Banget!