Bela, beberapa hari belakangan ini tentu kita sudah mendengar kabar baik dari dunia perfilman Indonesia. Mulai dari film Yuni yang memenangkan Toronto International Film Festival 2021 dan mewakili Indonesia di ajang bergengsi Oscar alias Academy Awards tahun depan; kemudian ada juga film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tunai yang mendapatkan penghargaan Golden Leopard di ajang Locarno Film Festival 2021; serta Penyalin Cahaya yang eksis di Busan International Film Festival.

Film-film tersebut menunjukan bahwa kualitas film lokal tak kalah dengan film dari negara lain. Buktinya, film tersebut mampu bersaing di kancah internasional dan mendapatkan penghargaan terbaiknya. Hal ini membuktikan bahwa semakin banyak pula film Indonesia terbaik yang sayang jika kamu lewatkan.

Tiga film yang sudah Popbela sebutkan tadi memang masih wara-wiri di festival internasional dan belum tayang di bioskop Tanah Air. Tapi, tenang saja Bela, sambil menunggu film tersebut tayang, simak dulu deretan rekomendasi film Indonesia terbaik berikut ini yang kualitasnya tak kalah dengan film luar negeri. Apa saja?  

1. Dua Garis Biru (2019)

https://www.youtube.com/embed/b0NS7FP1loU

Dua Garis Biru menjadi salah satu film Indonesia yang begitu fenomenal saat waktu perilisannya. Film ini dinilai cukup berani mengangkat topik yang selama ini dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia, yakni hamil di luar nikah. 

Di balik kisahnya, tersimpan banyak pesan moral untuk remaja agar mereka lebih memahami bagaimana dampak dari apa yang telah mereka berani lakukan. Atas kisah ini,  Dua Garis Biru diganjar banyak penghargaan. Seperti, Skenario Asli Terbaik di Festival Film Indonesia 2019, Film Bioskop Terpuji di Festival Film Bandung 2019 dan Film Terfavorit di Indonesian Movie Actors Awards 2020.

Dua Garis Biru bercerita tentang sepasang anak SMA bernama Dara (Adhisty Zara) dan Bima (Angga Yunanda). Keduanya begitu dimabuk cinta sampai akhirnya Dara hamil. Meski akhirnya Bima bertanggung jawab, namun hubungan keduanya tak sedekat dulu. Masalah orang dewasa yang seharusnya belum mereka rasakan, kini mau tak mau harus mereka tanggung sebagai konsekuensi yang harus mereka jalani.

2. 27 Steps of May (2019)

https://www.youtube.com/embed/fCc4FZhZMoU

Film terbaik Indonesia selanjutnya adalah 27 Steps of May yang dirilis pada tahun 2019. Film yang membawa Raihaanun meraih penghargaan sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik Festival Film Indonesia 2019 ini kini masih dapat kamu saksikan di aplikasi video on demand.

27 Steps of May berkisah tentang seorang perempuan bernama May yang begitu ceria. Hingga saat ia berusia 14 tahun, selepas menaiki wahana kora-kora di pasar malam, hidupnya berubah. May diperkosa beramai-ramai oleh sekelompok orang tak dikenal. Setelah kejadian itu, May berubah dan tidak ingin bicara lagi kepada siapapun, termasuk kepada ayahnya (Lukman Sardi).

Delapan tahun May menyimpan trauma tersebut. Bahkan tak jarang ia berteriak histeris dan menyilet lengannya jika sang ayah mengajaknya bicara. Namun, perlahan May bangkit dan mengalihkan rasa traumanya itu ke atas ring tinju.

3. The Raid (2011)

https://www.youtube.com/embed/m6Q7KnXpNOg

Berbicara soal film Indonesia terbaik, kita tidak boleh melupakan The Raid. Film besutan sutradara Gareth Evans ini menjadi batu loncatan film Indonesia di kancah dunia. Meraih banyak penghargaan, lewat film ini pula, produser dan sutradara kenamaan dunia mulai melirik para aktor Indonesia. Sebut saja Joe Taslim, Iko Uwais dan Yayan Ruhian yang langsung melebarkan sayapnya ke industri perfilman Hollywood pasca terlibat dalam The Raid.

The Raid bercerita tentang Rama (Iko Uwais) dan Jaka (Joe Taslim), anggota kelompok polisi elit yang ditugaskan untuk menggerebek sebuah apartemen berlantai 30 yang menjadi markas penjahat terbesar, Tama Riyadi (Ray Sahetapi). Tidak mudah untuk menaklukan Tama karena ia telah memasang para anteknya di setiap lantai.

Tidak cukup, Tama pun menjanjikan pembebasan biaya sewa bagi penghuni apartemen yang mau ikut melawan Rama, Jaka dan kelompoknya. Kini, lawan Rama dan Jaka bukan hanya Tama, tapi juga seluruh penghuni apartemen yang rela melakukan apa saja demi keuntungan.

4. Laskar Pelangi (2008)

https://www.youtube.com/embed/e1SxNP7PWAc

Pada tahun 2008, film Laskar Pelangi begitu mencuri perhatian pencinta film Indonesia. Sebab, saat itu, sang sutradara dan produser, Riri Riza dan Mira Lesmana memilih untuk berkolaborasi dengan anak-anak Belitung asli sebagai aktor utamanya, sehingga membuat film ini sangat terasa nyata.

Dipadu dengan musik-musik soundtrack begitu indah, film yang diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata ini juga sempat ditayangkan di berbagai festival film internasional. Beberapa di antaranya adalah Hong Kong International Film Festival 2009, Asian Film Awards 2009 dan International Festival of Film for Children and Young Adults, Iran 2009.

Laskar Pelangi bercerita tentang perjuangan anak-anak Gantong, Belitung untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Bersama-sama, mereka menjadi murid terakhir dan harapan bagi SD Muhammadiyah Gantong yang akan ditutup jika tidak mampu memiliki sepuluh orang murid. Akhirnya, sepuluh murid SD Muhammadiyah Gantong ini bertemu dan belajar satu sama lain demi mengejar impian dan cita-cita mereka.

5. Ave Maryam (2018)

https://www.youtube.com/embed/I05IlfKXzEw

Pertama kali tayang di Hanoi International Film Festival 2018, Ave Maryam sempat menimbulkan kontroversi saat akan tayang di Indonesia. Film yang disutradarai oleh Joko Anwar ini mengangkat tema agama yang cukup sensitif, yakni hubungan asmara antara biarawati dan pastor.

Maryam (Maudy Koesnaedi) seorang biarawati yang baru saja pindah ke sebuah panti jompo di Girisonta, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Keseharian Maryam di sana adalah membersihkan panti, hingga merawat biarawati tua. Namun, kehidupan Maryam berubah saat seorang pastor muda bernama Yosef (Chicco Jerikho) pindah ke panti tersebut.

Maryam yang awalnya mengangumi Yosef, justru terlibat cinta terlarang. Berdua, mereka kerap pergi diam-diam keluar panti. Bahkan, hubungan mereka terlalu jauh. Maryam dan Yosef pernah bersetubuh hingga membuat keduanya melalaikan tugas di panti.

6. Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)

https://www.youtube.com/embed/Ikgy2Xukwng

Satu lagi film terbaik Indonesia yang harus kamu saksikan adalah Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak yang rilis di tahun 2017. Film besutan sutradara Mouly Surya ini berhasil mencuri perhatian dunia setelah tampil di Directors Fortnight Festival Film Cannes 2017. Film ini juga membawa Marsha Timothy meraih penghargaan sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik versi Festival Film Indonesia 2017.

Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak bercerita tentang Marlina (Marsha Timothy) yang harus mengalami begitu banyak kenyataan pahit dalam satu malam. Rumahnya disambangi segerombol preman, ternaknya diambil semua, dan sang ketua meniduri Marlina di depan jasad suaminya.

Tak ingin diam saja, Marlina kemudian membunuh dan memenggal kepala sang ketua. Ia pun membawa potongan kepala itu untuk mencari keadilan. Sayangnya, pertolongan yang ada malah tak sesuai dengan yang diharapkannya.

7. Pengabdi Setan (2017)

https://www.youtube.com/embed/0hSptYxWB3E

Disaksikan oleh lebih dari 4,2 juta penonton, membuat film Pengabdi Setan menjadi film paling laris di tahun 2017. Bahkan saking larisnya, Pengabdi Setan juga dilirik di negara lain dan tayang di beberapa negara, seperti Malaysia, Jepang, hingga Amerika Serikat.

Di Indonesia sendiri, film ini meraih banyak penghargaan. Mulai dari Tata Sinematografi Terbait Festival Film Indonesia 2017, Sutradara Terpilih Piala Maya 2017, hingga Film Box Office Terbaik Indonesian Box Office Movie Awards 2018.

Pengabdi Setan bercerita tentang Rini (Tara Basro) yang tinggal bersama ibu, ayah, nenek dan ketiga adik laki-lakinya. Ibu Rini sakit dan hanya bisa berbaring di kamar. Teror dimulai saat ibu Rini meninggal dunia. Rini dan keluarganya tak tahu jika sang ibu memiliki perjanjian dengan setan yang sewaktu-waktu meminta tumbal nyawa manusia.

8. Perempuan Tanah Jahanam (2019)

https://www.youtube.com/embed/XY7falovJiI

Masih dari besutan Joko Anwar, Perempuan Tanah Jahanam mendapat sambutan luar biasa di berbagai festival film internasional. Film ber-genre horror-thriller ini meraup banyak pujian saat ditayangkan di Sundance Film Festival dan International Film Festival Rotterdam pada Januari 2020.

Perempuan Tanah Jahanam bercerita tentang Maya (Tara Basro) yang memutuskan untuk berkunjung ke kampung halaman orangtuanya. Ditemani Dini (Marissa Anita), Maya melihat rumah peninggalan orangtuanya yang begitu besar.

Saat di kampung tersebut, Maya dan Dini justru mendapatkan teror dari warga sekitar. Menurut informasi, Maya adalah kutukan yang telah kembali ke rumah dan harus segera dihapus.

9. Ada Apa dengan Cinta? (2002)

https://www.youtube.com/embed/mSZ-ySRW29k

Film Indonesia terbaik selanjutnya adalah Ada Apa dengan Cinta? yang rilis di tahun 2002. Meski secara cerita dan sinematografi film yang disutradarai Rudi Soedjarwo ini masih terkesan sederhana, namun film ini yang menjadi titik awal bangkitnya industri perfilman Indonesia yang sudah lama mati suri.

Bukan hanya berhasil melambungkan nama Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra, Ada Apa dengan Cinta? memiliki deretan soundtrack yang masih seru untuk didengar hingga saat ini. Tak heran, jika karya Melly Goeslaw dan Anto Hoed ini berhasil mendapat banyak penghargaan di masanya. Mulai dari Lagu Terbaik Anugerah Musik Indonesia 2002, Tata Musik Terbaik Festival Film Indonesia 2002, hingga Musik Terpuji Festival Film Bandung 2002.

Ada Apa dengan Cinta? bercerita tentang kehidupan Cinta (Dian Sastrowardoyo) yang nyaris sempurna. Berprestasi di sekolah, punya sahabat yang baik dan kompak, hingga pacar yang tampan dan jago basket. Tapi, kehidupan Cinta berubah saat posisinya sebagai penulis puisi terbaik tergeser oleh Rangga (Nicholas Saputra). Ia tak terima dan berjanji untuk merebut posisi itu kembali. 

10. Habibie & Ainun (2012)

https://www.youtube.com/embed/rKGvrEWCG3A

Film Indonesia terbaik lainnya adalah Habibie & Ainun yang rilis di tahun 2012. Film satu ini mengangkat kisah cinta Presiden Republik Indonesia ke-3, B. J. Habibie dan istrinya, Ainun. Lewat film ini, Reza Rahadian berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik Festival Film Indonesia 2013 dan Bunga Citra Lestari meraih penghargaan sebagai Pemeran Utama Wanita Terpuji Festival Film Bandung 2013.

Habibie & Ainun mengisahkan tentang perjalanan cinta Bacharuddin Jusuf Habibie (Reza Rahadian) dan Ainun Habibie (Bunga Citra Lestari). Habibie yang saat itu masih bersekolah di Jerman membawa serta Ainun untuk hidup bersamanya di Jerman setelah menikah.

Kejeniusan Habibie dalam bidang teknologi pesawat akhirnya terdengar hingga ke Indonesia. Presiden Indonesia saat itu, Soeharto memanggilnya pulang untuk membuat industri pesawat sendiri di dalam negeri.

11. Cek Toko Sebelah (2016)

https://www.youtube.com/embed/r9NJveLN3zI

Last but not least, Cek Toko Sebelah layak masuk daftar film Indonesia terbaik berkat arahan, penulisan dan cerita yang dikerjakan dengan sangat baik. Film ini kami rasa menjadi puncak keberhasilan Ernest Prakasa sebagai seorang sutradara setelah mengarahkan film Ngenest di tahun 2015.

Ide cerita film ini dibuat berdasarkan realitas etnis Tionghoa di Indonesia, saat anak beranjak dewasa. Bahwa ekspektasi dan tolok ukur seseorang itu berdasarkan sekolah dan kuliah yang tinggi, serta mendapat jabatan yang juga tinggi. Mirisnya, ujung-ujungnya bekerja di toko orangtuanya sendiri.

Film yang ditulis oleh Ernest Prakasa dan Jenny Jusuf dengan pengembangan cerita dari Meira Anastasia tersebut sukses memenangkan penghargaan Skenario Asli Terbaik dari Festival Film Indonesia dan rentetan penghargaan lainnya.

Itulah tadi daftar rekomendasi film Indonesia terbaik yang sayang jika kamu lewatkan. Kamu sudah pernah menonton yang mana saja?

Baca Juga: Inilah 5 Film Terbaik Tahun 2020 yang Wajib Kamu Tonton

Baca Juga: 15 Rekomendasi Film Komedi Indonesia Ini Lucunya Ngocok Perut Banget

Baca Juga: 10 Rekomendasi Film Horor yang Punya Banyak Adegan Dewasa