"Pak Jokowi ingin SDM unggul. Saya mendefinisikannya nggak hanya unggul di Indonesia, tetapi juga di mata dunia," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nadiem Anwar Makarim saat ditemui di acara Indonesia Millenial Summit (IMS) 2020 yang digelar di The Tribata, Jakarta Selatan, Jumat (17/1). 

Dalam sesi panel diskusi bertemakan "Education 4/0: Building Human Resources For The Future", Mantan CEO Gojek itu menuturkan bahwa untuk mendapatkan SDM unggul, maka perlu ada pembenahan dalam sistem pendidikan yang sedang berjalan. Menurutnya, sistem pendidikan Indonesia saat ini hanya 'diam di tempat' dan memerlukan inovasi.

Meski baru menjabat dari Oktober 2019 silam, Nadiem telah melakukan berbagai riset untuk mengumpulkan data dari lapangan mengenai sistem pendidikan di Indonesia. Dari data tersebut, ia kemudian menggaungkan kampanye #MerdekaBelajar yang akan dijalankannya selama masa ia menjabat sebagai menteri.

"Merdeka Belajar adalah memerdekakan pendidikan, melakukan inovasi, mengubah mindset menjadi learning culture," ungkapnya, "Untuk lebih lengkapnya, tunggu saja kelanjutannya, ya."

#IMS2020: SDM Unggul Butuh Kolaborasi Banyak PihakDok. IDN Media

Nadiem menegaskan kalau perubahan sistem pendidikan yang lebih baik demi menciptakan SDM unggul harus membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Bukan hanya mengandalkan pemerintah. Pihak seperti sekolah, para guru, orang tua, masyarakat, turut turun tangan untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih baik.

"Semua pihak harus berkolaborasi. Nggak akan ada inovasi kalau nggak ada kolaborasi," tegasnya.

SDM Indonesia di masa depan adalah generasi muda di masa kini. Ketika nggak dapat diarahkan dengan tepat, tentu nggak akan mencapai kualitas unggul yang ingin dicapai. Iman Usman, Co-founder dan Chief of Product Ruangguru, mengatakan kalau kualitas murid di sekolah dipengaruhi juga dipengaruhi oleh kualitas guru. Karena itu, penting untuk memerhatikan kualitas tenaga pendidik di Indonesia di seluruh jenjang pendidikan.

“Berdasarkan riset, guru belum mencapai standar uji kompetensi guru tahun 2015,” ungkapnya saat ditemui di sesi yang sama.

Selain meningkatkan kualitas guru, laki-laki kelahiran 21 Desember 1991 ini juga mengungkapkan kalau teknologi dapat berperan penting dalam membantu pendidikan Indonesia.

Baca Juga: Sepak Terjang Nadiem Makarim, Dari Nol Hingga Sukses Seperti Sekarang