Keseruan Indonesia Millennial Summit 2020 kembali berlanjut. Kali ini hadir seorang Head of Content and User Operation TikTok dari Indonesia, Angga Anugrah Putra di panggung Talent Trifecta. Acara yang berlangsung pada pukul 13.00 WIB ini bertema "A Day With Digital Streaming".

Siapa yang nggak tahu TikTok? aplikasi yang saat ini sedang kembali booming bahkan sudah banyak artis-artis kenamaan Indonesia yang menyumbang kreativitas mereka melalui aplikasi yang satu ini. 

Pernah menjadi aplikasi yang dianggap 'alay' lalu bagaimana kini bisa kembali viral? Angga Anugrah Putra akan membagikan sedikit rahasia di balik kesuksesan TikTok saat ini. Penasaran? Keep scrolling.

1. Tentang Angga Anugrah

#IMS2020: Angga Anugrah Putra Bicara Fenomena Booming-nya TikTokdok. IDNTimes.com

Pertama-tama kita kenalan dulu nih dengan Angga Anugrah Putra. Saat ini Angga menjabat menjadi Head of Content and User Operation TikTok dari Indonesia. Siapa yang menyangka jika orang TikTok Indonesia itu memulai kariernya terlebih dahulu sebagai seorang business manager di media bidang musik. Dia memulai kariernya di dunia media ketika bergabung dengan Hai Magazine pada 2009, lho.

Barulah di 2019, dia masuk ke TikTok dan menduduki posisinya sekarang. Sebagai Head of Content and User Operations, Angga berhasil melebarkan konten TikTok, sekarang menjadi lebih beragam.

2. Apa sebenarnya TikTok itu?

#IMS2020: Angga Anugrah Putra Bicara Fenomena Booming-nya TikTokdok. IDNTimes.com

Acara yang berlangsung di panggung Talent Trifecta ini mengangkat tema digital streaming. Namun, pada kesempatan pertama Angga Anugrah mengklarifikasi bahwasanya TikTok bukanlah aplikasi digital streaming, melainkan content distribution platform.

"Oke, pertama kita klarifikasi kalau TikTok bukanlah digital streaming platform bukan juga sosial media, melainkan content distribution platform dalam bentuk short video. Jadi user (pengguna) itu me-record video sekitar 15 detik lalu upload,"  jelas Angga Anugrah.

3. Bagaimana perkembangan TikTok?

#IMS2020: Angga Anugrah Putra Bicara Fenomena Booming-nya TikTokdok. IDNTimes.com

Berangkat dari aplikasi lipsync bernama Musicaly, dan merasa bahwa antusias masyarakat Indonesia tidak berhenti hanya di aplikasi lipsync saja, terciptalah TikTok yang semakin hari semakin banyak kontennya. 

"TikTok berangkat dari aplikasi Musicaly memang untuk lipsing, tapi kita lihat setahun belakangan antusias masyarakat Indonesia nggak cuma di situ. Yang pertama kita lakuin itu adalah menciptakan banyak konten, karena kita juga percaya konten itu yang punya kekuatan," lanjut Angga Anugrah.

4. Apa perbedaan TikTok dengan aplikasi lain?

#IMS2020: Angga Anugrah Putra Bicara Fenomena Booming-nya TikTokdok. IDNTimes.com

Di awal Angga Anugrah sudah menjelaskan bahwa TikTok bukanlah digital streaming dan bukan juga media sosial, melainkan content distribution platform. TikTok bekerja sebagai 'makcoblang' antara user dan konten. Jadi, TikTok berada di tengah untuk mempertemukan mereka. Berbeda dari aplikasi lain karena jika sosial media membutuhkan followers, TikTok tidak membutuhkan itu, walaupun sebenarnya ada, follower bukan menjadi tolak ukur.

"Analoginya kita punya follower di media sosial 1000 orang, nah konten yang kita upload di media sosial itu hanya dilihat oleh followers kita aja, sedangkan di TikTok walaupun hanya punya 5 followers, videonya itu bisa ditonton lebih dari itu," ujar Angga. 

5. Bagaimana bisa aplikasi yang dianggap 'alay' bisa jadi viral?

#IMS2020: Angga Anugrah Putra Bicara Fenomena Booming-nya TikTokdok. IDNTimes.com

Kamu pasti akhir-akhir sering lihat banyak sekali artis-artis di Indonesia yang mengunggah kelucuan serta kekreativitas mereka dengan menggunakan aplikasi TikTok. Yang terakhir menghebohkan adalah video TikTok yang diunggah Dian Sastro. 

Sudah lihat? Lalu, bagaimana bisa aplikasi yang dulunya oleh sebagian orang 'ogah' banget buat digunakan ini menjadi aplikasi yang booming

Angga mengatakan bahwa butuh kerja keras untuk mewujudkan itu semua, mulai dari menyediakan banyak konten, TikTok juga berusaha mendorong para pengguna untuk terus menciptakan konten yang menarik. 

"Kuncinya adalah konten tersebut harus relate dengan kehidupan sehari-hari, lalu ada sentuhan lokal baik musik maupun budaya, dan konten tersebut bisa dengan mudah di share di berbagai platform," jelas Angga Anugrah Putra. 

Bagaimana, mendengar penjelasan Angga, apakah kamu masih menganggap TikTok adalah aplikasi 'alay'? Atau bahkan kamu sudah punya akun dan rutin membuat videonya? 

Baca Juga: #IMS2020: Begini Lho Gaya Kepemimpinan Ganjar Pranowo