Apakah kamu merupakan pengguna aplikasi WhatsApp? Ada kabar terbaru, nih untuk kamu, Bela. Facebook yang merupakan induk dari aplikasi Instagram dan WhatsApp secara resmi mengumumkan bahwa fitur iklan (status ads) akan mucul pada aplikasi WhatsApp. Rencananya iklan-iklan tersebut akan muncul di sela status teman-temanmu sama seperti yang dilakukan Instagram dan Facebook. Dan, status ads pada WhatsApp akan diluncurkan di tahun ini, 2020, lho.

Rencana  penambahan status ads pada aplikasi Whatsapp pertama kali diumumkan dalam acara Facebook Marketing Summit di Berlin Jerman pada Mei 2019 lalu. Tujuan utama menambahkan status ads adalah untuk menambahkan pundi-pundi keuntungan bagi perusahaan. 

Seorang peserta dalam acara Facebook Marketing Summit membocorkan tampilan status ads pada aplikasi WhatsApp di akun twitter pribadinya. 

WhatsApp dibuat pada 2009 oleh seorang programmer komputer Brian Acton, dan Jan Koum yang merupakan mantan karyawan Yahoo. Lalu, Facebook membeli WhatsApp Inc pada Februari 2014 dengan harga USD19,3 miliar. Namun, hingga kini aplikasi WhatsApp belum dimonetisasi (dikomersikan) sehingga kabar tentang WhatsApp yang akan dimonetisasi ini menyebabkan hubungan antara Mark Zuckerberg dan kedua pendiri WhatsApp merenggang. 

Melansir dari thesun.co, Brian Acton, salah satu pendiri WhatsApp, mengatakan bahwa ia harus pergi karena Mark Zuckerberg yang terburu-buru untuk menghasilkan uang dari aplikasi WhatsApp dan membuatnya merasa "tidak bahagia".

Ikuti Jejak Instagram & Facebook! Whatsapp Bakal Tayangkan Iklanft.com

Selain tidak mendapatkan persetujuan dari pendiri WhatsApp terdahulu, status ads juga banyak ditentang oleh para penggunanya. Bahkan ada beberapa pengguna yang akan beralih menggunakan aplikasi lain seperti Telegram dan Wire apabila status ads tetap diluncurkan.

Kontroversi seputar pembaruan ini sangat luas karena WhatsApp awalnya dibangun untuk menyediakan ruang bebas iklan bagi pengguna. Pengguna merasa WhatsApp adalah aplikasi komunikasi yang intim dan bersifat private, apabila WhatApp disamakan dengan Instagram dan Facebook maka tidak hanya merusak privasi, tetapi juga membahayakan informasi dan data sensitif pengguna. Di mana setiap kata dari seseorang yang berkomunikasi melalui aplikasi WhatApp digunakan sebagai amunisi untuk mesin pemanen data yang digunakan oleh perusahaan adtech.

Meski demikian WhatsApp belum mengumumkan secara resmi kapan fitur ini akan meluncur. Pastinya, fitur ini bakal hadir baik untuk pengguna iOS, maupun untuk pengguna Android. 

Kalau kamu setuju nggak dengan hadirnya fitur status ads yang akan muncul di WhatsApp? Apa alasanmu, Bela?

Baca Juga: Biar Makin Eksis, Begini Cara Bagikan Status WhatsApp ke Facebook