Untuk kelima kalinya, Youtube melangsungkan YouTube Creators for Change. Di Indonesia, ada lima nama yang terpilih menjadi duta tahun ini. Mereka adalah Najwa Shihab, Clarin Hayes, Menjadi Manusia dan SkinnyIndonesian24.

Konten video bisa memengaruhi kita tidak seperti media lainnya. Video dapat meningkatkan gairah, membangunkan kita pada pengalaman baru dan membuat hati kita tergugah, namun juga bisa menyakitkan. Sebuah konten video dapat mendidik, membangun pemahaman dan bahkan mengubah cara kita melihat dunia kita, atau malah menggiring kita kepada pengetahuan yang salah. Sehingga, program ini didedikasikan untuk menggaungkan “suara” positif di YouTube yang mencoba mengatasi isu-isu sosial serta mempromosikan kesadaran, toleransi dan empati di channel YouTube mereka.

YouTube Mendapuk Skinnyindonesian24 Sebagai Creators for Change 2020YouTube Creatores for Change

Salah satunya, Skinnyindonesian24 yang mengangkat isu cyberbullying. Jovial da Lopez, perwakilan dari duo channel YouTube dengan dua juta subscribers tersebut, menceritakan pengalamannya kepada Popbela lewat wawancara virtual.

“Senang ditunjuk sebagai salah satu duta YouTube Creators for Change, karena gue sama dovi memang punya love and hate relationship. Kenapa? karena terkadang ada momen kita nggak setuju dengan YouTube. Dulu gue sempat kesal, ‘Kenapa dulu kita nggak kepilih, padahal channel kita ngomongin hal-hal yang punya pesan. Mungkin kemasannya komedi, tapi ada pesannya. Adalah channel-channel yang memang pure entertainment yang gila duit. Bukan berarti YouTube memilih channel yang salah, cuma dulu kesal aja kenapa kita nggak dilirik. Makanya pas dipilih kita senang banget,”  kenang Jovi ketika terpilih sekitar akhir tahun lalu.

YouTube Mendapuk Skinnyindonesian24 Sebagai Creators for Change 2020Instagram.com/skinnyindonesian24id

Mulai dari melawan ujaran kebencian, mengatasi xenofobia dan ekstremisme, atau sekadar menunjukkan pentingnya untuk lebih bertoleransi dan berempati terhadap sesama, para kreator ini membantu memicu perubahan sosial yang positif di antara basis penggemar mereka, baik yang ada di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Hal ini yang membuat Skinnyindonesian24 mengangkat pengalaman pribadi mereka untuk ranah cyberbullying. Sebuah komentar yang menyakitkan terlontar di kolom komen channel YouTube mereka, pasca ayah mereka meninggal dunia. Komentar yang alpa empati tersebut membawa mereka kepada sebuah wawancara dengan Menteri Pendidikan Indonesia, Nadim Makarim, mengenai pentingnya assessment character dan berpikir kritis untuk memahami arti toleransi, tata krama dan sopan santun.

https://www.youtube.com/embed/2Ga_QQdyv6M

Sebagai bagian dari inisiatif ini, bersama dengan United Nations Development Programme (UNDP), Uni Eropa, dan agensi perubahan sosial Love Frankie, duta yang terpilih dari Asia-Pasifik mendapatkan kesempatan untuk menghadiri serangkaian workshop yang diadakan oleh para pakar. Begitu juga dengan channel SkinnyIndonesian24. Selain sebuah video awareness, akan ada video dan program lanjutan yang menjadi rangkaian program ini.

“Nggak cuma sebuah video awareness. Tadinya gue sama Andovi pengen ke beberapa sekolah, tapi karena pandemi ini jadi ketunda. Kita juga pengen orang lebih proaktif, dengan nantinya akan ada tagar. Gue perhatikan di YouTube komentarnya engage banget, mereka sharing juga pengalaman pribadi mereka. Gue rasa hasilnya lumayan efektif bisa interaksi dengan audience,” terang lelaki 30 tahun tersebut mengenai konten yang ditonton lebih dari 300 ribu views tersebut.

YouTube Mendapuk Skinnyindonesian24 Sebagai Creators for Change 2020Instagram.com/skinnyindonesian24id

Tapi tentu saja para content creator tidak melulu memiliki perisai terhadap komentar negatif. “Ada dua approach dari kami. Kalau Andovi biasanya diem aja, kalau gue, kalau worth the fight, akan gue lawan. Tapi kemudian ketika dilawan, ternyata nggak ngasih solusi juga, jadi kita tuh, hanya buang energi saja. Beberapa kali lawan, tapi ujung-ujungnya nggak worth it aja. Sehingga, kita lebih suka menjawab kritik yang konstruktif aja, sih,” jelas Jovi mengenai cara menangani hal tersebut.

YouTube sendiri memilih channel milik kakak beradik ini karena konsistensi mereka dalam berkarya."Terlepas dari campaign ini, SkinnyIndonesian24 memang sudah kritis dan konsisten sama apa yang mereka mau sampaikan dari awal mereka bikin channel di YouTube. Mereka ingin menawarkan pembelajaran karakter dengan cara yang bisa diterima dan dicerna masyarakat. Sejauh ini, sih, yang gue liat generasi muda ngga takut sama pembahasan serius seputar isu sosial kayak pemilu atau undang-undang. Jadi menurut gue semakin ke sini, orang semakin ingin tahu dan gak malu-malu membahas issues that matter,” ungkap Feliciana Wienathan, Communications Manager - Consumer Products, Google Indonesia.

YouTube Mendapuk Skinnyindonesian24 Sebagai Creators for Change 2020Instagram.com/skinnyindonesian24id

“Menurut gue, konten positif itu harus dihighlight, agar ketika anak umur 10-12-14 melihat konten tersebut juga teredukasi. Kan, ada orang yang bikin konten dengan tujuan ‘gue mau sukses, gue mau terkenal.’ Kalau role modelnya (kita ngga usah sebut nama) tapi yang sekarang-sekarang ini, bakal memvalidasikan mereka bahwa ‘ya udah gue kalau bikin konten harus kayak gini, nih’. Nah, kalau kadang-kadang ide lo kayak gitu kita tabrak: ‘Eh nggak bro, lo bisa terkenal dengan cara lain’. Nah, menurut gue, Creators for change itu salah satu program yang mengarah ke sana,” tutup Jovi. 

Baca Juga: Galang Dana Baca KBBI, SkinnyIndonesian24 Raih Rp200 Juta dalam 15 Jam

Baca Juga: Gaungkan Perubahan Positif, Ini 4 Duta YouTube Creators for Change

Baca Juga: 10 Youtuber Indonesia Ini Bisa Tetap Cuan di Tengah Pandemi Corona