Sejak abad ke-18, aktivitas manusia menjadi pemicu utama perubahan iklim yang terjadi secara terus-menerus hingga saat ini. Mulai dari pembakaran sampah, pembuangan gas transportasi, pemborosan listrik, hingga pencemaran sampah memicu perubahan iklim yang membuat bumi kita terasa lebih panas.

Diketahui, kenaikan suhu 2 derajat saja dapat menyebabkan sekitar 200 spesies mati setiap harinya. Tentunya ini menjadi masalah yang serius jika perubahan iklim tidak diatasi secepatnya. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi perubahan iklim ini?

#IMGS2022: Peran Perempuan dalam Mengatasi Perubahan IklimDok. POPBELA/Elni Novitasari

Di perhelatan Indonesia Millenial and Gen-Z Summit (IMGS) 2022, Founder Carbonethics dan Bumi Journey, Jessica Novia, mengungkap ada dua hal yang dapat dilakukan oleh diri sendiri sebagai langkah awal yang baik, yaitu try to understand dan take action untuk reduce dan netralize.

"Jadi, cobalah untuk try to understand dulu, apa sih yang sedang terjadi dengan bumi kita, sehingga baru kita bisa take action. Take action mulai dari mana? Menurut aku dua hal aja sih sebenernya, satu, reduce, dua, netralize, netralkan," kata Jessica.

Menurutnya, bumi sudah sangat baik menyediakan begitu banyak sumber daya untuk hidup kita, maka kita harus memanfaatkannya dengan bijak jangan sampai kita sia-siakan. 

"Kurangi hal-hal yang nggak perlu, yang sekali pakai, karena sebenarnya yang sekali pakai itu resource yang dibutuhkan banyak kan untuk bikinnya, terus kebuang gitu aja," ucapnya.

Selain reduce, Jessica juga menyarankan untuk menetralkan. Yang dinetralkan di sini adalah zat karbon yang mana kita keluarkan dalam aktivitas sehari-hari.

"Konteksnya adalah carbon, karena kita sehari-hari menghasilkan carbon emission dari kehidupan kita. Nah itu kan polusi, dinetralkan, caranya gimana? Banyak, salah satunya adalah menanam pohon," ungkap Jessica.

"Ada banyak hal but first, sebelum melakukan aksi, at least let's try to understand dulu apa yang sedang terjadi," tambahnya.

#IMGS2022: Peran Perempuan dalam Mengatasi Perubahan IklimDok. POPBELA/Elni Novitasari

Jessica Novia mengungkap sebenarnya perempuan punya peran khusus yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi perubahan iklim. Peran tersebut cukup powerful untuk dilakukan terlebih pada keluarga sendiri.

"Mulai dari educate di keluarga kita sendiri. Karena aku kebayang, kalau ngomongin education yang lebih educate adalah ibunya. Jadi, let's not think itu adalah sebuah pleasure, tapi let's think itu adalah sebuah privilage," paparnya.

Menurutnya, peran perempuan dalam keluarga bisa sangat berpengaruh terlebih dalam hal mengedukasi. Hal tersebut bukanlah tekanan, melainkan hak istimewa yang bisa dilakukan dan dimanfaatkan untuk perubahan yang lebih baik.

"Kita ditempatkan di posisi yang sebenarnya, kita bisa se-influencial itu lho untuk mengembangkan satu orang lagi di bumi ini yang bisa membantu berkontribusi secara positif untuk planet ini," tambahnya.

Baca Juga: #IMGS2022: Bocoran Bisnis yang Disukai Investor dari Melisa Irene

Baca Juga: #IMGS2022: Cara Melakukan Pendekatan dengan Investor dari Jessica Jap

Baca Juga: #IMGS2022: Hustle Culture dan Time Management versi Nazira C Noer