Sebuah proses evaluasi kehidupan, mampu mendorong seseorang untuk memilah kebiasaan yang harus ditinggalkan dan lebih lanjut membangun kebiasaan baru yang berguna. Sebut saja, membaca. Sudahkah kamu melakukannya?

Tahukah kamu? Melansir dari akun Instagram Library Mindset, seorang pengusaha asal Iran bernama Patrick Bet-David mengungkapkan bahwa membaca satu jam hanya menguras 4% dari 24 jam, yang mana waktu membaca tersebut akan memengaruhi kehidupan dalam jangka waktu lama.

Untuk itulah, membangun kebiasaan membaca selalu menjadi salah satu poin penting yang kerap disuarakan. Melansir dari mentalfloss.com, berikut adalah enam penjelasan ilmiah mengapa kamu harus membangun kebiasaan membaca. Let’s take a look!

1. Membaca dapat mengurangi tingkat stres

6 Alasan Ilmiah Mengapa Kamu Harus Membangun Kebiasaan Membacamedicalnewstoday.com

Rutinitas dan tanggung jawab dapat membuahkan emotion feedback yang memberatkan, seperti stres. Namun, siapa sangka, sebuah penelitian kolaborasi antar ilmuwan dari Universitas Sussex, Inggris, membuktikan bahwa membaca dapat mengurangi tingkat stres tersebut.

Tepatnya pada 2009, para peneliti yang tergabung menganalisis pengaruh beberapa kegiatan terhadap upaya mengurangi tingkat stres. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengukur heart rate dan muscle tension ketika para subjek melakukan kegiatan-kegiatan yang telah ditentukan.

Hasilnya, membaca buku atau surat kabar selama enam menit saja sudah cukup efektif dalam mengurangi tingkat stres. Tidak tanggung-tanggung, pencapaian efektivitas sebesar 68%. Diperkirakan hal tersebut dikarenakan membaca dapat merubah orientasi fokus seseorang.

2. Membaca dapat memberimu panjang umur

6 Alasan Ilmiah Mengapa Kamu Harus Membangun Kebiasaan MembacaPexels.com/Hoang Bin

Semua orang tentu mendambakan kehidupan yang lebih baik dan tentunya, panjang umur. Tahukah kamu? Selain membangun pola hidup sehat, tim Universitas Yale, U.S.A, membuktikan bahwa membaca dapat menjadi solusi untuk seseorang dapat memasuki usia tua di kemudian hari.

Melalui penelitian terhadap 3.600 orang dewasa berusia 50 tahun dan selanjutnya, tim Yale Universitas menganalisis kehidupan peserta selama 12 tahun. Ditemukan, mereka yang terbiasa membaca selama 30 menit per harinya telah hidup nyaris dua tahun lebih lama.

Sebagai tambahan, para peserta yang terbiasa membaca lebih dari 3,5 jam setiap minggunya terbukti 23% lebih kecil untuk meninggal. Para penulis studi menyebutkan, “Kelebihan dari kebiasaan membaca meliputi umur yang lebih panjang untuk membaca buku-buku tersebut.”

3. Membaca meningkatkan kemampuan bahasa dan memperluas wawasan

6 Alasan Ilmiah Mengapa Kamu Harus Membangun Kebiasaan Membacaeasttenthgroup.com

Berbicara mengenai kebiasaan membaca, kamu tentu sudah cukup umum dengan alasan yang mengatakan, “Membaca akan memperluas wawasan.” Selain itu, membaca juga membantu meningkatkan kemampuan di bidang bahasa sebagaimana kamu akan bertemu ragam kata.

Dalam rangka membuktikanya, seorang profesor bernama Keith Stanovich dan beberapa rekan kerjanya mengadakan sejumlah studi terhadap kegiatan membaca. Tujuannya untuk mengukur hubungan antara kemampuan cognitive, vocabulary, factual knowledge dan membaca.

Penelitian pun dilakukan menggunakan Author Recognition Test (ART) atau preditor yang cukup kuat terhadap kemampuan membaca. Hasilnya adalah para pembaca setia mencapai setidaknya 50% lebih besar pada kemampuan vocabulary dan 50% lebih besar pada fact-based knowledge.

Tak heran, Donald Bolger yang merupakan seorang profesor human development dari Universitas Maryland, U.S.A, mengatakan, “The better you are at reading, the more words you learn. The more words you learn, the better you are at reading and comprehending ...”

4. Membaca dapat meningkatkan perasaan penuh empati

6 Alasan Ilmiah Mengapa Kamu Harus Membangun Kebiasaan Membacapexels.com/Andrea Piacquadio

Sebagian besar orang berpikir bahwa kebiasaan membaca hanya tertuju pada tujuan dan manfaat yang bersifat intelektual. Padahal, tahukah kamu? Sebuah studi yang diselenggarakan oleh Harvard pada 2013 membuktikan bahwa membaca turut mengarah pada peningkatan empati pada manusia.

Dilakukan kepada sejumlah sukarelawan sebagai peserta, mereka pun masuk ke dalam rangkaian penelitian. Berawal dari permintaan untuk membaca beberapa pilihan buku fiksi, nonfiksi atau tidak membaca sama sekali, hingga akhirnya masuk ke dalam lima jenis eksperimen penting.

Hasilnya, sebagian peserta diketahui dapat memprediksi perilaku karakter serta mengidentifikasi emosi berdasarkan ekspresi wajah. Hal ini sangat berkaitan erat dengan proses memahami keadaan mental orang lain, yang disebut dengan istilah theory of mind oleh para ilmuwan.

5. Membaca dapat merangsang kemampuan kreativitas

6 Alasan Ilmiah Mengapa Kamu Harus Membangun Kebiasaan MembacaPexels.com/Dima Valkov

Sadarkah kamu? Setiap bidang kehidupan manusia sebenarnya sangat membutuhkan kemampuan kreativitas. Tidak hanya dalam area content creation, tetapi juga pada hal-hal yang berkaitan erat dengan pengambilan keputusan. Menariknya, membaca dapat menjadi solusi untuk mengembangkannya.

Dibuktikan oleh Maja Djikic, seorang psikologi dari Universitas Toronto, yang menyelenggarakan studi terhadap 100 peserta yang ditugaskan untuk membaca essay dengan genre fiksi dan nonfiksi. Lebih lanjut, para peserta pun mengisi kuesioner terkait pendekatan cognitive.

Hasilnya, para peserta yang membaca essay bertemakan fiksi lebih condong fleksibel dan kreatif. Hal ini dijelaskan sebagai bagian dari kebiasaan membaca secara regular.

6. Membaca dapat membantu proses pembentukan karakater

6 Alasan Ilmiah Mengapa Kamu Harus Membangun Kebiasaan MembacaPexels.com/Loe Moshkovska

Pada akhirnya, semua orang pasti ingin mengembangkan dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Guna membantu proses tersebut, kebiasaan membaca nyatanya dapat merealisasikannya. Hal ini dibuktikan melalui penelitian dari Universitas Toronto terhadap 166 jumlah perserta.

Setiap peserta diminta untuk mengerjakan kuesioner mengenai emosi dan personality traits. Kemudian, sebagian diharuskan membaca sebuah cerita pendek dan sebagian lainnya membaca teks nonfiksi. Setelah itu, semua pun akan menjawab beberapa pertanyaan mengenai karakter.

Dari situ, para peneliti pun menemukan bahwa para peserta mulai dapat melihat diri mereka dengan pandangan yang berbeda dari sebelumnya. Kecuali mereka yang membaca teks nonfiksi. No wonder, membaca menciptakan pengalaman baru yang membuat pembaca dapat berkembang.

Jadi, bagaimana, Bela? Semoga enam penjelasan ilmiah di atas yang turut meliputi rangkaian hasil penelitian ilmiah dapat mendorongmu untuk membangun kebiasaan membaca. Mulai dari bacaan yang kamu sukai, ya!

Baca Juga: Nggak Bermodal Paras Semata, 9 Idol Kpop Ini Gemar Membaca Buku

Baca Juga: Manfaat Menulis Catatan Jurnal untuk Kariermu

Baca Juga: 10 Rekomendasi Buku Terbaik untuk Self Improvement