Masker wajah (bukan sheet mask, ya!) menjadi item yang wajib dimiliki semua orang saat ini. Sakit maupun nggak, semua orang wajib memakainya karena ini merupakan bagian dari protokol kesehatan untuk memutus penyebaran virus corona yang masih melanda Indonesia. 

Orang yang sakit wajib memakai masker yang memenuhi standar kesehatan, sedangkan orang yang nggak sakit dapat menggunakan masker kain atau sejenisnya yang bisa dicuci dan dipakai berkali-kali.

Meski peraturannya sudah jelas, banyak yang masih terjebak dalam kebingungan mengenai informasi masker wajah ini. Bukankah lebih baik pakai masker kesehatan? Bukankah yang sakit nggak harus pakai masker? Bagaimana cara memakai masker yang benar? Jangan keliru lagi, Bela. Melansir dari Bustle, ini mitos masker wajah yang perlu kamu ketahui kebenarannya.

1. Semua orang wajib menggunakan masker N95 atau masker bedah

8 Mitos Masker yang Wajib Kamu Ketahui KebenarannyaPexels.com/Gustavo Fring

Akibat pandemi COVID-19 ini, kamu jadi mengenal jenis-jenis masker untuk perlindunganmu. Salah satu yang paling efektif dan paling disarankan adalah masker bedah dan masker N95. Keduanya merupakan masker yang digunakan oleh petugas kesehatan, seperti dokter dan suster. 

Memang, masker ini dapat melindungi lebih baik ketimbang masker kain. Namun karena kebutuhan yang meningkat, alangkah baiknya untuk mendahulukan orang-orang yang sangat membutuhkan masker jenis ini, Bela, yaitu para petugas kesehatan. Mengapa? 

Sebab merekalah yang berhadapan langsung dengan virus ini, menjadikan mereka lebih rentan tertular Covid-19 daripada kalangan lainnya. Sebagai gantinya, kamu dapat mengenakan masker dari bahan lainnya seperti kain, scuba, dan sejenisnya. Masker itu dapat dipakai berkali-kali dan tetap dapat melindungimu, kok!

2. Masker wajah melindungi dari virus corona dengan ampuh

8 Mitos Masker yang Wajib Kamu Ketahui KebenarannyaPexels.com/Karolina Grabowska

Faktanya, bahkan masker tipe N95 nggak dapat melindungi 100% dirimu dari virus corona. Masker wajah nggak dapat menyaring partikel kecil yang terdapat dalam cairan yang dihembuskan ke luar hidung, yang dapat membuatmu sakit. Manfaat utama penggunaan masker wajah adalah untuk menghentikan orang-orang tanpa gejala atau baru saja positif COVID-19 dari menyebarkan bakteri. 

Masker wajah mencegah cairan dari pernapasanmu mengenai orang lain, baik di rumah maupun di tempat umum. Memang masker nggak dapat memberikan perlindungan utuh untukmu dari orang lain. Tapi dengan mengenakan masker, kamu melindungi orang-orang di sekitarmu dari kamu. Apalagi para ahli baru saja menemukan kalau orang yang terjangkit virus Corona bisa nggak mengalami gejala apa pun. Makanya, penting untuk mengenakan masker.

3. Kamu dapat mengunakan semua jenis masker berkali-kali

8 Mitos Masker yang Wajib Kamu Ketahui KebenarannyaPexels.com/Andrea Piacquadio

Jika menggunakan masker bedah, kamu nggak dapat menggunakannya lebih dari sekali. Meski sudah menyimpannya dengan rapi dan di tempat yang bersih, kamu harus membuangnya setelah memakainya. Bahkan, kamu harus mencuci tanganmu setelah membuang masker tersebut. 

Jenis masker yang dapat digunakan berkali-kali adalah masker kain. Namun, kamu nggak dapat memakainya sembarangan, Bela. Segera setelah memakainya, kamu harus melepaskannya dari wajah dan mencucinya dengan air hangat atau panas dan sabun. Kamu nggak dapat melepaskannya, lalu memakainya lagi tanpa mencucinya.

4. Nggak perlu jaga jarak kalau sudah pakai masker

8 Mitos Masker yang Wajib Kamu Ketahui KebenarannyaPexels.com/Zydeaosika

Jangan keliru. Sekalipun sudah pakai masker, bukan berarti kamu dapat mengurangi jarak fisikmu dengan orang di sekitarmu. Seenggaknya, jaga jarak dengan orang di sekelilingmu 1 meter. Ahli kesehatan mengatakan pembatasan sosial ini adalah untuk protokol kesehatan yang harus dilakukan.

Memakai masker bukan berarti kamu dapat melewatkan mencuci tangan atau tips kebersihan lainnya. Bukan berarti kamu dapat berkumpul bersama teman dekat seperti sebelum terjadi pandemi. Kamu tetap harus menjaga jarak, dan mengenakan masker wajah adalah salah satu bagian dari protokol kesehatan yang wajib dilakukan.

5. Nggak usah pakai masker saat berada di rumah

8 Mitos Masker yang Wajib Kamu Ketahui KebenarannyaPexels.com/Anna Shvets

Para ahli kesehatan mengatakan kalau tujuan utama mengenakan masker adalah untuk mencegah penyebaran bakteri di tempat umum. Namun jika kamu sudah melakukan tes dan positif terkena virus corona, atau siapapun orang di rumahmu memiliki kondisi rentan sakit, ada baiknya untuk tetap mengenakan masker saat berada di rumah. Cara ini dapat melindungi orang dalam rumah karena seseorang yang sudah positif Corona tetap harus mengenakan masker dalam rumah.

6. Apapun yang dapat menutupi hidung dapat bekerja sebagai masker

8 Mitos Masker yang Wajib Kamu Ketahui KebenarannyaPexels.com/Cottonbro

Jika bukan petugas kesehatan, masker jenis apa pun dapat kamu gunakan. Masker DIY, masker fashionable, maupun masker lainnya. Namun, penting untuk membuat dan memakainya dengan benar. Masker kain harus memiliki multi-lapis dan lipatan untuk mencegah virus keluar atau masuk melewati masker.

Jika membuat sendiri, masker wajah tersebut sangat baik untuk kamu karena ukurannya sesuai dengan wajahmu. Kalau memilih membeli juga nggak masalah, Bela. Pastikan masker cukup lebar untuk menutup hidung dan dagu, serta pas menempel pada wajah sehingga nggak ada celah tersisa. Para ahli pun menyarankan untuk memakai atau membuat masker dengan lapisan yang tebal karena lebih efektif mencegah bakteri ketimbang lapisan yang tipis.

7. Nggak usah pakai masker karena nggak efektif melindungi

8 Mitos Masker yang Wajib Kamu Ketahui Kebenarannyatheintercept.com

Memang benar, namun masker wajah menjadi bagian dari solusi untuk mencegah penyebaran virus corona. Beberapa negara yang telah menerapkan peraturan memakai masker, seperti Republik Ceko dan Jerman, mengakui kalau regulasi tersebut membantu menekan angka penyebaran virus. 

Jadi jika masih berpikir kalau masker wajah nggak melindungi dirimu, seenggaknya pakai benda tersebut untuk menghormati orang lain yang berusaha melindungi dirinya dari virus yang mungkin ada dalam dirimu.

8. Masker wajah mengurangi level oksigen

8 Mitos Masker yang Wajib Kamu Ketahui Kebenarannyanorthernvirginiamag.com

Untuk sebagian orang, mengenakan masker memang menimbulkan rasa kurang nyaman. Namun, ini dapat melindungimu dari penyebaran virus COVID-19. Perlu diingat kalau memakai masker nggak mengurangi level oksigen atau menyebabkan retensi karbondioksida. 

Masker jenis apapun nggak cukup ketat untuk membatasi jumlah oksigen masuk ke dalam tubuh. Bahkan, masker tipe N95 tetap dapat memberikan ruang untuk oksigen dan karbondioksida mengalir. Molekul karbondioksida dapat menyebar bebas melewati masker, mempermudah pergantian gas normal saat bernapas.

Itulah mitos mengenai pemakaian masker wajah yang wajib kamu ketahui kebenarannya. Jadi, nggak ada lagi kekeliruan mengenai masker wajah, ya, Bela? Masker dapat melindungi orang lain dari cairan pernapasanmu yang dapat menyebar ke orang lain. 

Kamu dapat mengenakan masker dari bahan apa pun, selama dirimu bukan petugas kesehatan atau pasien. Namun, jangan lupa untuk memilih masker yang memiliki multi-lapis serta sesuai dengan wajahmu. Selain itu, tetap patuhi protokol kesehatan lainnya demi mencegah penyebaran virus corona.

Baca Juga: Face Shield VS Masker, Mana yang Lebih Efektif Cegah COVID-19?