Depresi adalah gangguan kejiwaan yang nggak bisa dikenali tanda-tandanya secara tersurat, sehingga susah bagi kita untuk mengenali gejala itu dari orang-orang di sekitar. Namun dilansir dari Spring.org.uk, sebuah penelitian baru mengungkapkan kalau orang yang mengalami depresi dapat dilihat dari foto media sosial mereka sebanyak 70% dari waktu.

Orang yang mengalami depresi memiliki kecenderungan untuk mengunggah foto yang lebih gelap. Juga, mereka sering menggunakan filter untuk mengubah gambar mereka menjadi hitam-putih.

Unggahan Foto Seperti Ini Ungkap Gejala Depresi dalam Diri Seseorangunsplash.com/Xavier Sotomayor

Dr. Christopher Danforth, co-author penelitian mengatakan, "Analisis kami terhadap pengguna akun dari salah satu media sosial paling populer mengungkapkan kalau foto yang dipublikasikan oleh orang depresi dengan warna lebih gelap, menerima lebih banyak komentar dari komunitas. Mereka yang didiagnosis depresi juga mengunggah foto lebih sering ketimbang orang yang nggak mengalaminya."

Penelitian yang dilakukan pada pengguna media sosial Instagram ini memiliki relativitas yang sangat tinggi. Dari sebanyak 166 pengguna yang diteliti, setengah dari jumlah itu memiliki diagnosis depresi klinis.

Unggahan Foto Seperti Ini Ungkap Gejala Depresi dalam Diri Seseorangunsplash.com/Ben Blennerhassett
 

Co-author lainnya, Dr. Andrew Reece mengatakan, "Meski mengambil sampel yang relatif kecil, kami mampu melakukan observasi berbeda secara andal pada fitur post sosial media antara pribadi yang depresi dan nggak. Paling penting, kami juga memeragakan bahwa tanda dari depresi dapat dilihat pada foto yang dibuat  sebelum pengguna menerima diagnosis depresi klinis."

Karena hal ini, Dr. Danforth berharap adanya aplikasi yang dapat mendeteksi tanda depresi dari gambar sehingga mampu menyarankan penggunanya untuk mengunjungi dokter. Karena di masa kini, interaksi sosial berlangsung secara online sehingga potensi identifikasi algoritmik gejala dini gangguan juwa dan fisik sangat besar. Jika ada aplikasi seperti itu, tentu akan sangat berguna, bukan begitu?

Coba lihat akun orang-orang terdekatmu, Bela. Apakah mereka mempublikasikan foto Instagram-nya seperti yang disebutkan penelitian? Jika ada, jadilah sahabat yang baik untuk mereka, Bela. Justru jangan menghindarinya, hibur mereka dan buatlah mereka lebih bahagia dan bisa lepas dari rasa depresi.

 

BACA JUGA: Sering Dianggap Pamer di Media Sosial? Hindari dengan Cara Ini