Di Indonesia, istilah paternity leave mungkin masih terdengar asing. Secara khusus, paternity leave adalah periode waktu yang mana seorang ayah dapat mengambil cuti dari pekerjaannya setelah anaknya lahir. Cuti yang diberikan sesuai dengan kebijakan masing-masing perusahaan.

Selama ini, perusahaan di Indonesia hanya memberikan cuti bagi ibu yang baru melahirkan (maternity leave). Padahal sebenarnya, peran seorang ayah sangat dibutuhkan untuk membantu ibu yang baru melahirkan dalam mengurus anak. Namun sayangnya, paternity leave masih jarang diambil oleh pekerja di Indonesia, karena masih sangat awam serta tidak adanya kebijakan perusahaan mengenai cuti tersebut.

Padahal, menurut Jason Tedjasukmana, Head of Communication of Google Indonesia, paternity leave dapat memberikan dampak positif bagi karyawan perusahaan. Hal tersebut ia sampaikan diperhelatan Indonesia Millenial & Gen-Z Summit 2022, pada Jumat (30/9).

#IMGS2022: Keuntungan Paternity Leave Bagi Ayah atau Calon AyahDok. IDN Media

Menurutnya, paternity leave penting diambil terlebih jika itu adalah kelahiran anak pertama. Para suami yang mengambil cuti dapat fokus untuk merencanakan jadwal asuh anak serta menjaga kesehatan mental sang ibu. Dengan begitu, kita dapat melahirkan generasi yang lebih baik untuk masa depan.

"Kebetulan juga saya sebentar lagi akan menjadi ayah dari anak pertama, ini sesuatu yang penting buat saya dan istri juga. Jadi untuk merencanakan periodenya lebih gampang. Karyawan Google juga diberikan 3 bulan work form home. Jadi kerja dari rumah," katanya.

#IMGS2022: Keuntungan Paternity Leave Bagi Ayah atau Calon AyahDok. IDN Media

"Jadi penting sih, karena kita tadi tanggung jawab sangat besar, ya kan, jadi bukan hal sepele, apalagi buat anak pertama. Butuh waktu untuk fokus, fokus untuk, misalkan, ada sesuatu atau fokus untuk istri setelah melahirkan, apakah dia kuat, depresi atau tidak, jadi penting untuk didampingi sih, buat saya," tambahnya.

Selain itu, paternity leave juga dinilai dapat mempertahankan bahkan meningkatkan angka kelahiran yang akhir-akhir ini terlihat menurun terutama di Amerika Serikat dan di Jepang. Kebijakan paternity leave dinilai dapat mendorong para pekerja untuk mau memiliki anak sehingga dapat meningkatkan angka kelahiran untuk menjaga populasi manusia di bumi.

Di Google sendiri, kebijakan paternity leave sudah diberlakukan sejak Google berdiri. Hal ini menjadi salah satu wujud kesetaraan gender yang mana tak hanya ibu yang dapat mengambil cuti melahirkan, namun juga bagi ayah yang istrinya baru melahirkan.

Baca Juga: #IMGS2022: JKT 48 New Era, Konsep Terbaru yang Siap Hibur Fans

Baca Juga: #IMGS2022: Hustle Culture dan Time Management Versi Nazira C Noer

Baca Juga: #IMGS2022: Hal Positif dari Kepemimpinan Perempuan ala Alina Darmadi