Semua manusia pasti akan mengalami penuaan. Namun, bagaimana setiap orang menua bisa berbeda-beda. Ada yang baru muncul keriput di usia 50-an, ada pula yang masih usia 30 tapi sudah terlihat 10 tahun lebih tua! 

Selain genetik, proses penuaan juga dipengaruhi oleh  gaya hidup sehari-hari. Misalnya dari pola makan, bagaimana cara merawat diri, dan lain-lain. Nah, berikut ini beberapa kebiasaan yang sebaiknya kamu hindari mulai dari sekarang karena akan memicu penuaan dini.

1. Stres

Bikin Muka Jadi Tua, Ini 5 Kebiasaan yang Memicu Penuaan Dinijessicacooke.blog.id

Masalah ekonomi, percintaan, hubungan keluarga, atau masalah di tempat kerja, bisa membuat seseorang mengalami stres berkepanjangan. Akibatnya, tidur jadi terganggu yang bisa memicu penuaan kulit.

Stres kronis juga bisa menyebabkan inflamasi. Menurut laporan yang terbit di dalam The American Journal of Geriatric Psychiatry, inflamasi telah dihubungkan dengan insomnia, risiko penyakit Alzheimer, penurunan fungsi kognitif otak, menyebabkan aterosklerosis (pengerasan pembuluh arteri akibat timbunan plak), resistansi insulin, diabetes, dan sindrom metabolik.

Stres memang tidak bisa dihindari. Karena, namanya hidup, pasti selalu ada masalah. Namun, yang bisa kamu lakukan adalah mengelola stres supaya bisa ditekan seminimal mungkin. Misalnya dengan menyeimbangkan waktu kerja dengan kehidupan pribadi, rutin melakukan meditasi atau latihan pernapasan supaya pikiran tetap bisa tenang dan jernih, meski dilanda berbagai masalah.

2. Merokok

Bikin Muka Jadi Tua, Ini 5 Kebiasaan yang Memicu Penuaan Dinisaga.co.uk

Meski tidak sehat, masih banyak saja orang yang tidak bisa menghentikan kebiasaan merokok. Untuk semakin menambah motivasi kamu agar bisa berhenti, yuk, kita cermati pengaruh merokok terhadap penampilan.

Mengutip dari Mayo Clinic, kebiasaan merokok dapat mempercepat proses penuaan kulit, yaitu dengan memunculkan keriput, warna kulit jadi tidak rata, munculnya warna keabu-abuan pada orang yang memiliki kulit warna terang, munculnya lipatan serta bengkak di area bawah mata, dan gejala penuaan kulit lainnya.

Berita buruknya, kerusakan kulit akibat rokok ini tidak bisa diperbaiki. Saat kamu memutuskan berhenti merokok, setidaknya bisa memperlambat proses penuaan, serta mencegah kerusakan jadi semakin parah.

Selain kandungan nikotin, ada beberapa hal yang membuat rokok bisa memicu terbentuknya keriput serta mempercepat proses penuaan.

  • Nikotin menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga pasokan nutrisi dan oksigen ke kulit jadi terhambat.
  • Sejumlah bahan kimia yang terdapat pada rokok dapat merombak dan merusak struktur molekuler kulit, yang penting dalam menjaga kulit tetap sehat dan elastis.
  • Aktivitas memicingkan mata dan bibir saat merokok, jika dilakukan dalam jangka waktu lama bisa mendorong timbulnya kerutan pada mata dan mulut.
  • Panas, serta asap yang tidak terhirup dari rokok dapat menyebabkan kulit kering dan merusak permukaan kulit.
  • Faktor-faktor yang telah disebutkan di atas juga dapat mengakibatkan penurunan kemampuan kulit untuk memperbaiki luka, memperbesar risiko terjadinya infeksi, sehingga luka jadi tambah besar. Pastinya bisa merusak penampilan.

3. Duduk terlalu lama

Bikin Muka Jadi Tua, Ini 5 Kebiasaan yang Memicu Penuaan Dinivisualoptimism.blogspot.co.id

Masyarakat modern saat ini cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk. Baik saat kerja maupun ketika istirahat di rumah. Bahkan, saat ingin membeli sesuatu, tak perlu lagi repot jalan kaki dengan maraknya layanan pesan antar.

Gaya hidup sedenter (sedentary lifestyle) ini tak hanya bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, tapi juga dapat memicu penuaan dini. Sebuah penelitian yang terbit dalam American Journal of Epidemiology menemukan, partisipan perempuan lansia yang duduk lebih dari 10 jam per hari dan minim aktivitas fisik, usia biologis sel-sel tubuhnya 8 tahun lebih tua dari usia kronologis (usia yang dihitung sejak seseorang lahir ke dunia).

Para peneliti menyimpulkan, gaya hidup sedenter dapat memperpendek telomer, yakni ujung DNA yang bertugas melindungi kromosom dari kerusakan. Seiring pertambahan usia, ukurannya akan semakin pendek.

Akibat gaya hidup yang tidak sehat, misalnya obesitas atau merokok, telomer ini bisa memendek sebelum waktunya. Ukuran telomer yang pendek telah dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular, diabetes, serta sebagian besar jenis kanker.

Kalau profesimu memang menuntut untuk duduk lama, kamu bisa siasati dengan memberi jeda sekitar 5 menit untuk melakukan peregangan (stretching) setiap 1 jam sekali. Dengan begitu, tubuhmu tidak terus-menerus berada dalam satu posisi. Selain itu, selalu sempatkan olahraga rutin agar peredaran darah lancar dan penuaan dini bisa dicegah.

4. Senang makan manis

Bikin Muka Jadi Tua, Ini 5 Kebiasaan yang Memicu Penuaan Diniflipboard.com

Kebiasaan lain yang bisa memicu penuaan dini adalah hobi konsumsi makanan dan minuman manis. Melansir Skin and Diet, menurut Rajani Katta, MD, ahli dermatologi di Texas, Amerika Serikat (AS), asupan tinggi gula tambahan dan karbohidrat olahan dapat memicu kadar gula darah tinggi. Hal ini akan merusak kolagen, menyebabkan penuaan dini yang ditandai dengan munculnya keriput dan kulit kendur.

Lanjutnya, saat gula darah naik, akan memicu proses kimia yang disebut dengan glikasi, menghasilnya senyawa advanced glycation end products (AGEs). Senyawa inilah yang kemudian merusak kolagen, sehingga kulit kehilangan elastisitasnya, menjadi kendur dan muncul keriput.

Karena itu, buat kamu yang selama ini senang banget dengan makanan dan minuman manis, pikir seribu kali, deh. Selain bisa meningkatkan risiko penyakit berbahaya seperti diabetes, bisa merusak penampilan kamu juga.

5 Kurang tidur

Bikin Muka Jadi Tua, Ini 5 Kebiasaan yang Memicu Penuaan Dinipaperfashion.com

Ibarat mesin, jika digunakan terus-menerus tanpa istirahat, maka akan cepat rusak. Begitu pula dengan manusia. Manusia butuh tidur agar tubuh dapat segar kembali dan bisa melakukan proses regenerasi sel.

Lewat penelitian yang diterbitkan dalam Clinical and Experimental Dermatology, ditemukan bahwa orang yang cukup tidur memiliki skor penuaan kulit intrinsik lebih rendah dibanding mereka yang kurang tidur.

Partisipan yang tidur 7-9 jam juga mempunyai kemampuan pemulihan dari eritema (munculnya bercak kemerahan pada kulit, salah satunya akibat paparan sinar matahari), lebih baik dibanding mereka yang durasi tidurnya kurang dari 5 jam.

Dari segi penampilan, mereka yang tidur dengan durasi lebih lama dilaporkan terlihat lebih menarik dibandingkan orang dengan durasi tidur lebih sedikit.

Disclaimer: Artikel ini sudah diterbitkan di laman IDN Times dengan judul "Masih Muda Kelihatan Tua? Hindari 5 Kebiasaan Pemicu Penuaan Dini"