• Single

Ingat 7 Hal ini Saat Galau dengan Status Single

Ingat 7 Hal ini Saat Galau dengan Status Single

Single, lajang, jomblo, apapun sebutannya, belum memiliki pasangan seolah jadi masalah tersendiri bagi wanita saat memasuki usia 20-an.  Rasanya seperti ada yang kurang ya, Bela, kalau kemana-mana belum bawa gandengan? Tidak ada ucapan mesra selamat pagi, tidak ada yang siap antar jemput, belum lagi saat teman seangkatan atau saudara mengirimkan undangan pernikahan. Sudah begitu, masih saja ada yang ‘tega’ melontarkan pertanyaan “kapan nyusul?” Wajar sebenarnya saat kita merasakan hal itu, karena pada rentang usia ini memang idealnya seorang wanita untuk menikah dan punya anak. Tapi boro-boro jadi istri dan ibu, pacar saja entah masih nyangkut di mana.

Hey! Jadi wanita single bukan berarti mimpi buruk, lho. Bukan berarti juga kita tak cukup menarik di mata para pria. Daripada sibuk bergalau ria, berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tetap merasa bahagia meski berstatus single.

1. Berhenti mengasihani diri sendiri

untitled-3-54b35065f8269e00f9dd07963d0df5d0.jpg

Ini hal pertama yang harus disadari. Single bukan aib, jadi tak perlu malu, apalagi sampai memberi julukan seperti jomblo ngenes pada diri sendiri. Malulah kalau kita sudah dewasa tapi masih membebani orangtua. Malulah pada mereka yang lebih muda tapi lebih sukses daripada kita. Berhenti mengeluh dan menjelek-jelekkan diri sendiri hanya karena kita tidak punya pasangan. Kalau mencintai diri sendiri saja belum bisa, bagaimana bisa kita berharap orang lain mau mencintai kita?

2. Stop baca postingan galau yang melemahkan

imdb3-a530d5dc885966d83fc06f4b7dd21e8a.jpg

Tak di Instagram, Path, Facebook, ada saja quotes galau yang membuat kita semakin merasa down dengan status single kita. Kalimat-kalimat puitis yang destruktif kadang membuat kita tak tahan untuk membagikannya di akun media sosial. Sebaiknya hindari mulai sekarang ya Bela, karena selain membuat kita semakin merasa minder dengan status single kita, terlalu banyak mem-posting status galau akan membuat orang lain berpikir kita caper dan kekanak-kanakan.

3. Buang jauh-jauh sifat mudah baper

untitled-2-6ef82f95cba0240acd7ed243438619a1.jpg

Boleh saja menunjukkan rasa sayang lebih pada gebetan atau seseorang yang kita anggap punya peluang sebagai calon pasangan sebagai salah satu bentuk usaha kita mengejar cinta. Namun jangan sampai hal ini membuat kita mudah baper alias bawa perasaan. Saat mereka merespon tindakan kita, pastikan apakah itu pertanda suka atau murni sikap baik. Jangan sampai kita berharap terlalu tinggi apalagi terkesan menuntut. Saat ekspektasi tak terpenuhi, kita hanya akan merasa kecewa. Kalau sudah begini, kita akan semakin merasa tidak berharga dan bersikap pesimis. Bahkan pandangan terhadap laki-laki bisa berubah menjadi negatif, padahal tidak semuanya sama.

4. Setiap orang memiliki jalannya sendiri

untitled-4-13443d696252c9c78e49a4f1fd0e8269.jpg

Teman punya pacar, galau. Teman menikah, makin galau. Teman sudah punya anak, galau maksimal. Terbiasa melewati fase hidup bersama membuat kehidupan teman sebaya seolah jadi patokan utama. Padahal, saat dewasa kita dihadapkan pada pilihan hidup yang berbeda. Kita tidak bisa menyamakan semua orang, apalagi sampai memaksakan diri sampai ke tujuan tertentu hanya karena teman-teman kita sudah sampai di sana. Jadikan kelebihan mereka sebagai pacuan, bukan acuan. Fokus pada diri sendiri jauh lebih baik.

5. Kasih sayang bisa didapat dari siapa saja

imdb4-e8d4df689a007e913d3050aa818a0356.jpg

Salah satu kebutuhan emosional manusia adalah kasih sayang atau afeksi, dan hal itu tak hanya bisa didapat dari kekasih saja. Keluarga misalnya. Kelak ketika menikah, kita akan menjalani hidup baru bersama pasangan. Tak ada lagi omelan Mama di pagi hari, serunya nonton bola bersama Papa, atau bertengkar dengan adik. Saat-saat manis seperti itu kelak akan kita rindukan dan kita baru menyadarinya setelah hidup terpisah dari mereka. Daripada galau karena hal yang belum ada, lebih baik nikmati apa yang ada sembari bersyukur, bukan?

6. Sadari bahwa diri kita berharga, bagaimana pun keadaannya

untitled-5-d29e33ba8500419f92bd173fb927e075.jpg

Ini yang penting dan kadang sering dilupakan. Menjadi single sama sekali tidak mengurangi kualitas diri kita sebagai manusia. Tak ada istilah tak laku. Kita bukan barang! Setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jangan pernah berpura-pura jadi seseorang yang ‘bukan kita’ hanya untuk menarik perhatian lawan jenis. Kita jauh lebih berharga dari itu. Tetaplah jadi diri sendiri dan apa adanya sembari meningkatkan kualitas diri. Meningkatkan ya, bukan mengubah sepenuhnya.

7. Berdoa

untitled-1-6fd32ea0802c9d654b1af1935fd595d4.jpg

Pada hakikatnya segala sesuatu di hidup ini sudah ada yang mengatur, tak terkecuali urusan jodoh. Sembari berikhtiar, yakinlah bahwa takdir yang indah menanti di depan sana. Apa yang sudah ditakdirkan untuk kita pasti akan datang, cepat atau lambat. Serahkan segalanya pada Sang Pemilik Kehidupan.

Memiliki seorang pasangan memang hal yang penting. Namun bukan segalanya. Nyaman dengan status single juga bukan berarti abai atau menolak menjalin hubungan sama sekali. Kalau memang ada peluang, kejarlah. Kalau belum, jangan khawatir. Nikmati proses kehidupan yang ada.  Selama masih ada hal-hal lain yang patut disyukuri dan membuat kita bahagia, kenapa harus galau bukan?

 

photo credit: Great Gatsby/Warner Bros. Picture/www.imdb.com

BACA JUGA: Single, Kenapa Nggak? Inilah 3 Alasan Popbela Kagum dengan Pendirian Cinta Laura

banner-kompetisi-nulis-popbela-6421aeedd43ef05e75fb2dc1e2808f7b.jpgInformasi lebih lengkapnya, kamu bisa cek di sini.

line

Comments

Related Articles

X

Ayo join komunitas sekarang juga!

Facebook Logo Instagram Logo