Setelah sempat vakum di masa pandemi, Teza Sumendra yang tahun lalu mengeluarkan lagu R&B santai bertajuk “WKNDCRUISIN”, kini kembali dengan single terbarunya, “Rekreasi”. Saya sudah mengulas lagu itu di awal tahun ini, namun hal yang perlu dibahas adalah video musik lagu tersebut yang membuat saya sedikit gamang. Terlalu bagus untuk tidak diwartakan, namun bisa mengundang reaksi yang bisa saja tidak Saya harapkan.

But you know what, this is art and I love art.

Ide kreatif dari Teza

Sensasi Psychedelic, Klip “Rekreasi” Teza Sumendra Menggoda PancaindraDok. Andigondi

Klip dimulai dari sesosok perempuan yang memasuki sebuah bar di suatu malam. Rona temaram dengan nuansa merah dan hijau, sudah mengajak penonton untuk masuk ke mood mencari keriuhan namun santai, di sebuah tempat hiburan. Teza pun muncul dengan karakternya sebagai bartender. Perempuan tadi bertemu dengan perempuan lain di meja bar dan mereka mulai melafalkan lirik seolah sedang berkomunikasi. Tak butuh waktu lama untuk mereka merasa terkoneksi. Mereka pun berdansa dan menikmati waktu bersama. Whose idea is this?

“Ide kreatif datang dari gue. Lalu gue pilih Dom Dharmo untuk bikinin, karena gue tahu banget dia ‘absurd’, jadi apa yang gue pikirin, bisa di-translate dan di-deliver sedemikian rupa sama dia,” terang Teza kepada Saya, melalui pesan singkat.

Peleburan isi kepala Teza dan Dom

Sensasi Psychedelic, Klip “Rekreasi” Teza Sumendra Menggoda PancaindraDok. Andigondi

Hal ini diamini oleh Dom, selaku sutradara untuk klip “Rekreasi”. Katanya, “Pemilihan karakter, Teza-lah yang memilih. Di sini Hayati Azis dan Alexa Lourde yang kebetulan Teza pilih tepat banget, kita memang butuh karakter yang kuat, bukan seksi atau cantik, tapi berkarakter.”

Translasi versi lelaki yang juga sutradara film ini, merupakan pengembangan dari brief yang diberikan Teza. “Tema yang dibawa Teza ke gue ini adalah psychedelic. Gue kembangin lagi untuk lebih solid dengan pendekatan yang tidak biasa pada tema psychedelic pada umumnya. Dari efek, lensa, pengambilan gambar sampai tone warna. Gue juga hindari animasi, untuk ngajak audience ikut masuk ke dalam dunia si 2 cewek itu yang real,”  jelas Dom panjang lebar kepada Saya, juga melalui pesan singkat.

Kreasi liar “Rekreasi”

Sensasi Psychedelic, Klip “Rekreasi” Teza Sumendra Menggoda PancaindraDok. Andigondi

Inilah yang menarik perhatian kami. Di dalam video tersebut, kedua karakter perempuan menghadirkan sebuah jalinan komunikasi yang berakhir dengan sangat intens. Sampai-sampai video pun diawali dengan peringatan bahwa “video ini mungkin tidak pantas untuk beberapa pengguna”.

Menanggapi hal tersebut, Teza mengeluarkan argumennya. “Kalau terlalu sensitif emang iya, karena gue ingin menyampaikan pesan bahwa gue menghargai perbedaan. Jadi menurut gue, terserah nanti orang mau nangkepnya gimana, karena mau bikin seaman apapun, karya punya nasibnya masing-masing dan pasti akan ada aja orang yang nggak suka,” tegasnya. 

Tantangan pembuatan di tengah pandemi

Sensasi Psychedelic, Klip “Rekreasi” Teza Sumendra Menggoda PancaindraDok. Andigondi

Membuat klip di tengah pandemi bukan perkara mudah. Hal ini diakui baik dari sisi Teza maupun Dom. “Gue harus workshop dulu sama model, karena harus lipsync suara gue. Mereka mesti bener-bener afalin dan sebelum shooting, kita semua harus swab test dulu, buset, deh. Ribet!” kenang Teza.

Dari sisi produksi, Dom juga merasakan tantangan ketika harus bekerja di masa pandemi ini. “Izin lokasi terutama, Ada yang mau tapi ngga diizinkan dengan alesan lagu Teza nggak masuk sama karakter lokasinya, konyol, sih. Akhirnya dapet lokasi yang izinnya nggak ribet, tapi sedikit putar otak karena adalnya keterbatasan jam izin shooting. Jadi lumayan ngebut shooting-nya. Ada beberapa scene yang kebuang. But it’s ok, ngga ada yang sempurna di dunia ini,” tukas Dom yang juga merasa sangat nyaman bekerjasama dengan Teza.

Apresiasi subjektif

Sensasi Psychedelic, Klip “Rekreasi” Teza Sumendra Menggoda PancaindraDok. Andigondi

Seni adalah pengalaman yang sangat pribadi. Standar? Sulit dibayangkan. Masalah yang lebih besar adalah memaksakan skor atau nilai pada pengalaman seni. Seperti kata Teza, karya punya nasibnya masing-masing. Sehingga saya berharap, “Rekreasi” bernasib mendapat apresiasi dengan tepukan selamat di pundak para kreator.

https://www.youtube.com/embed/Lm5wpxAD8tk

Baca Juga: Tetap Menggigit, Ini Rekreasi Teza Sumendra ke Lirik Bahasa Indonesia

Baca Juga: RAN X HINDIA Rilis Lagu Baru, Inspirasi untuk Berhenti Berpura-Pura

Baca Juga: Resonansi dengan Diri, Sheryl Sheinafia Rilis Single “Okay”