Uma Hapsari dikenal sebagai sosok di balik brand sepatu Amazara. Tahun 2019, Uma Hapsari pernah diundang menjadi pembicara oleh Facebook dalam Business Messaging Summit di California USA. Ia juga merilis buku yang berjudul In My Own Shoes.

Kehidupannya mungkin terlihat gemilang, namun kenyataannya terdapat berbagai kegagalan dihadapi oleh Uma Hapsari. Dalam rangka Festival Pulih, Uma Hapsari menceritakan kisah hidup dan bagaimana ia melihat hal positif dari kegagalan.

Menunda pembuatan buku

Cerita Uma Hapsari Melihat Hal Positif dari Kegagalan di Masa Laluinstagram.com/umahapsari

"Aku telah merencanakan untuk membuat buku 'In My Own Shoes' dari tahun 2018. Pada saat itu, semua hal baik-baik saja mulai dari keluarga hingga bisnis. Namun pada awal 2019 terjadi hal yang tidak aku inginkan. Bisnis yang aku jalani tidak berjalan dengan baik hingga mengalami kerugian besar. Pada momen yang sama aku juga bercerai dengan suami. Hal ini menjadi 'double attack' untukku. Cobaan yang bertubi-tubi membuatku memutuskan pada bulan Juli 2019, Amazara untuk berhenti produksi," kenangnya.

"Hal ini juga yang membuat buku yang tulis terhambat. Aku sedang merasa momen saat ini tidak relevan merilis buku yang seharusnya menceritakan perjalanan dan kisah sukses membangun bisnis. Namun yang aku alami sekarang berbanding terbalik dengan kisah di buku, sehingga aku menunda perilisan buku yang menambah chapter baru tentang kehidupan yang bisa tidak baik-baik saja dan bagaimana aku menghadapinya," tambahnya lagi.

Terdapat hal baik dari kegagalan

Cerita Uma Hapsari Melihat Hal Positif dari Kegagalan di Masa Laluinstagram.com/umahapsari

Setelah ia mengalami keterpurukan banyak hal yang berubah dalam segi emosi. Ia kembali menjelaskan, " Aku merasa tidak terlalu gelisah dalam menghadapi suatu hal. Dulu aku menyadari bahwa aku sangat kerja keras bahkan aku merasa gelisah jika libur karena menganggap I have to take control all off this and if I am not there, it's gonna be chaotic. Namun kini aku bisa mendelegasikan pekerjaan. Litte bit chaotic it doesn't matter. Aku belajar untuk membiarkan apapun terjadi dan jika ada kesalahan aku akan belajar dari pengalaman tersebut," terangnya.

"Jika waktu bisa terulang, aku tak apa merasakan kegagalan di tahun 2019 lalu, karena aku bisa mendapatkan banyak manfaat dari kejadian tersebut atau bahkan tidak bisa sampai di titik ini. Mungkin pada awalnya akan merasa hal tersebut merupakan sebuah kegagalan terbesar namun jika dihadapi dengan keberanian, hasilnya akan jauh lebih baik."

Pulih adalah bangkit dari kegagalan

Cerita Uma Hapsari Melihat Hal Positif dari Kegagalan di Masa LaluPopbela.com/Andre Wiredja

Bagi Uma, arti pulih adalah percaya kepada diri sendiri kalau apa pun yang terjadi, dirinya tetap bisa bangkit lagi. "Jangan merasa khawatir pada ketidakpastian masa depan. Mungkin aku akan merasa 'terluka' tapi aku yakin aku adalah perempuan yang kuat aku bisa bangkit lagi," tutupnya.

Simak wawancara lengkap bersama Uma Hapsari di YouTube dan podcast di Spotify Popbela.com.

https://www.youtube.com/embed/h3pTwnzsP04

Photographer: Andre Wiredja (@andrewiredja)

Fashion Editor: Michael Richards (@myqrichs)

Stylist: Tbmyudi (@tbmyudi)

Asst. Stylist: Hafidhza Putri Andiza (@putriandiza)

Beauty Editor: Jennifer Alexis (@jj_alexist)

Makeup Artist: Ira Sumardi (@irasumardi)

Hair Stylist: Charles Sebastian (@charlessebastianhair)


Wardrobe

atasan net dan rok Rama Dauhan (@ramadauhandesignstudio), blazer dan aksesori milik stylist

Baca Juga: Pentingnya Support System untuk Kesehatan Mental Seorang Ucita Pohan

Baca Juga: 7 Langkah Sukses Bagi Perantau Versi Gita Bhebhita

Baca Juga: Lolos dari Maut, Ini Kisah Laura Lazarus Menata Hidup Kembali