Mendengar kata Pramuka, kamu pasti akan ingat dengan seragam cokelat yang selalu kamu pakai di hari Sabtu (atau saat ini di hari Rabu) semasa sekolah dulu? Pramuka atau yang merupakan singkatan Praja Muda Karana ini, merupakan kegiatan anak muda yang ada di setiap sekolah. Tujuan dari Pramuka ini adalah mengajarkan kemandirian dan ketangkasan.

Lalu, sebenarnya bagaimana sejarah Pramuka di Indonesia dan apa saja kegiatannya? Simak berikut ini, yuk!

Sejarah singkat lahirnya Pramuka Indonesia

Diperingati Setiap 14 Agustus, ini Sejarah Singkat Pramuka IndonesiaANTARA FOTO/Makna Zaezar via IDNTimes.com

Sebelum Indonesia merdeka, ada berbagai gerakan kepanduan yang berdiri sendiri-sendiri. Banyak dari organisasi kepanduan itu telah berdiri sejak masa kolonialisme Belanda di Tanah Air. Umumnya, kepanduan-kepanduan di Indonesia pada masa perjuangan kemerdekaan juga berperan besar dalam proses kemerdekaan negara dan bangsa Indonesia.

Baru kemudian setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada 9 Maret 1961, Presiden Soekarno membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka dengan anggota Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Prof. Prijono, Dr. A Azis Saleh, serta Achmadi. Keempat tokoh kepramukaan Indonesia ini menyusun Anggaran Dasar Gerak Pramuka serta Keputusan Presiden RI Nomor 238/1961, tentang Pramuka.

Sejak itu terbentuklah Praja Muda Karana (Pramuka), satu-satunya gerakan kepanduan nasional yang ada di Indonesia. Gerakan yang memiliki lambang tunas kelapa ini juga menjadi anggota dari Dewan Kepanduan Dunia dan aktif dalam berbagai gelanggang internasional.

Berdasarkan keputusan presiden, Gerakan Pramuka ditetapkan sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditujukan untuk mendidik kepanduan anak serta pemuda Indonesia. Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang sejak kanak-kanak aktif dalam kepanduan, pada 1960 ditetapkan menjadi Pramuka Agung dan di kemudian hari ditetapkan sebagai Bapak Pramuka Indonesia.

Pramuka identik dengan berkemah

Diperingati Setiap 14 Agustus, ini Sejarah Singkat Pramuka IndonesiaANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha via IDNTimes.com

Pramuka sangat identik dengan berkemah, di mana para anggota biasanya akan melakukan aktivitas yang berdampingan langsung dengan alam. Selain itu, dalam kesempatan ini para anggota Pramuka memiliki kesempatan untuk bertemu satu dengan lainnya, bahkan dari daerah berbeda sekalipun.

Adapun kegiatan berkemah ini biasanya disebut Jambore dan Raimuna. Jambore merupakan pertemuan Pramuka Penggalang berbentuk perkemahan skala besar yang diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka tingkat ranting (kecamatan) hingga tingkat nasional. Sementara Raimuna adalah perkemahan skala besar yang mempertemukan para Pramuka Penegak dan Pandega. Acara perkemahan tersebut juga diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka dari tingkat ranting hingga nasional.

Semaphore dan morse

Diperingati Setiap 14 Agustus, ini Sejarah Singkat Pramuka IndonesiaANTARA FOTO/Fikri Yusuf via IDNTimes.com

Di dalam Pramuka terdapat istilah semafor atau semaphore. Ini adalah cara untuk mengirim dan menerima berita dengan menggunakan berbagai media, seperti bendera, dayung atau dengan tangan kosong sekalipun. Media yang paling umum digunakan untuk menyampaikan pesan adalah melalui bendera, di mana bendera ini dinamakan bendera semafor.

Pengiriman sandi semafor melalui media bendera dilakukan dengan menggunakan dua bendera semafor, di mana bentuk bendera semafor sendiri adalah persegi yang merupakan gabungan dari dua buah segitiga sama kaki yang berbeda warna. Umumnya, warna yang digunakan dalam bendera semafor adalah merah dan kuning.

Sama halnya dengan semafor, morse juga menjadi salah satu sandi yang dipelajari dalam kegiatan Pramuka. Sandi morse adalah sandi bunyi yang menggantikan huruf, angka, tanda baca, dan sinyal dengan simbol titik dan garis. Dalam kegiatan Pramuka, sandi morse tidak hanya dipelajari tapi juga dijadikan sebagai salah satu mata lomba.

Penyampaian sandi morse dalam kepramukaan umumnya disampaikan dengan menggunakan peluit. Kode morse ini disampaikan dengan cara meniup peluit dengan durasi pendek untuk mewakili titik dan meniup peluit dengan durasi panjang untuk mewakili garis.

4. Hal-hal unik lainnya dalam Pramuka

Diperingati Setiap 14 Agustus, ini Sejarah Singkat Pramuka IndonesiaIDNTimes.com/Daruwaskita

Selain itu dalam Pramuka juga terdapat hal-hal seru lainnya seperti adanya yel-yel yang tak hanya sekadar sorak sorai, tapi juga digabungkan dengan gerakan ringan atau tarian yang dilakukan dengan kompak dan penuh semangat. Kemudian ada juga kegiatan api unggun pada malam di hari salah satu kemah. Acara api unggun ini bertujuan untuk mendidik hingga menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri setiap anggota Pramuka.

Satu hal unik lain yang juga identik dengan Pramuka yakni adanya panggilan "Kakak". Ini yang membuat Pramuka beda dari gerakan yang lainnya. Panggilan "Kakak" dalam Pramuka diberikan untuk semua usia, baik muda maupun tua, semua dipanggil Kakak.

Dengan adanya panggilan ini diharapkan mampu menjaga hubungan antar sesama dengan penuh rasa persaudaraan tanpa harus memandang harta, kasta, dan SARA.

Hayo, siapa di sini atau bahkan sampai sekarang yang masih aktif Pramuka, nih?

Disclaimer: artikel ini sudah pernah tayang di laman IDNTimes.com dengan judul "Sejarah dan Fakta Unik Pramuka Indonesia, Bangga Banget!" ditulis oleh Rehia Sebayang

Baca Juga: Sejarah dan Arti Bendera Merah Putih Lengkap Serta Aturannya

Baca Juga: Sejarah Hari Masyarakat Adat Internasional, Diperingati Tiap 9 Agustus

Baca Juga: 10 Kerajaan Islam di Indonesia, Sejarah Singkat yang Perlu Kamu Pahami