Bela, pernah mengobrol dengan orang yang suka bicara, tetapi sangat tidak menarik dan membosankan? Atau jangan-jangan kamu sendiri yang selama ini sudah terlalu banyak bicara? Jika ya, berarti kamu berada di zona bahaya. Agar tidak dikeluarkan dalam kelompok pergaulan, kenali dulu tanda-tandanya di bawah ini.

Yuk Introspeksi, Apakah Kamu Termasuk Orang yang Banyak Bicara? Kenali Dulu Ciri-cirinya
 

Kamu bisa memperhatikan bagaimana respons orang lain saat kamu bicara. Kalau selama kamu bicara dia malah sibuk dengan hal lain (misalnya gadget) dan ekspresinya datar, itu berarti kamu adalah orang yang terlalu banyak bicara dan sangat membosankan. Kalau dalam sekali bicara kamu sampai membutuhkan waktu lebih dari 1 menit tanpa membiarkan temanmu ikut mengobrol, berarti kamu termasuk kategori yang kurang disenangi. Bahaya, kan?

Yuk Introspeksi, Apakah Kamu Termasuk Orang yang Banyak Bicara? Kenali Dulu Ciri-cirinya
 

Orang yang bicaranya membosankan biasanya karena isi pembicaraannya lebih banyak menonjolkan diri sendiri. Hal ini disebabkan oleh banyaknya hormon dopamine yang memicu rasa senang berlebih. Artinya, orang itu senang membahas dirinya sendiri di depan orang lain, dan berharap mereka akan terkesan.  

Yuk Introspeksi, Apakah Kamu Termasuk Orang yang Banyak Bicara? Kenali Dulu Ciri-cirinya
 

Bicaralah dengan pembagian waktu 20 detik. Kalau setelah bicara selama 20 detik temanmu memberikan respons yang baik dan antusias untuk mendengarkan lebih lama, kamu boleh melanjutkannya selama 40 detik. Kamu boleh bicara selama 40 detik, tapi kemudian berhentilah dan lihat responsnya. Kalau dia terlihat bosan dan tidak peduli, berarti pembicaraanmu kurang menarik atau kamu tidak pelibatkannya dalam percakapan.

Yuk, perbaiki diri sendiri mulai sekarang!

 

BACA JUGA: Mau Jadi Orang yang Nggak Membosankan? Ikuti 3 Hal Ini Ketika Berbicara dengan Orang Lain