Belasan tahun bahkan puluhan tahun, media mainstream sudah membuat framing definisi cantik yang membuat perempuan lain merasa insecure. Menggunakan perempuan Eropa atau yang berasal dari ras Kaukasia, secara tak sadar menimbulkan stigma kalau perempuan cantik adalah yang seperti itu rupa dan penampilannya.

Putih, tinggi, kaki jenjang dan berambut pirang, menjadi mayoritas karakteristik model yang digunakan oleh media di tahun 80 dan 90-an. Mereka yang bukan berasal dari ras tersebut, dari Asia atau Afrika misalnya, merasa insecure karena penampilan mereka tak seperti perempuan Kaukasia.

Atas dasar itulah, perempuan yang tak memiliki ‘standar’ kecantikan versi media pada masa itu berusaha keras memiliki penampilan seperti perempuan Kaukasia. Padahal tanpa harus mengubah penampilan, semua perempuan itu cantik apa adanya.

Lewat Kampanye #IAMREAL, Popbela.com Definisikan Ulang Arti CantikPopbela.com/Astika

Melihat hal ini, Judithya Pitana, Editor In Chief Popbela.com mulai menggaungkan kampanye #IAMREAL untuk mendefinisikan ulang standar kecantikan bagi perempuan. Melalui salah satu sesi di Social Media Week Jakarta 2019 pada 14 November 2019 lalu, Judithya mengungkapkan bahwa melalui sosial media, gerakan mendefinisikan ulang kecantikan sudah dimulai. Bahkan publik figur memiliki andil dalam hal ini.

Melalui sosial media, gerakan #IwokeUpLikeThis menjadi salah satu gerakan untuk mengubah pandangan publik terhadap selebritas. Melalui hashtag tersebut, para selebritas berlomba mengunggah foto wajah mereka tanpa makeup dan menampilkan wajah asli mereka. Hasilnya? Banyak yang tak mengenali dan banyak pula yang merasa bahwa selebritas juga manusia yang wajahnya pun tak selalu sempurna seperti yang ditampilkan di media.

Lewat Kampanye #IAMREAL, Popbela.com Definisikan Ulang Arti CantikPopbela.com/Astika

Hal ini akhirnya membuat perempuan lebih percaya diri dengan diri mereka sendiri. Karena alasan inilah, Popbela.com mengusung kampanye #IAMREAL. 

“Setiap orang cantik dengan keunikan, kelebihan dan kekurangannya masing-masing,” jelas Judithya.

Lewat kampanye yang digaungkan lewat sosial media inilah, Popbela melalui Judithya berharap setiap perempuan bangga menjadi dirinya sendiri tanpa harus takut dengan standar kecantikan yang dibuat oleh media atau yang beredar di masyarakat.

Kamu sendiri bagaimana, apa cantik versi kamu? 

Baca Juga: #IAMREAL: Caitlin Halderman dan Karier Aktingnya yang Penuh Kejutan